Akar Manis Cina

Chinese Licorice | Glycyrrhiza uralensis
Akar Manis Cina
Nama
Akar Manis Cina (Chinese Licorice)
Nama Latin/Ilmiah
Glycyrrhiza uralensis
Famili
Bagian Digunakan
Akar, Rimpang
Rasa
Manis

Nama Lain
Gan Cao (China), Kanzo (Japan), Gamcho (South Korea), Ural licorice (Russia), Mongolian licorice (Mongolia)
Asal
Cina, Mongolia, Rusia (Siberia)
Kandungan Utama
Glisirizin, likuitrin, isolikuitrin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Akar Manis Cina

Glycyrrhiza uralensis, yang dikenal luas sebagai Chinese Licorice atau Gan Cao dalam pengobatan tradisional Tiongkok, merupakan tanaman herba tahunan yang termasuk dalam famili Fabaceae. Tanaman ini berasal dari wilayah Asia Timur, terutama Tiongkok, Mongolia, dan Siberia. Akar tunggangnya yang tebal dan berwarna cokelat kekuningan merupakan bagian yang paling bernilai secara medis. Secara morfologi, tanaman ini dapat tumbuh hingga setinggi satu meter, dengan daun majemuk menyirip dan bunga ungu kebiruan yang tersusun dalam tandan. Rasa manis khas dari akar licorice berasal dari senyawa glisirizin yang 50 kali lebih manis daripada gula tebu, menjadikannya salah satu tanaman obat paling ikonik dalam khazanah botanika.

Baca Lebih Lanjut
Update: 18 Agu 2026 - 18:42:03
 

II. Ciri-ciri Akar Manis Cina

Tumbuh subur di daerah beriklim kering dan semi-kering, seperti gurun atau padang rumput di Asia Tengah dan Timur. Tanaman ini suka tanah yang berpasir, memiliki drainase yang baik, serta sangat tahan terhadap lingkungan yang ekstrem dan tanah dengan kadar garam tinggi. Karakteristik/ciri-ciri Akar Manis Cina (Glycyrrhiza uralensis):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Tanaman herba menahun yang tumbuh tegak dengan tinggi sekitar 30 hingga 100 cm.
Sistem Perakaran Memiliki akar tunggang yang kuat, menjalar, dan bercabang banyak, berwarna kuning kecokelatan di bagian luar dan kuning cerah di dalam. Bagian inilah yang paling berharga karena rasa manisnya.
Batang Batang cenderung tegak, sedikit berkayu di bagian bawah, dan ditumbuhi bulu-bulu halus atau kelenjar lengket.
Daun Daunnya berbentuk majemuk menyirip gasal dengan 7 hingga 17 helai anak daun yang berbentuk bulat telur atau elips, permukaannya ditutupi rambut halus.
Bunga Bunga muncul dalam rangkaian tandan di ketiak daun, berwarna ungu pucat atau keunguan, dengan bentuk khas bunga polong-polongan (papilionaceous).
Buah Berupa polong yang berbentuk sabit atau melengkung, tertutup bulu-bulu halus atau kelenjar, dan berisi beberapa butir biji di dalamnya.

III. Manfaat Akar Manis Cina

8 Manfaat Akar Manis Cina untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis Lutut

    Menghambat jalur NF-κB dan mengurangi ekspresi COX-2, PGE2, serta sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6) melalui modulasi aktivitas glukokortikoid endogen. Glabridin dan glycyrrhizin juga menekan sinyal MAPK dan PI3K/Akt.

    Senyawa Aktif: Glycyrrhizin (asam glycyrrhizat), Glabridin, Liquiritigenin
    Tampilkan
  2. Gastroprotektif pada Tukak Lambung

    Meningkatkan produksi mukus lambung, menghambat sekresi asam melalui blokade reseptor H2, dan mempercepat penyembuhan mukosa dengan meningkatkan ekspresi faktor pertumbuhan (EGF, VEGF). Glycyrrhizin menghambat enzim 5-lipoksigenase dan menekan pembentukan leukotrien.

    Senyawa Aktif: Glycyrrhizin, Glabridin, Flavonoid total (licoflavonol)
    Tampilkan
  3. Antivirus Hepatitis C Kronis

    Glycyrrhizin menghambat replikasi virus dengan mengganggu fusi membran virus dan menghambat aktivitas enzim transaminase. Juga menginduksi interferon endogen dan menekan NF-κB yang dimediasi oleh protein core virus.

    Senyawa Aktif: Glycyrrhizin (asam glycyrrhizat)
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Akar Manis Cina

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Akar Manis Cina.

  1. Glycyrrhizin (Glycyrrhizic acid)

    Golongan: Triterpenoid Saponin
    Bagian Tanaman: Akar dan rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antivirus (termasuk SARS-CoV-2 In Vitro), Hepatoprotektif, Imunomodulator.
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid Isoflavan
    Bagian Tanaman: Akar dan rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Inhibitor Tirosinase (pencerah Kulit), Antimikroba.
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid (Chalcone)
    Bagian Tanaman: Akar dan rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi (inhibitor NF-kB), Antibakteri (terutama Gram-positif), Antikanker (in Vitro).
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Akar Manis Cina

Interaksi & Kontraindikasi Akar Manis Cina dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan insulin atau obat diabetes oral

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Pantau kadar gula darah secara berkala. Likoris dapat memengaruhi glukosa darah, namun interaksi klinis signifikan jarang terjadi.

  2. Penggunaan bersamaan dengan kontrasepsi oral

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Kontrasepsi oral dapat meningkatkan efek mineralokortikoid likoris. Monitor tekanan darah dan kadar kalium, terutama pada pengguna jangka panjang.

  3. Hipertensi (tekanan darah tinggi)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Likoris dapat meningkatkan tekanan darah. Hindari atau batasi penggunaan pada pasien hipertensi yang tidak terkontrol. Pantau tekanan darah secara rutin.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+8)

VI. Efek Samping Akar Manis Cina

Akar Manis Cina (Glycyrrhiza uralensis) mengandung senyawa aktif utama bernama glisirizin (glycyrrhizin) dan asam glisirizinat. Konsumsi jangka panjang atau dosis tinggi dari tanaman herbal ini dapat memicu efek samping serius yang berkaitan dengan sistem endokrin dan kardiovaskular. Mekanisme utamanya adalah dengan menghambat enzim 11-beta-hydroxysteroid dehydrogenase type 2 (11β-HSD2), yang berakibat pada peningkatan kadar kortisol aktif di dalam ginjal. Akibatnya, terjadi retensi natrium dan air yang signifikan serta peningkatan ekskresi kalium melalui urin, yang memicu gangguan keseimbangan elektrolit di dalam tubuh.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Akar Manis Cina

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Akar Manis Cina.

  1. Efektivitas dan keamanan glisirizin pada hepatitis kronis: tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Glisirizin, senyawa utama dari Glycyrrhiza uralensis, secara signifikan menurunkan ALT dan AST pada pasien hepatitis kronis. Efek samping yang dilaporkan ringan dan tidak meningkatkan risiko disfungsi ginjal.
    Tampilkan
  2. Ekstrak air Glycyrrhiza uralensis memperbaiki kontrol glikemik pada pasien diabetes melitus tipe 2: uji acak terkendali

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Ekstrak akar manis Cina menurunkan HbA1c, glukosa puasa, dan HOMA-IR secara bermakna dibandingkan plasebo. Perbaikan kontrol glikemik disertai peningkatan kadar adiponektin tanpa perubahan fungsi ginjal.
    Tampilkan
  3. Polisakarida Glycyrrhiza uralensis memperbaiki kolitis ulseratif pada mencit melalui regulasi mikrobiota usus dan asam lemak rantai pendek

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Polisakarida G. uralensis menurunkan skor keparahan kolitis serta kadar TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Pemulihan mikrobiota usus dan peningkatan butirat berperan dalam efek antiinflamasi.
    Tampilkan

VIII. FAQ Akar Manis Cina

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Akar Manis Cina.

Apa saja senyawa bioaktif utama yang terkandung dalam *Glycyrrhiza uralensis*?
Senyawa bioaktif utama dalam Glycyrrhiza uralensis meliputi glisirizin (glycyrrhizin), asam glisiretinat (glycyrrhetinic acid), flavonoid seperti likuiritin, isolikuiritin, dan glabridin, serta kumarin. Glisirizin bertanggung jawab atas rasa manis dan efek antiinflamasi, namun juga menjadi sumber utama efek samping jika dikonsumsi berlebihan. (Journal of Agricultural and Food Chemistry, 2017, 65(47), 10321-10335)
Berapa dosis harian aman untuk konsumsi *Glycyrrhiza uralensis* sebagai suplemen?
Dosis aman harian untuk orang dewasa umumnya tidak melebihi 100 mg glisirizin per hari, setara dengan sekitar 1–2 gram akar licorice kering. Konsumsi lebih dari 100 mg/hari dalam jangka panjang dapat menyebabkan efek samping seperti hipokalemia dan hipertensi. (European Journal of Clinical Nutrition, 2019, 73, 1380-1387)
Apakah *Glycyrrhiza uralensis* aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Tidak disarankan. Glisirizin dalam licorice dapat menembus plasenta dan berpotensi meningkatkan risiko persalinan prematur. Pada ibu menyusui, senyawa aktif dapat masuk ke ASI dan memengaruhi bayi. Beberapa studi menunjukkan hubungan antara konsumsi licorice berlebihan saat hamil dengan gangguan perkembangan janin. (American Journal of Obstetrics and Gynecology, 2010, 203(5), 475.e1-475.e6) ; (Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition, 2011, 53(4), 424-428)
Apa efek samping yang dapat timbul akibat konsumsi berlebihan *Glycyrrhiza uralensis*?
Efek samping utama meliputi hipokalemia (penurunan kalium darah), hipertensi, retensi cairan, edema, dan gangguan irama jantung. Konsumsi kronis dosis tinggi juga dapat menyebabkan pseudoaldosteronisme karena glisirizin menghambat enzim 11β-hidroksisteroid dehidrogenase. (The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, 2017, 102(12), 4477-4485)
Bagaimana interaksi *Glycyrrhiza uralensis* dengan obat-obatan?
Licorice dapat berinteraksi dengan diuretik (meningkatkan risiko hipokalemia), kortikosteroid (memperburuk efek samping), obat antihipertensi (mengurangi efektivitas), dan obat antikoagulan seperti warfarin (meningkatkan risiko perdarahan). Glisirizin juga memengaruhi metabolisme beberapa obat melalui sitokrom P450. (Phytotherapy Research, 2018, 32(2), 196-207)
Apakah *Glycyrrhiza uralensis* aman digunakan pada bayi dan anak-anak?
Penggunaan pada bayi dan anak-anak tidak dianjurkan karena risiko efek samping yang lebih tinggi akibat berat badan rendah dan sistem enzim yang belum matang. Beberapa laporan khasus menunjukkan hipokalemia dan hipertensi pada anak yang mengonsumsi licorice dalam jumlah besar. (Pediatric Emergency Care, 2016, 32(10), 719-721)
Apa manfaat utama *Glycyrrhiza uralensis* untuk kesehatan pencernaan?
Licorice memiliki efek antiinflamasi dan mukoprotektif pada mukosa lambung. Senyawa glabridin dan likuiritin membantu menghambat pertumbuhan Helicobacter pylori dan mengurangi gejala tukak lambung. Namun, penggunaan jangka panjang harus hati-hati karena risiko efek samping sistemik. (World Journal of Gastroenterology, 2014, 20(36), 13000-13008)
Bagaimana cara konsumsi *Glycyrrhiza uralensis* yang benar untuk menghindari efek samping?
Gunakan dalam bentuk teh atau ekstrak terstandarisasi dengan dosis rendah, tidak melebihi 1–2 gram akar kering per hari untuk durasi singkat (maksimal 4–6 minggu). Hindari konsumsi bersamaan dengan diuretik atau kortikosteroid. Pilih produk tanpa glisirizin (deglycyrrhizinated licorice/DGL) untuk perlindungan lambung yang lebih aman. (Journal of Alternative and Complementary Medicine, 2019, 25(7), 701-710)

Omija

Schisandra chinensis

Di Huang

Rehmannia glutinosa

Cari: