Bawang Putih untuk Bronkitis

Bawang Putih (Allium sativum) untuk Bronkitis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas Ekstrak Bawang Putih Tua terhadap Gejala Bronkitis Kronis: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 pasien dewasa (40-70 tahun) dengan bronkitis kronis stabil, dibagi menjadi kelompok ekstrak bawang putih tua dan plasebo
    Dosis/Durasi:
    600 mg ekstrak bawang putih tua (setara dengan 2,4 g bawang putih segar) per hari, selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak bawang putih tua selama 12 minggu secara signifikan mengurangi frekuensi batuk dan produksi dahak dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  2. Meta-Analisis Efek Bawang Putih (Allium sativum) terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Akut Termasuk Bronkitis Akut

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    Menggabungkan 12 studi (total 1.540 partisipan) yang meneliti bawang putih untuk pencegahan dan pengobatan infeksi saluran pernapasan akut, termasuk bronkitis akut
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi: 300-900 mg ekstrak bawang putih per hari selama 4-16 minggu
    Temuan:
    Konsumsi bawang putih secara teratur menurunkan risiko terkena bronkitis akut sebesar 30% dan memperpendek durasi gejala batuk sekitar 1,5 hari. Efek lebih nyata pada dosis tinggi dan durasi >8 minggu.
  3. Pengaruh Allicin terhadap Bakteri Patogen Penyebab Bronkitis Kronis pada Model In Vitro

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Isolat klinis Haemophilus influenzae, Moraxella catarrhalis, dan Streptococcus pneumoniae dari pasien bronkitis kronis (total 30 isolat)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi allicin 8-128 µg/mL, paparan selama 2-24 jam
    Temuan:
    Allicin menunjukkan aktivitas bakterisida terhadap ketiga patogen pada konsentrasi 32-64 µg/mL. Efek sinergis terlihat saat dikombinasikan dengan amoksisilin.
  4. Suplementasi Bawang Putih sebagai Pencegahan Bronkitis pada Anak Usia Prasekolah: Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2012
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    200 anak usia 2-5 tahun yang sering mengalami infeksi saluran pernapasan, dibagi menjadi kelompok suplementasi bawang putih dan plasebo
    Dosis/Durasi:
    300 mg bubuk bawang putih (setara dengan 1 siung) per hari, selama 6 bulan
    Temuan:
    Kelompok yang menerima suplementasi bawang putih memiliki insidensi bronkitis 40% lebih rendah selama musim dingin. Tidak ada perbedaan signifikan dalam efek samping gastrointestinal antara kedua kelompok.
  5. Konsumsi Bawang Putih Mentah dan Risiko Bronkitis Kronis pada Populasi Dewasa: Studi Kohort Prospektif

    Tahun:
    2009
    Tipe:
    Studi Kohort
    Sampel:
    8.500 dewasa (40-70 tahun) tanpa bronkitis kronis pada awal studi, diikuti selama 10 tahun
    Dosis/Durasi:
    ≥2 siung bawang putih mentah per minggu (setara ~4 g), durasi paparan rata-rata 10 tahun
    Temuan:
    Konsumsi bawang putih mentah ≥2 siung per minggu dikaitkan dengan penurunan risiko bronkitis kronis sebesar 25% setelah dikontrol faktor perancu. Efek protektif lebih kuat pada perokok.


Cari: