Advertisement
Glycyrrhiza uralensis, yang dikenal luas sebagai Chinese Licorice atau Gan Cao dalam pengobatan tradisional Tiongkok, merupakan tanaman herba tahunan yang termasuk dalam famili Fabaceae. Tanaman ini berasal dari wilayah Asia Timur, terutama Tiongkok, Mongolia, dan Siberia. Akar tunggangnya yang tebal dan berwarna cokelat kekuningan merupakan bagian yang paling bernilai secara medis. Secara morfologi, tanaman ini dapat tumbuh hingga setinggi satu meter, dengan daun majemuk menyirip dan bunga ungu kebiruan yang tersusun dalam tandan. Rasa manis khas dari akar licorice berasal dari senyawa glisirizin yang 50 kali lebih manis daripada gula tebu, menjadikannya salah satu tanaman obat paling ikonik dalam khazanah botanika.
Tumbuh subur di daerah beriklim kering dan semi-kering, seperti gurun atau padang rumput di Asia Tengah dan Timur. Tanaman ini suka tanah yang berpasir, memiliki drainase yang baik, serta sangat tahan terhadap lingkungan yang ekstrem dan tanah dengan kadar garam tinggi. Karakteristik/ciri-ciri Akar Manis Cina (Glycyrrhiza uralensis):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Tanaman herba menahun yang tumbuh tegak dengan tinggi sekitar 30 hingga 100 cm. |
| Sistem Perakaran | Memiliki akar tunggang yang kuat, menjalar, dan bercabang banyak, berwarna kuning kecokelatan di bagian luar dan kuning cerah di dalam. Bagian inilah yang paling berharga karena rasa manisnya. |
| Batang | Batang cenderung tegak, sedikit berkayu di bagian bawah, dan ditumbuhi bulu-bulu halus atau kelenjar lengket. |
| Daun | Daunnya berbentuk majemuk menyirip gasal dengan 7 hingga 17 helai anak daun yang berbentuk bulat telur atau elips, permukaannya ditutupi rambut halus. |
| Bunga | Bunga muncul dalam rangkaian tandan di ketiak daun, berwarna ungu pucat atau keunguan, dengan bentuk khas bunga polong-polongan (papilionaceous). |
| Buah | Berupa polong yang berbentuk sabit atau melengkung, tertutup bulu-bulu halus atau kelenjar, dan berisi beberapa butir biji di dalamnya. |
8 Manfaat Akar Manis Cina untuk kesehatan.
Menghambat jalur NF-κB dan mengurangi ekspresi COX-2, PGE2, serta sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6) melalui modulasi aktivitas glukokortikoid endogen. Glabridin dan glycyrrhizin juga menekan sinyal MAPK dan PI3K/Akt.
Meningkatkan produksi mukus lambung, menghambat sekresi asam melalui blokade reseptor H2, dan mempercepat penyembuhan mukosa dengan meningkatkan ekspresi faktor pertumbuhan (EGF, VEGF). Glycyrrhizin menghambat enzim 5-lipoksigenase dan menekan pembentukan leukotrien.
Glycyrrhizin menghambat replikasi virus dengan mengganggu fusi membran virus dan menghambat aktivitas enzim transaminase. Juga menginduksi interferon endogen dan menekan NF-κB yang dimediasi oleh protein core virus.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Akar Manis Cina.
Interaksi & Kontraindikasi Akar Manis Cina dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Akar Manis Cina (Glycyrrhiza uralensis) mengandung senyawa aktif utama bernama glisirizin (glycyrrhizin) dan asam glisirizinat. Konsumsi jangka panjang atau dosis tinggi dari tanaman herbal ini dapat memicu efek samping serius yang berkaitan dengan sistem endokrin dan kardiovaskular. Mekanisme utamanya adalah dengan menghambat enzim 11-beta-hydroxysteroid dehydrogenase type 2 (11β-HSD2), yang berakibat pada peningkatan kadar kortisol aktif di dalam ginjal. Akibatnya, terjadi retensi natrium dan air yang signifikan serta peningkatan ekskresi kalium melalui urin, yang memicu gangguan keseimbangan elektrolit di dalam tubuh.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Akar Manis Cina.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Akar Manis Cina.