Jahe untuk Asam Urat

Jahe (Zingiber officinale) untuk Asam Urat, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Suplementasi Jahe terhadap Kadar Asam Urat Serum pada Pasien Hiperurisemia: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien hiperurisemia (30 kelompok jahe, 30 kelompok plasebo)
    Dosis/Durasi:
    2 gram jahe bubuk per hari dalam bentuk kapsul selama 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi jahe selama 8 minggu secara signifikan menurunkan kadar asam urat serum dibandingkan plasebo. Penurunan rata-rata sebesar 1,2 mg/dL.
  2. Pengaruh Jahe terhadap Kadar Asam Urat Serum: Sebuah Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    7 studi dengan total 452 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antara 1-3 gram jahe per hari selama 4-12 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa suplementasi jahe secara signifikan menurunkan kadar asam urat serum (SMD -0,45, 95% CI -0,78 hingga -0,12). Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  3. Efek Ekstrak Jahe terhadap Aktivitas Xantin Oksidase secara In Vitro

    Tahun:
    2008
    Tipe:
    Studi Eksperimental in vitro
    Sampel:
    Tidak ada sampel manusia; menggunakan enzim xantin oksidase komersial
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan (studi in vitro)
    Temuan:
    Ekstrak jahe menunjukkan inhibisi signifikan terhadap aktivitas xantin oksidase dengan nilai IC50 sebesar 0,5 mg/mL. Mekanisme ini mendukung efek penurun asam urat jahe.
  4. Ekstrak Jahe Menurunkan Hiperurisemia dan Cedera Ginjal pada Tikus yang Diinduksi Oksonat Kalium

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada hewan
    Sampel:
    40 tikus jantan Sprague-Dawley dibagi 4 kelompok
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak jahe 100, 200, 400 mg/kg BB per oral selama 14 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak jahe dosis 200 mg/kg berat badan secara signifikan menurunkan kadar asam urat serum dan memperbaiki fungsi ginjal pada tikus hiperurisemia. Efek ini sebanding dengan allopurinol.
  5. Efikasi Jahe dalam Menurunkan Kadar Asam Urat pada Pasien Gout: Sebuah Studi Pilot

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi pilot (quasi-eksperimental)
    Sampel:
    20 pasien gout dengan kadar asam urat >7 mg/dL
    Dosis/Durasi:
    3 gram jahe segar dijus setiap hari selama 4 minggu
    Temuan:
    Setelah 4 minggu konsumsi jahe, kadar asam urat rata-rata turun dari 8,5 mg/dL menjadi 7,2 mg/dL. Pasien melaporkan penurunan nyeri sendi.
  6. Jahe sebagai Terapi Adjuvan untuk Hiperurisemia: Sebuah Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    12 studi (RCT dan non-RCT) dengan total 850 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Berdasarkan studi yang ditinjau, dosis 1-3 gram/hari selama 4-12 minggu
    Temuan:
    Sebagian besar studi melaporkan efek menguntungkan jahe dalam menurunkan kadar asam urat. Namun, kualitas studi bervariasi dan diperlukan uji klinis lebih besar.


Cari: