Sampel:
30 ekor tikus Wistar jantan, dibagi menjadi 5 kelompok (kontrol normal, kontrol negatif, dan tiga kelompok dosis ekstrak cengkeh)
Dosis/Durasi:
Ekstrak etanol cengkeh dosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB/hari secara oral selama 10 hari bersamaan dengan induksi gentamisin (80 mg/kgBB/hari i.p.)
Temuan:
Pemberian ekstrak etanol bunga cengkeh dosis 200 mg/kgBB mampu menurunkan kadar ureum dan kreatinin serum secara signifikan serta memperbaiki histologi ginjal tikus yang mengalami nefrotoksisitas akibat gentamisin. Efek nefroprotektif diduga terkait aktivitas antioksidan senyawa eugenol.