Serai / Sereh untuk Asam Urat

Serai / Sereh (Cymbopogon citratus) untuk Asam Urat, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Antihiperurisemia Ekstrak Etanol Daun Serai (Cymbopogon citratus) pada Tikus yang Diinduksi Kalium Oksonat

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    25 ekor tikus Sprague-Dawley jantan, dibagi menjadi 5 kelompok (kontrol normal, kontrol hiperurisemia, allopurinol 10 mg/kg, ekstrak serai 150 mg/kg, dan 300 mg/kg)
    Dosis/Durasi:
    150-300 mg/kg BB/hari per oral selama 21 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak serai dosis 150 dan 300 mg/kg BB selama 21 hari menurunkan kadar asam urat serum secara signifikan (p<0,05) dan menghambat aktivitas xantin oksidase hati. Efek pada dosis 300 mg/kg setara dengan allopurinol.
  2. Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo: Efek Teh Serai terhadap Kadar Asam Urat pada Pasien Hiperurisemia

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Uji Klinis Acak (RCT)
    Sampel:
    60 pasien hiperurisemia (kadar asam urat >7,0 mg/dL), 30 orang kelompok teh serai dan 30 kelompok plasebo, usia 30-65 tahun
    Dosis/Durasi:
    2 gram serai kering diseduh dalam 200 mL air panas, diminum 2 kali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Konsumsi teh serai 2 kali sehari selama 8 minggu menurunkan kadar asam urat serum rata-rata 1,2 mg/dL lebih besar dibanding plasebo (p<0,01). Tidak ditemukan efek samping serius pada kelompok intervensi.
  3. Studi Sistematis: Potensi Tanaman Serai (Cymbopogon citratus) sebagai Terapi Komplementer pada Asam Urat

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    12 studi yang memenuhi kriteria (3 in vitro, 6 in vivo, 3 uji klinis) dari basis data PubMed, Scopus, dan Google Scholar
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi (tidak dirangkum secara tunggal)
    Temuan:
    Sebagian besar studi melaporkan efek penurunan asam urat melalui penghambatan xantin oksidase dan aktivitas antiinflamasi. Namun, kualitas studi masih terbatas dan diperlukan uji klinis dengan skala lebih besar dan durasi lebih panjang.
  4. Aktivitas Penghambatan Xantin Oksidase oleh Minyak Atsiri Serai (Cymbopogon citratus) secara In Vitro

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Minyak atsiri serai pada konsentrasi 10–100 µg/mL diuji terhadap enzim xantin oksidase (dari bovine milk) dengan substrat xantin
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan (in vitro, konsentrasi bertingkat)
    Temuan:
    Minyak atsiri serai menghambat xantin oksidase secara kompetitif dengan nilai IC50 sebesar 45 µg/mL. Komponen utama sitral (geranial dan neral) bertanggung jawab atas aktivitas tersebut.
  5. Pengaruh Suplementasi Ekstrak Serai terhadap Kadar Asam Urat dan Fungsi Ginjal pada Tikus Hiperurisemia Kronis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    40 tikus Wistar jantan, diinduksi hiperurisemia kronis dengan diet tinggi purin dan injeksi kalium oksonat, dibagi dalam 4 kelompok (kontrol, allopurinol, ekstrak serai 250 mg/kg, dan 500 mg/kg)
    Dosis/Durasi:
    250 mg/kg BB/hari per oral selama 28 hari
    Temuan:
    Ekstrak serai dosis 250 mg/kg BB selama 28 hari menurunkan kadar asam urat serum secara signifikan (p<0,05) dan meningkatkan laju filtrasi glomerulus. Histologi ginjal menunjukkan perbaikan tubulus proksimal.


Cari: