Advertisement
Rehmannia glutinosa, yang lebih dikenal sebagai rehmannia atau Chinese foxglove, adalah tanaman herbal tahunan yang berasal dari Tiongkok dan Korea. Habitat aslinya meliputi lereng bukit dan area terbuka di dataran tinggi, di mana ia tumbuh setinggi 30–60 cm dengan akar tunggang yang tebal dan berdaging. Daunnya berbentuk lonjong dengan tepi bergerigi dan permukaan yang sedikit berbulu, sementara bunganya berbentuk lonceng berwarna ungu kemerahan yang menyerupai bunga foxglove. Tanaman ini telah dibudidayakan secara luas di Asia Timur, terutama karena akarnya yang bernilai tinggi dalam pengobatan tradisional Tiongkok, di mana dikenal sebagai di huang atau sheng di huang (akar mentah) dan shu di huang (akar yang diproses).
Advertisement
Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, akar R. glutinosa digunakan sebagai tonik untuk memperkuat ginjal, hati, dan darah, serta untuk mengatasi gejala seperti kelelahan, pusing, dan gangguan menstruasi. Kandungan fitokimia utamanya meliputi iridoid glikosida (seperti katalpol dan rehmanniosida), saikosaponin, stigmasterol, serta polisakarida. Katalpol, salah satu senyawa aktif utama, telah diteliti secara ekstensif karena efek anti-inflamasi, antioksidan, dan neuroprotektifnya. Rehmannia juga dipercaya memiliki efek pendingin (cooling) pada tubuh, sehingga sering digunakan dalam formula untuk demam atau kondisi yang berkaitan dengan panas berlebih. Proses pengolahan akar—misalnya dikukus atau difermentasi—dapat mengubah profil kimianya, menghasilkan efek tonik yang lebih kuat pada sistem endokrin dan hematopoietik.
Penelitian modern telah mengkonfirmasi beberapa khasiat tradisional R. glutinosa. Studi farmakologi menunjukkan bahwa ekstrak akar dapat meningkatkan resistensi insulin pada model diabetes, menurunkan kadar gula darah, serta melindungi sel beta pankreas. Ekstraknya juga memiliki aktivitas anti kanker dengan menginduksi apoptosis pada sel kanker tertentu, meskipun masih memerlukan penelitian lebih lanjut pada manusia. Selain itu, polisakarida dari rehmannia menunjukkan efek imunomodulator dengan meningkatkan aktivitas sel limfosit dan makrofag. Meskipun begitu, penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi dapat menyebabkan efek samping seperti gangguan pencernaan atau interaksi dengan obat-obatan tertentu. Oleh karena itu, konsultasi dengan praktisi kesehatan sangat dianjurkan sebelum mengonsumsi suplemen berbasis rehmannia.
Manfaat Rehmannia untuk kesehatan.
Ekstrak Rehmannia glutinosa menghambat aktivasi NF-κB dan MAPK, menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, serta sitokin pro-inflamasi TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Senyawa iridoid glikosida seperti katalpol menghambat jalur TLR4/MyD88/NF-κB, mengurangi degradasi proteoglikan pada kondrosit.
Katalpol dan rehmanniosida meningkatkan sensitivitas insulin melalui aktivasi jalur PI3K/Akt/GLUT4 pada otot dan jaringan adiposa, serta menghambat α-glukosidase usus. Juga menurunkan glukoneogenesis hepatik dengan menghambat PEPCK dan G6Pase.
Katalpol dan asetosal (acteoside) mengaktifkan jalur Nrf2/ARE, meningkatkan antioksidan endogen (SOD, CAT, GSH) dan menghambat apoptosis mitokondria melalui regulasi Bax/Bcl-2 serta penurunan aktivitas kaspase-3. Juga menghambat agregasi β-amiloid dan fosforilasi tau.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Rehmannia.