Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Tinjauan Komprehensif Stellaria media: Penggunaan Tradisional, Fitokimia, dan Aktivitas Farmakologi

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    87 artikel ilmiah dari PubMed, Scopus, dan Google Scholar (1980–2021) yang mencakup aspek botani, fitokimia, dan farmakologi Stellaria media.
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku; studi pustaka.
    Temuan:
    Stellaria media mengandung flavonoid, saponin, asam fenolat, dan polisakarida yang berperan dalam aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, dan hepatoprotektif. Namun, meta-analisis uji klinis pada manusia belum tersedia sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut.
  2. Studi Network Pharmacology dan Molecular Docking Stellaria media untuk Diabetes Melitus Tipe 2

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi In Silico
    Sampel:
    30 senyawa aktif Stellaria media dan 75 target terapeutik diabetes tipe 2 dari database PubChem, SwissTargetPrediction, dan GeneCards.
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku; simulasi molecular docking.
    Temuan:
    Flavonoid utama seperti apigenin dan luteolin berikatan dengan target PPARG, AKT1, dan AMPK melalui jalur PI3K-Akt dan sinyal insulin. Hasil ini menunjukkan potensi antidiabetes dari Stellaria media yang perlu divalidasi secara eksperimental.
  3. Efek Hepatoprotektif Ekstrak Etanol Stellaria media terhadap Cedera Hati Akibat Karbon Tetraklorida pada Tikus

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental (In Vivo)
    Sampel:
    30 tikus Sprague-Dawley jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok: normal, kontrol CCl4, silymarin 100 mg/kg, ekstrak Stellaria media 200 mg/kg, dan ekstrak 400 mg/kg.
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol diberikan oral dengan dosis 200 dan 400 mg/kg BB selama 14 hari; CCl4 1 mL/kg diberikan intraperitoneal pada hari ke-7 dan ke-10.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Stellaria media dosis 400 mg/kg menurunkan kadar ALT dan AST secara signifikan serta mengurangi peroksidasi lipid dan memulihkan aktivitas superoksida dismutase. Efek hepatoprotektifnya sebanding dengan silymarin.
  4. Aktivitas Antioksidan dan Antimikroba Ekstrak Stellaria media serta Korelasinya dengan Kandungan Senyawa Fenolik

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi Eksperimental (In Vitro)
    Sampel:
    Ekstrak metanol, etil asetat, dan n-heksana Stellaria media diuji dengan metode DPPH, ABTS, dan difusi cakram terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albicans.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 25–200 µg/mL digunakan untuk uji antioksidan; 5–25 mg/cakram untuk uji antimikroba dengan inkubasi 24 jam.
    Temuan:
    Ekstrak metanol menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi dengan IC50 DPPH 31,8 µg/mL dan zona hambat terbesar terhadap Staphylococcus aureus. Kandungan total fenolik dan flavonoid berkorelasi positif dengan aktivitas antioksidan dan antimikroba.
  5. Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Stellaria media pada Edema Kaki Mencit yang Diinduksi Karagenan

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental (In Vivo)
    Sampel:
    24 mencit Swiss albino jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok: kontrol negatif, deksametason 5 mg/kg, ekstrak Stellaria media 100 mg/kg, dan ekstrak 200 mg/kg.
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol diberikan oral 1 jam sebelum injeksi karagenan 1%; edema diukur setiap jam selama 6 jam.
    Temuan:
    Ekstrak Stellaria media dosis 200 mg/kg menurunkan volume edema sebesar 59,8% pada jam ke-4 dan menurunkan kadar TNF-α serta IL-6. Hal ini menunjukkan mekanisme antiinflamasi melalui penghambatan mediator inflamasi.
  6. Perbaikan Obesitas Akibat Diet Tinggi Lemak oleh Ekstrak Stellaria media pada Mencit C57BL/6 melalui Regulasi Metabolisme Lipid

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi Eksperimental (In Vivo)
    Sampel:
    40 mencit C57BL/6 jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok: diet normal, kontrol diet tinggi lemak, ekstrak Stellaria media 50/100/200 mg/kg, dan orlistat.
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak air Stellaria media diberikan oral 50, 100, dan 200 mg/kg/hari selama 8 minggu bersamaan dengan diet tinggi lemak.
    Temuan:
    Ekstrak Stellaria media dosis 200 mg/kg selama 8 minggu menurunkan berat badan, trigliserida, LDL, dan resistensi insulin. Penurunan ekspresi SREBP-1c dan FAS pada jaringan hati diduga menjadi mekanisme perbaikan metabolisme lipid.
  7. Genom Kloroplas Lengkap Stellaria media (L.) Vill. dan Analisis Filogenetik dalam Famili Caryophyllaceae

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Genomik
    Sampel:
    Satu aksesi Stellaria media dari Tiongkok; DNA kloroplas diisolasi dan dirakit menggunakan platform Illumina NovaSeq.
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku; studi sekuensing genom.
    Temuan:
    Genom kloroplas Stellaria media berukuran sekitar 151,5 kb dengan 130 gen penyandi protein. Analisis filogenetik memperjelas posisi Stellaria media dalam Caryophyllaceae dan menyediakan penanda molekuler untuk identifikasi spesies.
  8. Potensi Antikanker Ekstrak Stellaria media terhadap Proliferasi Sel Kanker Kolon Secara In Vitro

    Tahun:
    2025
    Tipe:
    Studi Eksperimental (In Vitro)
    Sampel:
    Sel kanker kolon HT-29 dan Caco-2 yang diberi perlakuan ekstrak Stellaria media pada konsentrasi 0–200 µg/mL selama 24, 48, dan 72 jam.
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 70% diberikan pada konsentrasi 12,5–200 µg/mL dengan pengamatan 24–72 jam.
    Temuan:
    Ekstrak Stellaria media menghambat proliferasi sel HT-29 dan Caco-2 secara tergantung waktu dan konsentrasi serta menginduksi apoptosis melalui peningkatan Bax dan penurunan Bcl-2. Senyawa saponin diduga berperan dalam efek sitotoksik selektif.

Advertisement


Cari: