Cengkeh untuk Gagal Ginjal

Cengkeh (Syzygium aromaticum) untuk Gagal Ginjal, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Nefroprotektif Ekstrak Etanol Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap Ginjal Tikus yang Diinduksi Gentamisin

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    30 ekor tikus Wistar jantan, dibagi menjadi 5 kelompok (kontrol normal, kontrol negatif, dan tiga kelompok dosis ekstrak cengkeh)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol cengkeh dosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB/hari secara oral selama 10 hari bersamaan dengan induksi gentamisin (80 mg/kgBB/hari i.p.)
    Temuan:
    Pemberian ekstrak etanol bunga cengkeh dosis 200 mg/kgBB mampu menurunkan kadar ureum dan kreatinin serum secara signifikan serta memperbaiki histologi ginjal tikus yang mengalami nefrotoksisitas akibat gentamisin. Efek nefroprotektif diduga terkait aktivitas antioksidan senyawa eugenol.
  2. Aktivitas Antioksidan dan Nefroprotektif Ekstrak Cengkeh pada Nefropati Diabetik Tikus

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    24 ekor tikus Sprague-Dawley jantan dengan diabetes induksi streptozotocin, dibagi menjadi 4 kelompok
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol cengkeh dosis 125, 250, dan 500 mg/kgBB/hari secara oral selama 28 hari
    Temuan:
    Ekstrak cengkeh dosis 250 mg/kgBB selama 4 minggu menurunkan kadar glukosa darah, kreatinin, dan BUN (Blood Urea Nitrogen) serta meningkatkan aktivitas enzim antioksidan superoksida dismutase (SOD) di jaringan ginjal. Temuan menunjukkan potensi cengkeh sebagai adjuvant terapi nefropati diabetik.
  3. Pengaruh Pemberian Minyak Cengkeh terhadap Kadar Ureum dan Kreatinin pada Tikus dengan Gagal Ginjal Akut Akibat Induksi Karbon Tetraklorida

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    25 ekor tikus Wistar jantan, diinduksi CCl4 untuk menyebabkan gagal ginjal akut
    Dosis/Durasi:
    Minyak cengkeh dosis 0,25; 0,5; dan 0,75 mL/kgBB/hari secara oral selama 7 hari setelah induksi CCl4
    Temuan:
    Minyak cengkeh dosis 0,5 mL/kgBB secara signifikan menurunkan kadar ureum dan kreatinin dibandingkan kelompok kontrol negatif. Perbaikan fungsi ginjal sebanding dengan dosis yang lebih tinggi, tanpa efek toksik yang nyata.
  4. Efek Protektif Eugenol terhadap Nefrotoksisitas yang Diinduksi Cisplatin pada Tikus

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    30 ekor tikus Swiss albino jantan, diinduksi cisplatin dosis nefrotoksik
    Dosis/Durasi:
    Eugenol dosis 50, 100, dan 200 mg/kgBB/hari secara oral selama 5 hari sebelum dan 5 hari setelah induksi cisplatin (7,5 mg/kgBB i.p.)
    Temuan:
    Eugenol (senyawa utama cengkeh) dosis 100 mg/kgBB mampu mengurangi peningkatan kreatinin serum dan malondialdehid (MDA) ginjal, serta mempertahankan aktivitas katalase dan SOD. Eugenol melindungi ginjal melalui mekanisme antioksidan dan antiinflamasi.
  5. Systematic Review: Potensi Tanaman Obat Indonesia sebagai Nefroprotektor pada Gagal Ginjal

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    22 studi terkait 10 tanaman obat, termasuk Syzygium aromaticum (cengkeh), yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Tidak teraplikasi (review); rentang dosis pada studi hewan 50-500 mg/kgBB ekstrak cengkeh
    Temuan:
    Cengkeh muncul sebagai salah satu tanaman dengan bukti kuat efek nefroprotektif pada studi hewan, terutama melalui kandungan eugenol. Namun, uji klinis pada manusia masih sangat terbatas dan diperlukan penelitian lebih lanjut untuk validasi dosis dan keamanan.
  6. Uji Klinis Pendahuluan Pengaruh Suplemen Ekstrak Cengkeh terhadap Fungsi Ginjal pada Pasien Diabetes Tipe 2 dengan Mikroalbuminuria

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Uji Klinis (Pilot Study)
    Sampel:
    40 pasien diabetes tipe 2 dengan mikroalbuminuria, dibagi secara acak menjadi kelompok plasebo dan kelompok ekstrak cengkeh
    Dosis/Durasi:
    Kapsul ekstrak cengkeh 300 mg (standar eugenol 10%) sekali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak cengkeh 300 mg/hari selama 12 minggu menurunkan rasio albumin-kreatinin urin (UACR) sebesar 18% dibandingkan plasebo, serta memperbaiki kadar kreatinin serum dan laju filtrasi glomerulus (eGFR) secara moderat. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.


Cari: