Peppermint untuk Bronkitis

Peppermint (Mentha piperita) untuk Bronkitis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Meta-analisis efektivitas mentol terhadap gejala batuk pada bronkitis akut

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    5 uji klinis acak (RCT) dengan total 1.245 pasien dewasa penderita bronkitis akut
    Dosis/Durasi:
    Dosis mentol 2,5–10 mg dalam bentuk permen hisap atau inhalasi, diberikan selama 3–7 hari
    Temuan:
    Mentol secara signifikan mengurangi frekuensi dan keparahan batuk pada bronkitis akut dibandingkan plasebo. Efek samping minimal dan bersifat lokal.
  2. Uji klinis acak tersamar ganda pengaruh inhalasi minyak esensial peppermint pada pasien bronkitis kronis

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT (Uji Klinis Acak)
    Sampel:
    60 pasien bronkitis kronis stabil, usia 40–75 tahun, dibagi kelompok peppermint dan plasebo
    Dosis/Durasi:
    Inhalasi uap 0,1% minyak esensial peppermint dalam air panas, 10 menit dua kali sehari, selama 14 hari
    Temuan:
    Inhalasi minyak esensial peppermint (0,1% v/v) selama 2 minggu meningkatkan nilai FEV1 dan mengurangi produksi sputum. Tidak ada perbedaan signifikan pada frekuensi eksaserbasi.
  3. Tinjauan sistematis pengobatan herbal untuk bronkitis akut: peran peppermint sebagai terapi adjuvan

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    12 studi (RCT dan kuasi-eksperimen) dengan total 2.310 partisipan, sebagian besar menggunakan peppermint dalam kombinasi herbal lain
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi: ekstrak kering 300–900 mg/hari atau minyak esensial 2–4 tetes inhalasi selama 5–10 hari
    Temuan:
    Peppermint (terutama mentol) efektif meredakan batuk dan rasa tidak nyaman dada pada bronkitis akut bila digunakan bersama terapi konvensional. Bukti terbatas untuk monoterapi.
  4. Efek antiinflamasi ekstrak etanol daun peppermint pada model bronkitis akut tikus yang diinduksi lipopolisakarida

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental (In Vivo)
    Sampel:
    30 tikus Sprague-Dawley jantan, dibagi 5 kelompok: kontrol, LPS, dan tiga dosis ekstrak peppermint
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 100, 200, 400 mg/kg BB per oral, diberikan 7 hari sebelum induksi LPS dan 3 hari setelahnya
    Temuan:
    Ekstrak etanol peppermint dosis 200 mg/kg berat badan menurunkan kadar TNF-α dan IL-6 dalam cairan bronkoalveolar secara signifikan. Histologi menunjukkan penurunan infiltrasi neutrofil dan edema bronkus.
  5. Aktivitas antimikroba minyak esensial peppermint terhadap patogen saluran pernapasan penyebab bronkitis bakterial

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Isolat klinis: Haemophilus influenzae (n=10), Streptococcus pneumoniae (n=10), Moraxella catarrhalis (n=10)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi minyak esensial 0,25–4 µL/mL dalam medium cair, inkubasi 24 jam pada 37°C
    Temuan:
    Minyak esensial peppermint menunjukkan konsentrasi hambat minimum (MIC) 0,5–2 µL/mL terhadap ketiga patogen. Efek bakterisidal diamati pada konsentrasi 2 µL/mL dalam 24 jam.


Cari: