Advertisement
Schisandra chinensis, yang dikenal luas sebagai buah anggur lima rasa atau wuweizi, adalah tanaman memanjat berkayu dari famili Schisandraceae yang berasal dari hutan-hutan di Asia Timur, termasuk Tiongkok utara, Rusia timur, dan Korea. Nama "schisandra" berasal dari bahasa Yunani yang berarti "bercabang," merujuk pada kebiasaan tumbuhnya yang menjalar dan membelah. Tanaman ini terkenal karena buahnya yang berwarna merah cerah dan memiliki kombinasi lima rasa dasar: manis, asam, pahit, asin, dan pedas. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, buah schisandra telah digunakan selama ribuan tahun sebagai adaptogen dan tonik untuk meningkatkan vitalitas, melindungi hati, serta mendukung fungsi adrenal dan sistem saraf.
Tanaman merambat yang suka tempat teduh dan sejuk. Biasanya tumbuh liar di hutan pegunungan yang lembap, terutama di wilayah Asia Timur seperti Tiongkok, Korea, dan Rusia bagian timur. Karakteristik/ciri-ciri Omija (Schisandra chinensis):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tanaman | Tanaman merambat berkayu yang bisa memanjat hingga ketinggian 5-10 meter. |
| Batang | Batangnya tipis, lentur, dan punya kulit kayu yang warnanya kecokelatan. |
| Daun | Bentuknya oval atau bulat telur, ujungnya agak runcing, dengan tepian daun yang sedikit bergerigi halus. Warnanya hijau cerah dan disusun berselang-seling. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil, berwarna putih kekuningan atau merah muda pucat, dan aromanya cukup wangi. |
| Buah | Ini bagian yang paling ikonik; buahnya berbentuk tandan kecil yang menggantung. Saat matang, warnanya merah menyala dan terasa sangat asam, manis, sekaligus pahit (sesuai namanya 'Omija' yang berarti lima rasa). |
| Biji | Di dalam daging buahnya terdapat biji berbentuk ginjal yang keras dan mengandung minyak aromatik. |
8 Manfaat Omija untuk kesehatan.
Schisandrin dan gomisin A menginduksi aktivitas enzim antioksidan fase II seperti glutathione S-transferase dan superoksida dismutase, serta menghambat aktivasi NF-κB dan jalur apoptosis melalui regulasi Bcl-2/Bax. Mereka juga meningkatkan regenerasi hepatosit dengan mengaktifkan jalur Nrf2/ARE.
Schisandrin dan gomisin memodulasi poros HPA (hipotalamus-hipofisis-adrenal) sehingga menurunkan kadar kortisol berlebih, meningkatkan aktivitas ATP sintase mitokondria, dan mengurangi stres oksidatif di jaringan otot dengan mengaktivasi AMPK dan PGC-1α.
Schisandrin dan lignan lainnya meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (katalase, glutation peroksidase, SOD) melalui aktivasi faktor transkripsi Nrf2. Mereka juga secara langsung menangkap radikal bebas (DPPH, OH•) dan mengkelasi ion logam transisi.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Omija.
Interaksi & Kontraindikasi Omija dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Omija (Schisandra chinensis) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah sedang sebagai makanan atau suplemen herbal tradisional. Namun, penggunaan dalam dosis tinggi atau jangka panjang dapat menimbulkan berbagai efek samping pada saluran pencernaan. Beberapa keluhan gastrointestinal yang sering dilaporkan meliputi rasa panas pada ulu hati (heartburn), mual, sakit perut, penurunan nafsu makan, dan gangguan pencernaan ringan lainnya. Efek samping ini biasanya berkaitan dengan sifat zat aktif lignan dalam buah Schisandra yang dapat merangsang sekresi asam lambung.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Omija.