Advertisement
Selaginella doederleinii, yang dikenal luas dengan nama lokal Cakar Ayam, merupakan tumbuhan paku purba anggota famili Selaginellaceae. Morfologinya yang khas, dengan percabangan daun kecil menyerupai cakar unggas, menjadi asal-usul namanya. Tumbuhan ini memiliki batang menjalar atau tegak dengan daun-daun kecil yang tersusun rapat, memberikan tekstur seperti lumut. Sebagai tanaman paku heterospora, S. doederleinii menghasilkan dua jenis spora (mikrospora dan makrospora), suatu ciri khas yang membedakannya dari paku homospora biasa. Secara ekologis, spesies ini banyak ditemukan di hutan tropis Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, tumbuh subur di tempat lembap dan ternaungi seperti dasar hutan atau tebing berbatu yang lembap.
Tumbuhan ini biasanya nangkring di tempat-tempat yang lembap dan teduh, seperti di lantai hutan, tebing bebatuan, atau area sekitar aliran air yang nggak kena matahari langsung. Karakteristik/ciri-ciri Cakar Ayam (Selaginella doederleinii):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Sistem akarnya jenis rizofor, yaitu akar yang muncul dari batang dan tumbuh ke bawah menuju tanah untuk menyerap nutrisi. |
| Batang | Batangnya bercabang-cabang kayak garpu (dikotom), teksturnya agak kaku, dan biasanya menjalar atau merayap di atas permukaan tanah. |
| Daun | Daunnya kecil-kecil (mikrofil) dan punya dua bentuk (heterofili); ada daun yang lebih besar dan ada yang lebih kecil yang tersusun rapat mirip sisik ikan. |
| Organ Reproduksi | Tidak punya bunga, sebagai gantinya dia pakai strobilus (kumpulan sporangium) yang terletak di ujung-ujung cabang batang, bentuknya mirip kerucut kecil. |
| Tampilan Umum | Sekilas mirip tanaman paku-pakuan atau lumut besar yang punya pola percabangan simetris dan terlihat seperti cakar ayam yang sedang meregang. |
8 Manfaat Cakar Ayam untuk kesehatan.
Ekstrak Selaginella doederleinii menginduksi apoptosis melalui jalur intrinsik mitokondria dengan meningkatkan ekspresi Bax, menurunkan Bcl-2, serta mengaktivasi kaspase-3 dan kaspase-9. Penghambatan jalur PI3K/Akt/mTOR dan NF-κB juga terlibat.
Menghambat produksi TNF-α, IL-6, dan COX-2 melalui downregulasi jalur NF-κB dan MAPK (p38, ERK) pada makrofag RAW264.7.
Mengaktivasi Nrf2/ARE pathway, meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti SOD, CAT, dan GPx. Senyawa flavonoid langsung menangkap radikal bebas (DPPH, ABTS).
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Cakar Ayam.
Interaksi & Kontraindikasi Cakar Ayam dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Cakar Ayam (Selaginella doederleinii) adalah tanaman obat tradisional yang sering digunakan dalam pengobatan alternatif untuk mengatasi berbagai kondisi, termasuk sebagai antioksidan dan agen antikanker. Namun, konsumsi tanaman ini tidak bebas dari risiko efek samping. Berdasarkan penelitian toksikologi dan penggunaan klinis, efek samping yang paling sering dilaporkan berkaitan dengan gangguan saluran pencernaan. Pasien sering kali mengeluhkan mual, muntah, nyeri lambung, dan diare setelah mengonsumsi ekstrak tanaman ini, terutama dalam dosis tinggi atau jangka panjang. Hal ini disebabkan oleh adanya senyawa aktif tertentu yang bersifat mengiritasi mukosa lambung dan saluran pencernaan manusia.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Cakar Ayam.