Adas untuk Asam Urat

Adas (Foeniculum vulgare) untuk Asam Urat, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Ekstrak Etanol Biji Adas (Foeniculum vulgare) terhadap Penurunan Kadar Asam Urat dan Aktivitas Xantin Oksidase pada Tikus Hiperurisemia

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 ekor tikus Wistar jantan yang diinduksi hiperurisemia dengan kalium oksonat
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kgBB per oral, diberikan selama 14 hari
    Temuan:
    Ekstrak etanol biji adas dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB secara signifikan menurunkan kadar asam urat serum dan menghambat aktivitas xantin oksidase hati pada tikus. Efeknya sebanding dengan allopurinol dosis 10 mg/kgBB.
  2. Aktivitas Penghambatan Xantin Oksidase oleh Ekstrak dan Fraksi Foeniculum vulgare secara In Vitro

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Ekstrak metanol, fraksi etil asetat, dan fraksi air dari biji adas; uji enzim xantin oksidase komersial
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 10-200 µg/mL, inkubasi 30 menit pada suhu 37°C
    Temuan:
    Fraksi etil asetat menunjukkan aktivitas penghambatan xantin oksidase paling kuat dengan nilai IC50 45,2 µg/mL, lebih rendah dibanding allopurinol (IC50 2,8 µg/mL). Kandungan flavonoid diduga sebagai senyawa aktif utama.
  3. Perbandingan Efek Antihiperurisemia Ekstrak Air dan Etanol Herba Adas (Foeniculum vulgare) pada Tikus Putih

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    40 ekor tikus Sprague-Dawley jantan yang diinduksi hiperurisemia dengan diet tinggi purin dan kalium oksonat
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 300 mg/kgBB per oral, diberikan selama 21 hari
    Temuan:
    Ekstrak etanol herba adas dosis 300 mg/kgBB lebih efektif menurunkan asam urat dibanding ekstrak air. Kedua ekstrak juga memperbaiki profil kreatinin dan ureum serta menunjukkan efek antiinflamasi dengan menurunkan TNF-α.
  4. Efek Sinergis Kombinasi Ekstrak Adas (Foeniculum vulgare) dan Allopurinol pada Tikus Hiperurisemia: Kajian Farmakodinamik dan Toksisitas

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    36 ekor tikus Wistar jantan yang diinduksi hiperurisemia
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak adas 100-200 mg/kgBB dan allopurinol 5-10 mg/kgBB, per oral selama 14 hari
    Temuan:
    Kombinasi ekstrak adas 200 mg/kgBB dengan allopurinol 5 mg/kgBB menghasilkan penurunan asam urat yang lebih baik dibanding monoterapi, serta mengurangi dosis allopurinol hingga 50%. Tidak ditemukan peningkatan toksisitas hati dan ginjal.
  5. Efektivitas dan Keamanan Herbal untuk Hiperurisemia dan Gout: Sebuah Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    15 uji klinis acak (RCT) dengan total 1.240 pasien hiperurisemia/gout, termasuk 2 studi yang menggunakan formulasi mengandung Foeniculum vulgare
    Dosis/Durasi:
    Variasi dosis (setara 2-6 g adas kering/hari) selama 4-12 minggu
    Temuan:
    Herbal yang mengandung adas secara signifikan menurunkan kadar asam urat serum (rata-rata penurunan 1,8 mg/dL) dibandingkan plasebo, dengan efek samping minimal. Namun, heterogenitas antar studi cukup tinggi sehingga diperlukan uji lebih lanjut.
  6. Uji Klinis Acak Tersamar Ganda Formulasi Herbal yang Mengandung Adas (Foeniculum vulgare) pada Pasien Gout dengan Hiperurisemia Ringan-Sedang

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Uji Klinis Acak Tersamar Ganda (RCT)
    Sampel:
    72 pasien gout dengan kadar asam urat 7-10 mg/dL, dibagi menjadi kelompok formulasi herbal (n=36) dan plasebo (n=36)
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak adas (setara 4 g simplisia) per hari dalam bentuk kapsul, selama 8 minggu
    Temuan:
    Formulasi herbal yang mengandung ekstrak adas 500 mg/hari selama 8 minggu menurunkan kadar asam urat rata-rata 2,1 mg/dL, lebih baik dari plasebo (0,3 mg/dL). Skor nyeri sendi juga menurun signifikan pada kelompok herbal.


Cari: