Cengkeh untuk Asam Urat

Cengkeh (Syzygium aromaticum) untuk Asam Urat, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efikasi dan keamanan tanaman obat untuk hiperurisemia: sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    15 uji acak terkontrol dengan total 1.200 pasien hiperurisemia
    Dosis/Durasi:
    Beragam dosis dan durasi antar studi; rata-rata 4–12 minggu
    Temuan:
    Tanaman obat termasuk cengkeh (Syzygium aromaticum) secara signifikan menurunkan kadar asam urat serum dibandingkan plasebo. Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan dan tidak berbeda dengan kelompok kontrol.
  2. Pengaruh suplementasi ekstrak cengkeh terhadap kadar asam urat serum pada pasien gout: uji acak terkontrol plasebo ganda buta

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien gout dengan hiperurisemia (kadar asam urat >7 mg/dL pada pria, >6 mg/dL pada wanita)
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak kering cengkeh per hari selama 8 minggu
    Temuan:
    Ekstrak cengkeh (500 mg/hari selama 8 minggu) menurunkan kadar asam urat serum rata-rata 20% dan mengurangi skor nyeri sendi dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  3. Efek antihiperurisemia ekstrak etanol Syzygium aromaticum pada tikus hiperurisemia yang diinduksi kalium oksonat

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    30 tikus Sprague-Dawley jantan, dibagi dalam 5 kelompok (kontrol normal, kontrol hiperurisemia, dan tiga dosis ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    200, 300, dan 400 mg/kgBB per oral selama 14 hari berturut-turut
    Temuan:
    Ekstrak etanol cengkeh dosis 200–400 mg/kgBB menurunkan kadar asam urat serum secara signifikan dan menghambat aktivitas xantin oksidase hati. Efek tertinggi setara dengan alopurinol 10 mg/kgBB.
  4. Aktivitas penghambatan xantin oksidase oleh eugenol yang diisolasi dari Syzygium aromaticum

    Tahun:
    2005
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Enzim xantin oksidase murni (dari susu sapi) dengan berbagai konsentrasi eugenol (1–100 µM)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi eugenol 1–100 µM, diinkubasi 30 menit pada 37°C
    Temuan:
    Eugenol menunjukkan inhibisi kompetitif terhadap xantin oksidase dengan IC50 sebesar 12 µM. Mekanisme inhibisi melalui pengikatan pada sisi aktif enzim yang sama dengan substrat xantin.
  5. Peran cengkeh (Syzygium aromaticum) dalam penatalaksanaan gout: sebuah tinjauan sistematis studi praklinis dan klinis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    20 studi (13 praklinis, 7 klinis) yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (tinjauan sistematis)
    Temuan:
    Bukti dari studi praklinis dan klinis menunjukkan bahwa cengkeh dan senyawa aktifnya (eugenol) memiliki efek antihiperurisemia dan anti-inflamasi yang relevan untuk gout. Namun, kualitas studi klinis masih terbatas dan diperlukan uji coba lebih lanjut.


Cari: