Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas dan keamanan Salvia miltiorrhiza dalam pengobatan angina pektoris stabil: meta-analisis uji klinis acak terkontrol

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    1.214 pasien angina pektoris stabil dari 12 uji acak terkontrol
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak Salvia miltiorrhiza 300–900 mg/hari, diberikan selama 4–24 minggu.
    Temuan:
    Salvia miltiorrhiza secara signifikan mengurangi frekuensi serangan angina dan meningkatkan toleransi latihan. Efek samping yang dilaporkan ringan dan tidak berbeda bermakna dengan kelompok kontrol.
  2. Tanshinone IIA sebagai senyawa aktif Salvia miltiorrhiza untuk terapi tambahan pada sindrom koroner akut: tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review & Meta-Analisis
    Sampel:
    1.857 pasien sindrom koroner akut dari 16 uji acak terkontrol
    Dosis/Durasi:
    Tanshinone IIA 40–80 mg/hari secara intravena selama 14 hari.
    Temuan:
    Penambahan tanshinone IIA pada terapi standar menurunkan risiko kejadian kardiovaskular mayor. Tidak ditemukan peningkatan risiko perdarahan mayor yang signifikan.
  3. Efek suplementasi ekstrak Salvia miltiorrhiza terhadap kontrol glikemik dan profil lipid pada pasien diabetes melitus tipe 2: uji klinis acak tersamar ganda

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT (Uji Klinis Acak Terkontrol)
    Sampel:
    80 pasien diabetes melitus tipe 2 (40 intervensi, 40 plasebo)
    Dosis/Durasi:
    1.500 mg/hari ekstrak kering Salvia miltiorrhiza dalam bentuk kapsul selama 12 minggu.
    Temuan:
    Ekstrak Salvia miltiorrhiza menurunkan HbA1c dan LDL secara bermakna dibandingkan plasebo setelah 12 minggu. Kadar HDL dan trigliserida tidak berubah secara signifikan.
  4. Salvia miltiorrhiza untuk nefropati diabetik: tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review & Meta-Analisis
    Sampel:
    1.580 pasien nefropati diabetik dari 15 uji acak terkontrol
    Dosis/Durasi:
    Sediaan oral 225–1.500 mg/hari atau injeksi 20–80 ml/hari, durasi 8–24 minggu.
    Temuan:
    Terapi tambahan Salvia miltiorrhiza menurunkan albuminuria dan serum kreatinin pada pasien nefropati diabetik. Hasil ini mendukung penggunaannya sebagai adjuvan pada terapi konvensional.
  5. Efikasi dan keamanan Salvia miltiorrhiza pada penyakit ginjal kronis: meta-analisis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    2.104 pasien penyakit ginjal kronis dari 28 studi
    Dosis/Durasi:
    Dosis oral 400–1.000 mg/hari atau sediaan injeksi, selama 8–24 minggu.
    Temuan:
    Salvia miltiorrhiza menurunkan kadar serum kreatinin dan proteinuria tanpa meningkatkan efek samping berat. Namun, kualitas bukti rendah hingga sedang sehingga diperlukan studi berskala lebih besar.
  6. Tanshinone IIA dari Salvia miltiorrhiza untuk stroke iskemik akut: tinjauan sistematis dan meta-analisis uji acak terkontrol

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review & Meta-Analisis
    Sampel:
    1.346 pasien stroke iskemik akut dari 18 uji acak terkontrol
    Dosis/Durasi:
    Tanshinone IIA 20–60 mg/hari intravena, diberikan selama 14–21 hari.
    Temuan:
    Tanshinone IIA intravena memperbaiki skor defisit neurologis dan kemampuan aktivitas harian pada stroke iskemik akut. Tidak terjadi peningkatan risiko perdarahan intrakranial yang bermakna.

Advertisement


Cari: