Cakar Ayam

Selaginella doederleinii | Selaginella doederleinii
Cakar Ayam
Nama
Cakar Ayam (Selaginella doederleinii)
Nama Latin/Ilmiah
Selaginella doederleinii
Bagian Digunakan
Seluruh Bagian Tanaman
Rasa
Manis, pahit

Nama Lain
Cakar Ayam (Malaysia), Shi Shang Bai (China), Blue Spikemoss (Inggris), Kradook Kai (Thailand)
Asal
Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand
Kandungan Utama
Biflavonoid, alkaloid, triterpenoid

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Cakar Ayam

Selaginella doederleinii, yang dikenal luas dengan nama lokal Cakar Ayam, merupakan tumbuhan paku purba anggota famili Selaginellaceae. Morfologinya yang khas, dengan percabangan daun kecil menyerupai cakar unggas, menjadi asal-usul namanya. Tumbuhan ini memiliki batang menjalar atau tegak dengan daun-daun kecil yang tersusun rapat, memberikan tekstur seperti lumut. Sebagai tanaman paku heterospora, S. doederleinii menghasilkan dua jenis spora (mikrospora dan makrospora), suatu ciri khas yang membedakannya dari paku homospora biasa. Secara ekologis, spesies ini banyak ditemukan di hutan tropis Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, tumbuh subur di tempat lembap dan ternaungi seperti dasar hutan atau tebing berbatu yang lembap.

Baca Lebih Lanjut
Update: 15 Agu 2026 - 16:41:49
 

II. Ciri-ciri Cakar Ayam

Tumbuhan ini biasanya nangkring di tempat-tempat yang lembap dan teduh, seperti di lantai hutan, tebing bebatuan, atau area sekitar aliran air yang nggak kena matahari langsung. Karakteristik/ciri-ciri Cakar Ayam (Selaginella doederleinii):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Sistem akarnya jenis rizofor, yaitu akar yang muncul dari batang dan tumbuh ke bawah menuju tanah untuk menyerap nutrisi.
Batang Batangnya bercabang-cabang kayak garpu (dikotom), teksturnya agak kaku, dan biasanya menjalar atau merayap di atas permukaan tanah.
Daun Daunnya kecil-kecil (mikrofil) dan punya dua bentuk (heterofili); ada daun yang lebih besar dan ada yang lebih kecil yang tersusun rapat mirip sisik ikan.
Organ Reproduksi Tidak punya bunga, sebagai gantinya dia pakai strobilus (kumpulan sporangium) yang terletak di ujung-ujung cabang batang, bentuknya mirip kerucut kecil.
Tampilan Umum Sekilas mirip tanaman paku-pakuan atau lumut besar yang punya pola percabangan simetris dan terlihat seperti cakar ayam yang sedang meregang.

III. Manfaat Cakar Ayam

8 Manfaat Cakar Ayam untuk kesehatan.

  1. Aktivitas Antikanker (Kanker Payudara)

    Ekstrak Selaginella doederleinii menginduksi apoptosis melalui jalur intrinsik mitokondria dengan meningkatkan ekspresi Bax, menurunkan Bcl-2, serta mengaktivasi kaspase-3 dan kaspase-9. Penghambatan jalur PI3K/Akt/mTOR dan NF-κB juga terlibat.

    Senyawa Aktif: Amentoflavone, Robustaflavone, Selaginellin
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi (Artritis Reumatoid)

    Menghambat produksi TNF-α, IL-6, dan COX-2 melalui downregulasi jalur NF-κB dan MAPK (p38, ERK) pada makrofag RAW264.7.

    Senyawa Aktif: Amentoflavone, Isocryptomerin, Selaginpulvilin
    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Mengaktivasi Nrf2/ARE pathway, meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti SOD, CAT, dan GPx. Senyawa flavonoid langsung menangkap radikal bebas (DPPH, ABTS).

    Senyawa Aktif: Amentoflavone, Rutin, Kaempferol-3-glucoside
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Cakar Ayam

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Cakar Ayam.

  1. Golongan: Biflavonoid
    Bagian Tanaman: Daun dan batang (herba)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antiproliferatif (apoptosis Sel Kanker), Antivirus (HIV, Influenza), Antioksidan.
    Tampilkan
  2. Hinokiflavone

    Golongan: Biflavonoid
    Bagian Tanaman: Daun dan batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker (induksi Apoptosis Melalui Jalur Mitokondria), AntiHIV, Antibakteri (Staphylococcus Aureus).
    Tampilkan
  3. Robustaflavone

    Golongan: Biflavonoid
    Bagian Tanaman: Daun dan batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi (inhibisi COX-2), Antioksidan, Antikanker (penghambat Proliferasi Sel HeLa).
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Cakar Ayam

Interaksi & Kontraindikasi Cakar Ayam dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan antikoagulan (warfarin, heparin, aspirin)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari kombinasi karena risiko perdarahan meningkat. Pantau INR secara ketat jika tidak terhindarkan.

  2. Penggunaan bersamaan dengan obat antidiabetes (insulin, sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Pantau kadar gula darah secara teratur karena potensi hipoglikemia. Konsultasikan dengan dokter untuk penyesuaian dosis.

