Muskuloskeletal & Metabolik
Asam urat atau gout adalah bentuk radang sendi yang terjadi akibat penumpukan kristal asam urat di dalam sendi.
Kondisi ini disebabkan oleh kadar asam urat yang tinggi dalam darah (hiperurisemia), yang dapat terjadi karena produksi asam urat berlebihan atau ginjal tidak mampu mengeluarkannya dengan baik.
Serangan gout biasanya ditandai dengan nyeri sendi yang tiba-tiba, hebat, disertai pembengkakan, kemerahan, dan rasa hangat pada sendi yang terkena, paling sering pada jempol kaki.
Faktor risiko meliputi konsumsi makanan tinggi purin (seperti daging merah, jeroan, dan makanan laut), konsumsi alkohol, obesitas, dan faktor genetik.
Pengobatan medis meliputi obat antiinflamasi, kortikosteroid, serta obat penurun asam urat seperti allopurinol atau febuxostat.
Bahan-bahan herbal berikut memiliki potensi sebagai terapi komplementer untuk membantu menurunkan kadar asam urat, mengurangi peradangan, dan meredakan nyeri sendi.
Suplementasi jahe selama 8 minggu secara signifikan menurunkan kadar asam urat serum dibandingkan plasebo. Penurunan rata-rata sebesar 1,2 mg/dL.
Suplementasi kurkumin secara signifikan menurunkan kadar asam urat serum dibandingkan plasebo. Efek ini lebih nyata pada dosis tinggi (≥500 mg/hari) dan durasi ≥8 minggu.
Pemberian ekstrak etanol daun salam dosis 200 dan 400 mg/kgBB selama 14 hari menurunkan kadar asam urat serum secara signifikan (p<0,05) dibandingkan kontrol hiperurisemia. Efek penurunan asam urat sebanding dengan allopurinol dosis 10 mg/kgBB.
Advertisement
Pemberian ekstrak serai dosis 150 dan 300 mg/kg BB selama 21 hari menurunkan kadar asam urat serum secara signifikan (p<0,05) dan menghambat aktivitas xantin oksidase hati. Efek pada dosis 300 mg/kg setara dengan allopurinol.
Suplementasi kayu manis secara signifikan menurunkan kadar asam urat serum dibandingkan plasebo. Efek ini lebih nyata pada dosis ≥3 g/hari dan durasi ≥8 minggu.
Pemberian ekstrak A. paniculata 600 mg/hari selama 8 minggu menurunkan kadar asam urat serum secara signifikan dibandingkan plasebo. Penurunan rata-rata sebesar 1,8 mg/dL pada kelompok perlakuan.
Pemberian ekstrak temulawak dosis 200 dan 400 mg/kgBB menurunkan kadar asam urat secara signifikan serta menghambat aktivitas xantin oksidase hati pada tikus hiperurisemia.
Ekstrak etanol kencur dosis 200 dan 400 mg/kgBB secara signifikan menurunkan kadar asam urat serum dan menghambat aktivitas xantin oksidase hati. Efek ini sebanding dengan allopurinol dosis 10 mg/kgBB.
Tanaman obat termasuk cengkeh (Syzygium aromaticum) secara signifikan menurunkan kadar asam urat serum dibandingkan plasebo. Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan dan tidak berbeda dengan kelompok kontrol.
Ekstrak etanol biji adas dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB secara signifikan menurunkan kadar asam urat serum dan menghambat aktivitas xantin oksidase hati pada tikus. Efeknya sebanding dengan allopurinol dosis 10 mg/kgBB.