Advertisement
Bupleurum chinense, yang dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Chai Hu, adalah tanaman herbal tahunan atau dua tahunan dari famili Apiaceae. Tanaman ini tumbuh alami di daerah beriklim sedang di Asia Timur, terutama di Tiongkok, Jepang, dan Korea. Secara botani, B. chinense memiliki batang tegak dengan tinggi mencapai 60–80 cm, daun berbentuk lanset yang tersusun berselang, dan bunga majemuk berwarna kuning yang membentuk payung majemuk (umbel). Akar tanaman ini, yang merupakan bagian paling bernilai secara medis, berwarna cokelat kekuningan dan memiliki aroma khas. Habitat alaminya meliputi lereng bukit, padang rumput, dan tepi sungai di ketinggian 500–2.500 meter di atas permukaan laut.
Advertisement
Dalam kerangka Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM), Chai Hu diklasifikasikan sebagai herbal yang bersifat sedikit dingin, dengan rasa pahit dan pedas. Herbal ini secara tradisional digunakan untuk "mengeluarkan patogen dari lapisan Shaoyang" (salah satu tahap patogenesis dalam teori enam lapisan TCM), sehingga sering diresepkan untuk demam bergantian, rasa penuh di dada dan hipokondrium, serta gangguan emosi seperti kemurungan dan mudah tersinggung. Chai Hu juga dikenal sebagai "pengatur qi hati" (shu gan jie yu) karena kemampuannya melancarkan aliran energi hati yang terhambat. Formulasi klasik seperti Xiao Chai Hu Tang (Small Bupleurum Decoction) dan Chai Hu Shu Gan San adalah contoh utama penggunaan herbal ini dalam mengatasi disfungsi hati dan limpa, termasuk sindrom iritasi usus besar, hepatitis kronis, dan depresi ringan.
Penelitian farmakologi modern telah mengidentifikasi berbagai senyawa bioaktif dalam akar Bupleurum chinense, terutama saikosaponin (seperti saikosaponin a, c, d), flavonoid (seperti quercetin dan kaempferol), serta polisakarida. Saikosaponin terbukti memiliki efek antiinflamasi, hepatoprotektif, dan imunomodulator melalui penghambatan jalur NF-κB dan aktivasi jalur Nrf2. Selain itu, studi in vitro dan in vivo menunjukkan bahwa ekstrak Chai Hu dapat mengurangi peradangan saluran pernapasan, menghambat pertumbuhan sel kanker tertentu, dan meningkatkan respons imun seluler. Namun, karena potensi hepatotoksisitas pada dosis tinggi dan interaksi dengan obat lain, penggunaan Chai Hu harus diawasi oleh praktisi herbal yang berpengalaman. Secara keseluruhan, B. chinense merupakan contoh menarik dari jembatan antara etnobotani dan farmakologi modern.
Manfaat Bupleurum / Chai Hu untuk kesehatan.
Menghambat apoptosis hepatosit melalui regulasi jalur mitokondria dan penekanan aktivasi NF-κB; mengurangi stres oksidatif dengan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, GSH-Px); memodulasi respons imun dengan menurunkan TNF-α dan IL-6.
Menghambat aktivitas COX-2 dan iNOS, menurunkan produksi prostaglandin E2 dan NO; memblokir jalur sinyal MAPK/NF-κB sehingga mengurangi ekspresi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6).
Meningkatkan kadar neurotransmitter monoamin (serotonin, dopamin, norepinefrin) di sinaps; mengaktifkan jalur cAMP/PKA/CREB dan meningkatkan ekspresi BDNF di hipokampus; mengurangi stres oksidatif dan neuroinflamasi.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Bupleurum / Chai Hu.