  3. Penggunaan bersamaan dengan imunosupresan (siklosporin, kortikosteroid, azatioprin)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Kontraindikasi karena efek imunostimulan Cakar Ayam dapat mengurangi efektivitas imunosupresan. Hindari penggunaan bersamaan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+11)

VI. Efek Samping Cakar Ayam

Cakar Ayam (Selaginella doederleinii) adalah tanaman obat tradisional yang sering digunakan dalam pengobatan alternatif untuk mengatasi berbagai kondisi, termasuk sebagai antioksidan dan agen antikanker. Namun, konsumsi tanaman ini tidak bebas dari risiko efek samping. Berdasarkan penelitian toksikologi dan penggunaan klinis, efek samping yang paling sering dilaporkan berkaitan dengan gangguan saluran pencernaan. Pasien sering kali mengeluhkan mual, muntah, nyeri lambung, dan diare setelah mengonsumsi ekstrak tanaman ini, terutama dalam dosis tinggi atau jangka panjang. Hal ini disebabkan oleh adanya senyawa aktif tertentu yang bersifat mengiritasi mukosa lambung dan saluran pencernaan manusia.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Cakar Ayam

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Cakar Ayam.

Apa itu Cakar Ayam (Selaginella doederleinii) dan apa kandungan fitokimia utamanya?
Cakar Ayam adalah tumbuhan paku dari famili Selaginellaceae yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional Asia, terutama di Tiongkok dan Indonesia. Secara fitokimia, tumbuhan ini kaya akan biflavonoid seperti amentoflavone, robustaflavone, dan hinokiflavone, serta mengandung alkaloid, steroid, tanin, dan polifenol (Li et al., 2020). Senyawa-senyawa ini bertanggung jawab atas aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antikanker yang dilaporkan dalam berbagai studi.
Apa manfaat kesehatan dari konsumsi Cakar Ayam berdasarkan bukti ilmiah?
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Cakar Ayam memiliki efek antioksidan yang kuat, membantu melindungi sel dari kerusakan radikal bebas (Zhang et al., 2018). Selain itu, senyawa amentoflavone diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi dengan menghambat enzim siklooksigenase-2 (COX-2) (Chen et al., 2015). Studi praklinis juga melaporkan potensi antikanker terhadap beberapa jenis sel kanker, seperti kanker serviks dan hepatoma, melalui induksi apoptosis (Wang et al., 2019). Namun, sebagian besar bukti masih terbatas pada penelitian in vitro dan hewan, sehingga diperlukan lebih banyak uji klinis pada manusia.
Bagaimana cara konsumsi Cakar Ayam yang aman dan berapa dosis harian yang dianjurkan?
Konsumsi tradisional biasanya dilakukan dengan merebus 30–60 gram herba kering Cakar Ayam dalam air hingga mendidih, lalu diminum air rebusannya satu hingga dua kali sehari. Namun, belum ada dosis standar yang ditetapkan secara resmi oleh otoritas kesehatan. Penelitian farmakologi menyarankan penggunaan ekstrak etanol 70% dengan dosis setara 200–400 mg/kg berat badan pada hewan, tetapi dosis manusia perlu dikonversi secara hati-hati (Li et al., 2020). Disarankan untuk memulai dengan dosis rendah dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional untuk menghindari risiko toksisitas.
Apakah ada efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan Cakar Ayam?
Secara umum, Cakar Ayam dianggap aman bila digunakan dalam jumlah wajar dan dalam jangka pendek. Efek samping yang pernah dilaporkan meliputi gangguan pencernaan ringan seperti mual, diare, atau sakit perut. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko perdarahan karena kandungan amentoflavone memiliki efek antikoagulan lemah (Zhang et al., 2018). Reaksi alergi pada individu sensitif juga mungkin terjadi. Hingga saat ini, belum ada laporan toksisitas akut yang serius, namun data keamanan jangka panjang masih terbatas.
Apakah Cakar Ayam aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Keamanan penggunaan Cakar Ayam pada ibu hamil dan menyusui belum diteliti secara memadai. Senyawa biflavonoid dalam tumbuhan ini dapat mempengaruhi kontraksi otot polos rahim dan berpotensi meningkatkan risiko keguguran pada dosis tinggi (Chen et al., 2015). Oleh karena itu, ibu hamil dan menyusui sangat disarankan untuk menghindari konsumsi Cakar Ayam, kecuali di bawah pengawasan tenaga kesehatan yang kompeten, dan sebaiknya tidak menggunakannya tanpa data keamanan yang jelas.
Apakah Cakar Ayam aman untuk bayi dan anak-anak?
Belum ada studi klinis yang memadai mengenai keamanan dan dosis Cakar Ayam pada bayi dan anak-anak. Sistem metabolisme dan organ anak masih berkembang, sehingga lebih rentan terhadap efek samping potensial. Selain itu, efek farmakologis seperti antikoagulan dan imunomodulator dapat mengganggu keseimbangan fisiologis anak (Wang et al., 2019). Oleh karena itu, pemberian Cakar Ayam pada bayi dan anak-anak tidak dianjurkan tanpa rekomendasi khusus dari dokter dan hanya boleh dipertimbangkan jika manfaatnya jelas lebih besar daripada risikonya.
Apakah Cakar Ayam dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Ya, Cakar Ayam berpotensi berinteraksi dengan beberapa jenis obat. Kandungan amentoflavone diketahui memiliki efek antikoagulan, sehingga dapat meningkatkan risiko perdarahan bila dikombinasikan dengan obat pengencer darah seperti warfarin atau aspirin (Zhang et al., 2018). Selain itu, efek antiinflamasi dan imunomodulatornya dapat memengaruhi kerja obat imunosupresan atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Pasien yang mengonsumsi obat resep sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Cakar Ayam untuk menghindari interaksi yang tidak diinginkan.

Keji Beling

Strobilanthes crispa

Daun Encok

Plumbago zeylanica

Cari: