Kunyit untuk Bronkitis

Kunyit (Curcuma longa) untuk Bronkitis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek kurkumin terhadap peradangan saluran napas pada pasien bronkitis kronis: uji klinis acak

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien bronkitis kronis stabil (usia 40–75 tahun)
    Dosis/Durasi:
    500 mg kurkumin (dengan piperin 5 mg) dua kali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Kurkumin secara signifikan menurunkan kadar IL-6 dan TNF-α serum serta memperbaiki volume ekspirasi paksa detik pertama (FEV1) dibandingkan plasebo.
  2. Tinjauan sistematis dan meta-analisis suplementasi kurkumin pada penyakit paru obstruktif kronis dengan komponen bronkitis kronis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 studi RCT dengan total 560 pasien PPOK (termasuk bronkitis kronis)
    Dosis/Durasi:
    Dosis berkisar 300–1000 mg/hari selama 4–12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi kurkumin secara signifikan meningkatkan FEV1 dan kapasitas vital paksa (FVC), serta menurunkan skor gejala batuk dan produksi sputum.
  3. Pengaruh ekstrak kunyit terhadap remodeling saluran napas pada model tikus bronkitis kronis

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi eksperimental hewan
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan yang diinduksi bronkitis kronis dengan paparan lipopolisakarida (LPS)
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kg berat badan/hari secara oral selama 4 minggu
    Temuan:
    Ekstrak kunyit menghambat penebalan dinding bronkus, menurunkan ekspresi MMP-9 dan TGF-β1, serta mengurangi deposisi kolagen.
  4. Kurkumin sebagai terapi tambahan pada bronkitis akut pada anak: uji klinis acak tersamar ganda

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 anak usia 2–12 tahun dengan diagnosis bronkitis akut tanpa komplikasi
    Dosis/Durasi:
    100 mg kurkumin (dalam bentuk suspensi) setiap 8 jam selama 5 hari
    Temuan:
    Penambahan kurkumin pada terapi standar (antibiotik dan ekspektoran) mempercepat penurunan durasi batuk (rata-rata 2,1 hari lebih cepat) dan demam.
  5. Aktivitas anti-inflamasi kurkumin pada sel epitel bronkus manusia yang terpapar asap rokok secara in vitro

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    Kultur sel epitel bronkus manusia (BEAS-2B) yang dipapar ekstrak asap rokok
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 5, 10, dan 20 µM selama 24 jam pre-inkubasi sebelum paparan asap rokok
    Temuan:
    Kurkumin menekan aktivasi NF-κB dan mengurangi produksi IL-8 serta MCP-1 secara dosis-tergantung, menunjukkan potensi protektif terhadap bronkitis perokok.
  6. Efek kurkumin terhadap fungsi paru dan kualitas hidup pada pasien bronkitis kronis stabil: uji klinis acak

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    50 pasien bronkitis kronis stabil (FEV1/FVC < 70%, tanpa eksaserbasi akut)
    Dosis/Durasi:
    500 mg kurkumin yang diformulasi dengan piperin (5 mg) dua kali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Kurkumin meningkatkan FEV1 sebesar 12% dan skor kualitas hidup (SGRQ) membaik secara signifikan dibandingkan plasebo setelah 12 minggu.


Cari: