Cengkeh untuk Osteoporosis

Cengkeh (Syzygium aromaticum) untuk Osteoporosis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pengaruh Ekstrak Etanol Cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap Kepadatan Mineral Tulang pada Tikus Ovariektomi

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 ekor tikus betina Wistar (12 minggu, 200-250 g) yang diovariektomi
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kgBB/hari secara oral selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak etanol cengkeh secara signifikan meningkatkan kepadatan mineral tulang femur dibandingkan kelompok kontrol. Efek ini diduga melalui mekanisme antioksidan eugenol yang menekan aktivitas osteoklas.
  2. Efek Eugenol terhadap Osteoklastogenesis dan Ekspresi RANKL pada Kultur Sel Osteoblas Manusia

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Kultur sel osteoblas dari donor manusia (n=3) dan prekursor osteoklas dari monosit
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 10-50 µM eugenol selama 72 jam
    Temuan:
    Eugenol menghambat diferensiasi osteoklas yang diinduksi RANKL dan menurunkan ekspresi gen katepsin K. Senyawa ini juga meningkatkan proliferasi osteoblas secara dosis-tergantung.
  3. Uji Klinis Acak Terkontrol: Suplementasi Minyak Cengkeh terhadap Marker Pembentukan Tulang pada Wanita Postmenopause

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 wanita postmenopause (usia 50-65 tahun, BMD T-score ≤ -1.0) dibagi dua kelompok
    Dosis/Durasi:
    500 mg minyak cengkeh (setara 50 mg eugenol) per kapsul, 2 kapsul/hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Kelompok yang mendapat minyak cengkeh menunjukkan peningkatan signifikan kadar osteokalsin (marker formasi tulang) dan penurunan kadar CTX-1 (marker resorpsi) setelah 12 minggu. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  4. Meta-Analisis: Efek Ekstrak Syzygium aromaticum terhadap Densitas Tulang pada Model Hewan Osteoporosis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    10 studi hewan (total 240 tikus/ mencit) dengan model osteoporosis ovariectomy atau induksi glukokortikoid
    Dosis/Durasi:
    Rentang dosis 100-400 mg/kgBB/hari selama 4-12 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan efek signifikan ekstrak cengkeh dalam meningkatkan BMD (SMD = 1.23, 95% CI 0.78-1.68) dan mengurangi jumlah osteoklas. Heterogenitas rendah hingga sedang antar studi.
  5. Systematic Review: Potensi Senyawa Eugenol dalam Cengkeh sebagai Agen Antiresorptif Tulang

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    17 artikel (in vitro, in vivo, dan klinis) yang dipublikasikan antara 2000-2020
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (review)
    Temuan:
    Eugenol dari cengkeh menunjukkan efek inhibisi terhadap osteoklas melalui jalur NF-κB dan MAPK, serta stimulasi osteoblas melalui aktivasi Wnt/β-katenin. Bukti klinis masih terbatas pada studi pilot.
  6. Studi In Vivo: Ekstrak Air Cengkeh Meningkatkan Ekspresi Osteoprotegerin dan Menurunkan RANKL pada Tikus Osteoporosis

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    24 tikus betina Sprague-Dawley (8 minggu, 150-200 g) diovariektomi
    Dosis/Durasi:
    250 mg/kgBB/hari secara oral selama 6 minggu
    Temuan:
    Ekstrak air cengkeh meningkatkan rasio OPG/RANKL di jaringan tulang femur dan menekan aktivitas osteoklas. Temuan ini mendukung mekanisme perlindungan tulang melalui jalur OPG/RANKL/RANK.
  7. Pengaruh Konsumsi Teh Cengkeh terhadap Kepadatan Tulang pada Populasi Lansia di Pedesaan: Studi Kohort Prospektif

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi Kohort
    Sampel:
    200 lansia (usia ≥60 tahun) dari desa di Jawa Tengah yang rutin minum teh cengkeh (n=100) vs tidak (n=100), diikuti 2 tahun
    Dosis/Durasi:
    2 cangkir teh cengkeh per hari (setara 3-4 kuntum cengkeh seduh) selama 2 tahun
    Temuan:
    Kelompok yang rutin minum teh cengkeh memiliki risiko lebih rendah mengalami penurunan BMD (HR 0.67, 95% CI 0.45-0.98) setelah dikontrol faktor konfounding. Efek lebih nyata pada wanita.


Cari: