Advertisement
Salvia miltiorrhiza, yang lebih dikenal sebagai Dan Shen atau Salvia Root, adalah tanaman herbal abadi anggota famili Lamiaceae yang berasal dari Tiongkok dan Jepang. Akar berwarna merah kecokelatan ini telah digunakan selama ribuan tahun dalam pengobatan tradisional Tiongkok (TCM) sebagai tonik darah dan pengatur sirkulasi. Secara klasik, Dan Shen dikategorikan sebagai herbal yang 'mendinginkan darah' dan 'mengaktifkan aliran qi', sehingga kerap diresepkan untuk gangguan kardiovaskular, nyeri dada (angina), serta kondisi peradangan kronis. Popularitasnya di dunia modern melonjak setelah penelitian farmakologi mengonfirmasi kandungan senyawa bioaktif utamanya, yaitu tanshinone (golongan diterpenoid) dan asam salvianolat (golongan asam fenolik).
Tumbuh subur di daerah lereng bukit, pinggiran hutan, atau sepanjang aliran sungai. Suka dengan iklim yang sejuk, tanah yang subur, berpasir, dan punya sistem drainase yang baik agar akar tidak busuk. Karakteristik/ciri-ciri Sage Merah (Salvia miltiorrhiza):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Bagian paling ikonik; warnanya merah bata atau merah kecokelatan, berbentuk silindris, dan punya tekstur agak kasar. |
| Batang | Tumbuh tegak, bentuknya kotak (segi empat) khas keluarga Lamiaceae, dan biasanya punya bulu-bulu halus di permukaannya. |
| Daun | Tumbuh berpasangan, bentuknya menyirip ganjil (seperti bulu) dengan pinggiran yang bergerigi, permukaannya ditutupi rambut-rambut tipis. |
| Bunga | Berukuran kecil, bentuknya seperti bibir (bilabiate), berwarna ungu kebiruan, dan tumbuh berkelompok pada tangkai bunga yang panjang. |
| Buah | Berupa nutlet (buah kecil kering) yang letaknya tersembunyi di dalam kelopak bunga yang sudah mengering. |
8 Manfaat Sage Merah untuk kesehatan.
Tanshinone IIA dan asam salvianolat B menghambat agregasi platelet melalui jalur cAMP/PKA dan menurunkan ekspresi P-selectin; menghambat jalur NF-κB untuk mengurangi adhesi leukosit dan inflamasi vaskular; meningkatkan vasodilatasi melalui aktivasi eNOS/NO. Efek antiaterosklerotik melalui regulasi reseptor LDL dan penghambatan oksidasi LDL.
Cryptotanshinone dan tanshinone IIA menghambat jalur MAPK/ERK dan NF-κB, menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6) serta menekan aktivitas COX-2 dan iNOS di sinoviosit dan kondrosit.
Asam salvianolat B dan polifenol lain menangkap radikal bebas (ROS, RNS) langsung, mengaktivasi jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx), dan mengkhelat ion logam transisi (Fe²⁺, Cu²⁺).
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sage Merah.
Interaksi & Kontraindikasi Sage Merah dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Sage Merah (Salvia miltiorrhiza), yang dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Danshen, secara luas digunakan untuk kondisi kardiovaskular dan serebrovaskular. Meskipun umumnya dianggap aman bila digunakan dengan tepat, penggunaan tanaman ini dapat menimbulkan berbagai efek samping, terutama pada sistem pencernaan dan sistem koagulasi darah. Efek samping gastrointestinal yang paling sering dilaporkan meliputi mual, muntah, kehilangan nafsu makan, mulut kering, dan diare ringan. Beberapa pasien juga melaporkan gejala neurologis ringan seperti pusing, sakit kepala, dan rasa tidak nyaman di rongga mulut setelah mengonsumsi ekstrak Sage Merah.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Sage Merah.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sage Merah.