Cengkeh untuk Pneumonia

Cengkeh (Syzygium aromaticum) untuk Pneumonia, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae Penyebab Pneumonia

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    10 isolat klinis Streptococcus pneumoniae dan 10 isolat Haemophilus influenzae
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi uji 0,125–4% v/v; durasi inkubasi 24 jam pada 37°C
    Temuan:
    Minyak atsiri cengkeh menunjukkan aktivitas antibakteri kuat dengan diameter zona hambat rata-rata 18,5 mm terhadap S. pneumoniae dan 16,2 mm terhadap H. influenzae. Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) berkisar antara 0,25–0,5% v/v.
  2. Efek Eugenol dari Cengkeh terhadap Pneumonia yang Diinduksi Klebsiella pneumoniae pada Mencit: Studi In Vivo

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 ekor mencit BALB/c jantan, dibagi 5 kelompok (kontrol, kontrol infeksi, eugenol dosis rendah/sedang/tinggi)
    Dosis/Durasi:
    Eugenol 25, 50, 100 mg/kg BB/hari secara oral selama 7 hari
    Temuan:
    Eugenol dosis 50 mg/kg BB selama 7 hari secara signifikan menurunkan jumlah bakteri di paru (log CFU 4,2 vs 7,8 pada kontrol) dan menekan kadar TNF-α serta IL-6. Histopatologi menunjukkan berkurangnya infiltrasi neutrofil.
  3. Tinjauan Sistematis: Potensi Antimikroba dan Antiinflamasi Syzygium aromaticum pada Infeksi Saluran Pernapasan, Termasuk Pneumonia

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    25 studi (in vitro, in vivo, dan eksperimental) yang dipublikasikan tahun 2000–2021
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada dosis tunggal; rentang konsentrasi eugenol 0,1–100 µg/mL dalam studi in vitro
    Temuan:
    Cengkeh dan senyawa aktifnya (eugenol, β-kariofilen) menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap patogen pneumonia (S. pneumoniae, K. pneumoniae, P. aeruginosa) serta efek antiinflamasi melalui penghambatan NF-κB. Studi ini mendukung penggunaan cengkeh sebagai terapi adjuvan.
  4. Uji Klinis Acak: Efektivitas Ekstrak Cengkeh sebagai Adjuvan Antibiotik pada Pasien Pneumonia Komunitas

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT (Randomized Controlled Trial)
    Sampel:
    60 pasien pneumonia komunitas dewasa (30 kelompok intervensi, 30 kontrol), usia 18–65 tahun
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol cengkeh 500 mg (setara 12 mg eugenol) dua kali sehari selama 10 hari
    Temuan:
    Penambahan ekstrak cengkeh 500 mg/hari selama 10 hari pada terapi antibiotik standar mempercepat perbaikan klinis (rata-rata lama rawat 5,2 hari vs 7,1 hari) dan menurunkan kadar CRP serum secara signifikan.
  5. Meta-Analisis: Efektivitas Eugenol terhadap Bakteri Multidrug-Resisten Penyebab Pneumonia

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi in vitro dengan total 240 isolat bakteri (MRSA, K. pneumoniae penghasil ESBL, P. aeruginosa) dari tahun 2010–2023
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi eugenol 0,5–4 kali KHM (0,125–2% v/v); durasi paparan 6–24 jam
    Temuan:
    Eugenol memiliki efek bakterisidal yang kuat terhadap bakteri multidrug-resisten penyebab pneumonia dengan ukuran efek gabungan (Cohen’s d) sebesar 1,82 (95% CI: 1,45–2,19). Sinergisme dengan antibiotik (gentamisin, siprofloksasin) juga terkonfirmasi.
  6. Pengaruh Ekstrak Daun Cengkeh terhadap Respons Imun pada Pneumonia Akibat Virus Influenza: Studi pada Mencit

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    40 ekor mencit Swiss Webster, diinfeksi virus influenza A (H1N1) intranasal
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol daun cengkeh 100, 200, 400 mg/kg BB/hari secara oral selama 5 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak daun cengkeh dosis 200 mg/kg BB selama 5 hari menurunkan titer virus paru (log TCID50 3,1 vs 5,6) dan meningkatkan kadar IFN-γ serta sel T CD8+. Peradangan paru berkurang secara signifikan.


Cari: