Omija

Five-Flavor Berry | Schisandra chinensis
Nama
Omija (Five-Flavor Berry)
Nama Latin/Ilmiah
Schisandra chinensis
Bagian Digunakan
Buah
Rasa
Manis, asam, pahit, pedas, asin
Nama Lain
Wu Wei Zi (China), Omija (South Korea), Gomishi (Japan), Limónnik (Russia), Schisandra berry (United States)
Asal
Cina, Rusia, Korea, Jepang
Kandungan Utama
Schisandrin, gomisin, deoxyschisandrin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Omija

Schisandra chinensis, yang dikenal luas sebagai buah anggur lima rasa atau wuweizi, adalah tanaman memanjat berkayu dari famili Schisandraceae yang berasal dari hutan-hutan di Asia Timur, termasuk Tiongkok utara, Rusia timur, dan Korea. Nama "schisandra" berasal dari bahasa Yunani yang berarti "bercabang," merujuk pada kebiasaan tumbuhnya yang menjalar dan membelah. Tanaman ini terkenal karena buahnya yang berwarna merah cerah dan memiliki kombinasi lima rasa dasar: manis, asam, pahit, asin, dan pedas. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, buah schisandra telah digunakan selama ribuan tahun sebagai adaptogen dan tonik untuk meningkatkan vitalitas, melindungi hati, serta mendukung fungsi adrenal dan sistem saraf.

Baca Lebih Lanjut
Update: 18 Agu 2026 - 16:42:07
 

II. Ciri-ciri Omija

Tanaman merambat yang suka tempat teduh dan sejuk. Biasanya tumbuh liar di hutan pegunungan yang lembap, terutama di wilayah Asia Timur seperti Tiongkok, Korea, dan Rusia bagian timur. Karakteristik/ciri-ciri Omija (Schisandra chinensis):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tanaman Tanaman merambat berkayu yang bisa memanjat hingga ketinggian 5-10 meter.
Batang Batangnya tipis, lentur, dan punya kulit kayu yang warnanya kecokelatan.
Daun Bentuknya oval atau bulat telur, ujungnya agak runcing, dengan tepian daun yang sedikit bergerigi halus. Warnanya hijau cerah dan disusun berselang-seling.
Bunga Bunganya kecil-kecil, berwarna putih kekuningan atau merah muda pucat, dan aromanya cukup wangi.
Buah Ini bagian yang paling ikonik; buahnya berbentuk tandan kecil yang menggantung. Saat matang, warnanya merah menyala dan terasa sangat asam, manis, sekaligus pahit (sesuai namanya 'Omija' yang berarti lima rasa).
Biji Di dalam daging buahnya terdapat biji berbentuk ginjal yang keras dan mengandung minyak aromatik.

III. Manfaat Omija

8 Manfaat Omija untuk kesehatan.

  1. Hepatoprotektif (Perlindungan Hati)

    Schisandrin dan gomisin A menginduksi aktivitas enzim antioksidan fase II seperti glutathione S-transferase dan superoksida dismutase, serta menghambat aktivasi NF-κB dan jalur apoptosis melalui regulasi Bcl-2/Bax. Mereka juga meningkatkan regenerasi hepatosit dengan mengaktifkan jalur Nrf2/ARE.

    Senyawa Aktif: Schisandrin, Gomisin A, Deoxyschisandrin
    Tampilkan
  2. Adaptogen dan Anti-Kelelahan

    Schisandrin dan gomisin memodulasi poros HPA (hipotalamus-hipofisis-adrenal) sehingga menurunkan kadar kortisol berlebih, meningkatkan aktivitas ATP sintase mitokondria, dan mengurangi stres oksidatif di jaringan otot dengan mengaktivasi AMPK dan PGC-1α.

    Senyawa Aktif: Schisandrin, Gomisin N, Schisantherin A
    Tampilkan
  3. Antioksidan Sistemik

    Schisandrin dan lignan lainnya meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (katalase, glutation peroksidase, SOD) melalui aktivasi faktor transkripsi Nrf2. Mereka juga secara langsung menangkap radikal bebas (DPPH, OH•) dan mengkelasi ion logam transisi.

    Senyawa Aktif: Schisandrin, Gomisin J, Deoxyschisandrin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Omija

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Omija.

  1. Schisandrin (Schizandrin A)

    Golongan: Lignan (Dibenzocyclooctadiene)
    Bagian Tanaman: Buah (terutama biji)
    Aktivitas Farmakologis:
    Hepatoprotektif (melindungi Sel Hati Dari Kerusakan Oksidatif, Meningkatkan Glutathione), Antioksidan, Adaptogenik (meningkatkan Daya Tahan Terhadap Stres)..
    Tampilkan
  2. Gomisin A

    Golongan: Lignan (Dibenzocyclooctadiene)
    Bagian Tanaman: Buah (terutama biji)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi (menghambat COX-2 Dan NF-κB), Hepatoprotektif, Antioksidan, Dan Efek Penenang Ringan Pada SSP..
    Tampilkan
  3. Deoxyschisandrin (Schisandrin C)

    Golongan: Lignan (Dibenzocyclooctadiene)
    Bagian Tanaman: Buah (terutama biji)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Kuat (scavenger Radikal Bebas), Menghambat Apoptosis Sel Hati, Neuroprotektif (pada Model Penyakit Parkinson)..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Omija

Interaksi & Kontraindikasi Omija dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Warfarin

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan bersamaan. Jika tidak terhindarkan, pantau INR secara ketat.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat diabetes (misal glibenklamid, insulin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Pantau kadar gula darah secara teratur; waspada hipoglikemia.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat hipertensi (misal kaptopril, atenolol)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Pantau tekanan darah; risiko hipotensi.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+8)

VI. Efek Samping Omija

Omija (Schisandra chinensis) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah sedang sebagai makanan atau suplemen herbal tradisional. Namun, penggunaan dalam dosis tinggi atau jangka panjang dapat menimbulkan berbagai efek samping pada saluran pencernaan. Beberapa keluhan gastrointestinal yang sering dilaporkan meliputi rasa panas pada ulu hati (heartburn), mual, sakit perut, penurunan nafsu makan, dan gangguan pencernaan ringan lainnya. Efek samping ini biasanya berkaitan dengan sifat zat aktif lignan dalam buah Schisandra yang dapat merangsang sekresi asam lambung.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Omija

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Omija.

Apa itu Schisandra chinensis dan apa kandungan fitokimia utamanya?
Schisandra chinensis, dikenal sebagai buah magnolia berry, adalah tanaman adaptogen yang kaya akan lignan bioaktif seperti schisandrin, gomisin, dan deoxyschisandrin. Kandungan fitokimia ini memiliki sifat antioksidan, hepatoprotektif, dan imunomodulator. (Panossian, 2010; Lin et al., 2018)
Bagaimana cara konsumsi schisandra sehari-hari yang aman?
Konsumsi harian yang umum adalah 1–3 gram buah kering yang diseduh sebagai teh, atau 500–1000 mg ekstrak standar (mengandung 5–10% schisandrin). Dosis ini dianggap aman untuk dewasa sehat. Hindari konsumsi berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan pencernaan. (WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, Vol. 4)
Apa manfaat kesehatan umum dari schisandra?
Schisandra memiliki efek adaptogen yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap stres, meningkatkan fungsi hati, memperbaiki memori dan konsentrasi, serta mendukung kesehatan kardiovaskular melalui aktivitas antioksidan. Beberapa studi juga menunjukkan potensi dalam mengurangi kelelahan dan meningkatkan performa fisik. (Panossian & Wikman, 2009; Lee et al., 2012)
Apakah schisandra aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Keamanan schisandra selama kehamilan dan menyusui belum diteliti secara memadai. Karena kandungan lignan yang bersifat estrogenik ringan, sebaiknya dihindari selama kehamilan dan menyusui kecuali di bawah pengawasan tenaga medis. Beberapa sumber merekomendasikan untuk tidak menggunakannya karena potensi efek pada janin. (Bone & Mills, 2013)
Apa efek samping yang mungkin terjadi dari konsumsi schisandra?
Efek samping umumnya ringan dan jarang terjadi, seperti gangguan pencernaan (mual, kembung, diare) atau reaksi alergi. Dosis tinggi dapat menyebabkan insomnia, sakit kepala, atau peningkatan denyut jantung. Schisandra juga dapat menurunkan gula darah, sehingga perlu hati-hati pada penderita diabetes. (Ulbricht et al., 2013)
Bisakah schisandra digunakan untuk anak-anak dan bayi?
Belum ada studi keamanan yang memadai pada anak-anak dan bayi. Secara tradisional, penggunaan schisandra pada anak di bawah 2 tahun tidak disarankan. Pada anak yang lebih besar, dosis harus disesuaikan secara hati-hati dan hanya di bawah pengawasan ahli kesehatan. Konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan kepada anak. (Natural Medicines Comprehensive Database, 2020)
Bagaimana schisandra digunakan sebagai obat tradisional?
Dalam pengobatan tradisional Cina, schisandra digunakan sebagai astringen, tonik ginjal, dan untuk mengobati batuk, asma, diare kronis, serta kelelahan. Buah kering sering direbus sebagai teh atau dikombinasikan dengan herbal lain seperti ginseng dan astragalus untuk meningkatkan energi dan vitalitas. (Chen et al., 2016)
Apakah ada interaksi obat dengan schisandra?
Schisandra dapat menghambat enzim CYP3A4 dan CYP2C9 di hati, sehingga berpotensi meningkatkan kadar obat yang dimetabolisme oleh enzim tersebut, seperti warfarin, antidepresan, statin, dan antiepilepsi. Sebaliknya, dapat menurunkan efektivitas obat yang diaktifkan oleh enzim tersebut. Konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan jika Anda mengonsumsi obat resep. (Ulbricht et al., 2013; Zhou et al., 2011)

Jamur Cordyceps

Ophiocordyceps sinensis

Akar Manis Cina

Glycyrrhiza uralensis

Cari: