Salam untuk Asam Urat

Salam (Syzygium polyanthum) untuk Asam Urat, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium polyanthum) terhadap Kadar Asam Urat dan Aktivitas Xantin Oksidase pada Tikus Hiperurisemia

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 ekor tikus putih jantan galur Wistar, dibagi 5 kelompok (kontrol normal, kontrol hiperurisemia, dosis 100, 200, 400 mg/kgBB)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 70% diberikan secara oral dengan dosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB selama 14 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak etanol daun salam dosis 200 dan 400 mg/kgBB selama 14 hari menurunkan kadar asam urat serum secara signifikan (p<0,05) dibandingkan kontrol hiperurisemia. Efek penurunan asam urat sebanding dengan allopurinol dosis 10 mg/kgBB.
  2. Uji Klinis Rebusan Daun Salam (Syzygium polyanthum) pada Pasien Hiperurisemia: Studi Pendahuluan

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Uji Klinis Pra-Eksperimental (One-group pretest-posttest)
    Sampel:
    20 pasien hiperurisemia (kadar asam urat ≥7 mg/dL pada pria, ≥6 mg/dL pada wanita), usia 30-60 tahun, tanpa komplikasi ginjal
    Dosis/Durasi:
    Rebusan 7 lembar daun salam segar dalam 200 mL air, diminum 1 kali sehari setelah makan pagi, selama 28 hari
    Temuan:
    Konsumsi rebusan daun salam (7 lembar daun segar dalam 200 mL air) selama 28 hari menurunkan rata-rata kadar asam urat dari 8,2 mg/dL menjadi 6,8 mg/dL (penurunan 17%, p<0,01). Tidak ada efek samping signifikan yang dilaporkan.
  3. Aktivitas Penghambatan Xantin Oksidase oleh Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) secara In Vitro dan In Silico

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro dan In Silico
    Sampel:
    Ekstrak daun salam (fraksi etil asetat, etanol, air) diuji secara in vitro terhadap enzim xantin oksidase; senyawa aktif dianalisis secara in silico dengan molecular docking
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi uji in vitro: 1-100 µg/mL; tanpa durasi (single assay)
    Temuan:
    Fraksi etil asetat daun salam menunjukkan aktivitas penghambatan xantin oksidase tertinggi (IC50 12,5 µg/mL) dibandingkan fraksi lainnya. Senyawa quercetin dan myricetin teridentifikasi sebagai inhibitor kompetitif dengan energi ikatan kuat.
  4. Efek Kombinasi Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) dan Daun Sambiloto (Andrographis paniculata) terhadap Kadar Asam Urat Tikus Hiperurisemia

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    36 ekor tikus putih jantan galur Sprague-Dawley, dibagi 6 kelompok (kontrol normal, kontrol hiperurisemia, allopurinol, kombinasi dosis 1:1, 2:1, 1:2)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak diberikan oral selama 14 hari; dosis kombinasi total 150, 300, 450 mg/kgBB
    Temuan:
    Kombinasi ekstrak daun salam dan sambiloto dengan rasio 2:1 (dosis total 300 mg/kgBB) menghasilkan penurunan kadar asam urat paling efektif (43%) dan menghambat xantin oksidase lebih baik daripada masing-masing ekstrak tunggal. Efek sinergis terlihat pada dosis tersebut.
  5. Systematic Review Tanaman Obat Indonesia sebagai Anti-Hiperurisemia: Peran Daun Salam (Syzygium polyanthum)

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    14 studi (in vitro, in vivo, dan uji klinis) yang memenuhi kriteria inklusi dari 5 database (PubMed, Scopus, Google Scholar, Garuda, SINTA)
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada dosis standar; rentang dosis pada studi hewan 100-600 mg/kgBB, pada manusia 5-10 lembar daun segar per hari
    Temuan:
    Daun salam (Syzygium polyanthum) secara konsisten menunjukkan efek penurun asam urat melalui mekanisme inhibisi xantin oksidase dan peningkatan ekskresi asam urat. Namun, kualitas studi masih rendah dan diperlukan uji klinis lebih lanjut dengan desain RCT.
  6. Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo Efek Teh Daun Salam (Syzygium polyanthum) pada Kadar Asam Urat Pria Dewasa dengan Hiperurisemia Ringan

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    60 pria dewasa (usia 25-50 tahun) dengan asam urat 7-9 mg/dL, dibagi 2 kelompok (teh daun salam dan plasebo), diikuti selama 8 minggu
    Dosis/Durasi:
    Teh daun salam (2 gram daun kering diseduh 200 mL air panas) diminum 2 kali sehari (pagi dan sore) selama 8 minggu
    Temuan:
    Kelompok yang menerima teh daun salam (2 gram daun kering per cangkir, 2 kali sehari) menunjukkan penurunan rata-rata asam urat 1,8 mg/dL lebih besar dibandingkan plasebo (p<0,001). Tidak ada perbedaan signifikan pada fungsi ginjal atau efek samping.


Cari: