Cengkeh untuk Diabetes

Cengkeh (Syzygium aromaticum) untuk Diabetes, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek suplementasi ekstrak cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap kontrol glikemik dan profil lipid pada pasien diabetes tipe 2: uji klinis acak tersamar ganda

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien diabetes tipe 2 (30 per kelompok, usia 35-65 tahun)
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak cengkeh per hari (dalam bentuk kapsul) selama 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak cengkeh 500 mg/hari selama 8 minggu secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah puasa, HbA1c, dan kolesterol LDL dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  2. Pengaruh konsumsi bubuk cengkeh terhadap resistensi insulin dan kadar glukosa pada subjek prediabetes: uji klinis acak terkontrol plasebo

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    40 subjek prediabetes (indeks HOMA-IR ≥ 2,5, usia 40-60 tahun)
    Dosis/Durasi:
    3 gram bubuk cengkeh (Syzygium aromaticum) per hari dalam bentuk kapsul selama 12 minggu
    Temuan:
    Konsumsi 3 g bubuk cengkeh per hari selama 12 minggu secara signifikan menurunkan HOMA-IR, glukosa puasa, dan kadar insulin. Temuan menunjukkan potensi cengkeh dalam mencegah progresi menjadi diabetes tipe 2.
  3. Efek ekstrak cengkeh terhadap stres oksidatif dan kontrol glikemik pada pasien diabetes tipe 2: uji klinis terbuka

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Uji klinis (non-RCT)
    Sampel:
    45 pasien diabetes tipe 2 (25 pria, 20 wanita, usia 45-70 tahun)
    Dosis/Durasi:
    250 mg ekstrak cengkeh (standar eugenol 10%) dua kali sehari (total 500 mg/hari) selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak cengkeh 250 mg dua kali sehari selama 8 minggu meningkatkan kapasitas antioksidan total dan menurunkan kadar HbA1c serta malondialdehid. Efek ini berkaitan dengan kandungan eugenol dan flavonoid.
  4. Meta-analisis efek cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap kadar glukosa darah dan insulin pada model diabetes hewan coba

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi hewan (tikus dan mencit) dengan total 280 subjek
    Dosis/Durasi:
    Rentang dosis 10-100 mg/kg BB (oral), durasi 2-6 minggu
    Temuan:
    Cengkeh secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa dan meningkatkan kadar insulin pada hewan diabetes. Efek terlihat pada dosis 10-100 mg/kg BB dengan durasi 2-6 minggu, tanpa heterogenitas signifikan antar studi.
  5. Tinjauan sistematis efek antidiabetes cengkeh (Syzygium aromaticum) dan senyawa aktifnya

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    21 studi (in vitro, in vivo, dan klinis) yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi, ekstrak cengkeh 250-3000 mg/hari pada manusia
    Temuan:
    Cengkeh dan senyawa aktifnya (eugenol, asam galat, flavonoid) menunjukkan efek antidiabetes melalui mekanisme peningkatan sekresi insulin, penghambatan α-glukosidase, dan aktivitas antioksidan. Studi klinis masih terbatas namun menjanjikan.
  6. Efek antidiabetes eugenol dari cengkeh terhadap sensitivitas insulin dan profil glukosa pada tikus diabetes tipe 2

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi eksperimental hewan
    Sampel:
    30 tikus jantan galur Sprague-Dawley yang diinduksi diabetes dengan streptozotocin-nicotinamide
    Dosis/Durasi:
    20 mg/kg BB eugenol (dilarutkan dalam minyak zaitun) per oral setiap hari selama 4 minggu
    Temuan:
    Pemberian eugenol 20 mg/kg BB per oral selama 4 minggu secara signifikan menurunkan glukosa darah, meningkatkan toleransi glukosa, dan memperbaiki sensitivitas insulin melalui regulasi jalur sinyal PI3K/Akt.


Cari: