Sampel:
30 ekor tikus putih jantan galur Wistar, dibagi 5 kelompok (kontrol normal, kontrol hiperurisemia, dosis 100, 200, 400 mg/kgBB)
Dosis/Durasi:
200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB per oral selama 14 hari
Temuan:
Pemberian ekstrak temulawak dosis 200 dan 400 mg/kgBB menurunkan kadar asam urat secara signifikan serta menghambat aktivitas xantin oksidase hati pada tikus hiperurisemia.