Kencur untuk Asam Urat

Kencur (Kaempferia galanga) untuk Asam Urat, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Ekstrak Etanol Rimpang Kencur terhadap Kadar Asam Urat dan Aktivitas Xantin Oksidase pada Tikus Hiperurisemia

    Tahun:
    2012
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 ekor tikus Sprague-Dawley jantan yang diinduksi hiperurisemia dengan kalium oksonat
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100, 200, 400 mg/kgBB/hari secara oral selama 14 hari
    Temuan:
    Ekstrak etanol kencur dosis 200 dan 400 mg/kgBB secara signifikan menurunkan kadar asam urat serum dan menghambat aktivitas xantin oksidase hati. Efek ini sebanding dengan allopurinol dosis 10 mg/kgBB.
  2. Aktivitas Inhibisi Xantin Oksidase oleh Etil p-Metoksisinamat dari Rimpang Kencur secara In Vitro

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Enzim xantin oksidase dari susu sapi murni
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi EPMC 1–100 µM, diinkubasi dengan enzim selama 30 menit pada suhu 37°C
    Temuan:
    Etil p-metoksisinamat (EPMC) menunjukkan inhibisi kompetitif terhadap xantin oksidase dengan nilai IC50 12,5 µM, lebih rendah dibandingkan allopurinol (IC50 18,2 µM). Senyawa ini berpotensi sebagai agen antihiperurisemia alami.
  3. Uji Klinis Acak Terkontrol Ekstrak Kencur pada Pasien Hiperurisemia Ringan hingga Sedang

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    60 pasien dewasa dengan kadar asam urat >7 mg/dL (pria) atau >6 mg/dL (wanita), dibagi menjadi kelompok ekstrak (n=30) dan plasebo (n=30)
    Dosis/Durasi:
    Kapsul ekstrak kencur 500 mg/hari (setara 10 g rimpang segar) selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak kencur 500 mg/hari selama 8 minggu menurunkan kadar asam urat serum rata-rata 1,2 mg/dL dibandingkan plasebo (p<0,01). Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  4. Efek Kombinasi Ekstrak Kencur dan Jahe terhadap Kadar Asam Urat Tikus Hiperurisemia

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    40 ekor tikus Wistar jantan, diinduksi hiperurisemia dengan diet tinggi purin dan kalium oksonat
    Dosis/Durasi:
    Dosis kencur 200 mg/kgBB + jahe 150 mg/kgBB/hari secara oral selama 21 hari
    Temuan:
    Kombinasi ekstrak kencur (200 mg/kgBB) dan jahe (150 mg/kgBB) menghasilkan penurunan kadar asam urat yang lebih besar dibandingkan masing-masing ekstrak tunggal. Efek sinergis ini dikaitkan dengan peningkatan aktivitas antioksidan dan inhibisi xantin oksidase.
  5. Meta-Analisis Efektivitas Tanaman Obat Indonesia sebagai Antihiperurisemia: Fokus pada Kencur dan Jahe

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi in vivo dan klinis (total 486 subjek) yang memenuhi kriteria inklusi, dengan 5 studi spesifik tentang kencur
    Dosis/Durasi:
    Rentang dosis 100–500 mg/kgBB (hewan) atau 500 mg/hari (manusia) selama 2–8 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa ekstrak kencur secara signifikan menurunkan kadar asam urat serum dengan efek size sedang (SMD = -0.72; 95% CI -1.05 hingga -0.39). Efek ini konsisten pada dosis 200–500 mg/hari.
  6. Systematic Review: Potensi Rimpang Kencur sebagai Anti-Hiperurisemia melalui Inhibisi Xantin Oksidase dan Aktivitas Antioksidan

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi (8 in vitro, 5 in vivo, 2 klinis) yang dipublikasikan antara 2000–2020
    Dosis/Durasi:
    Tidak ditentukan secara spesifik, rentang dosis pada studi in vivo 100–400 mg/kgBB, pada klinis 500 mg/hari
    Temuan:
    Systematic review mengkonfirmasi bahwa kencur dan senyawa aktifnya (terutama EPMC) menghambat xantin oksidase dan meningkatkan ekskresi asam urat. Bukti dari studi klinis mendukung keamanan dan efektivitas jangka pendek.


Cari: