Di Huang

Chinese Foxglove | Rehmannia glutinosa
Nama
Di Huang (Chinese Foxglove)
Nama Latin/Ilmiah
Rehmannia glutinosa
Bagian Digunakan
Akar
Rasa
Manis, pahit
Nama Lain
Di Huang (China), Jiō (Japan), Jihwang (South Korea), Địa hoàng (Vietnam), Chinese foxglove (United Kingdom)
Asal
Cina, Jepang, Korea
Kandungan Utama
Katalpol, aucubin, rehmanniosida, aktesida

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Di Huang

Rehmannia glutinosa, yang lebih dikenal sebagai rehmannia atau Chinese foxglove, adalah tanaman herbal tahunan yang berasal dari Tiongkok dan Korea. Habitat aslinya meliputi lereng bukit dan area terbuka di dataran tinggi, di mana ia tumbuh setinggi 30–60 cm dengan akar tunggang yang tebal dan berdaging. Daunnya berbentuk lonjong dengan tepi bergerigi dan permukaan yang sedikit berbulu, sementara bunganya berbentuk lonceng berwarna ungu kemerahan yang menyerupai bunga foxglove. Tanaman ini telah dibudidayakan secara luas di Asia Timur, terutama karena akarnya yang bernilai tinggi dalam pengobatan tradisional Tiongkok, di mana dikenal sebagai di huang atau sheng di huang (akar mentah) dan shu di huang (akar yang diproses).

Baca Lebih Lanjut
Update: 18 Agu 2026 - 20:40:58
 

II. Ciri-ciri Di Huang

Tanaman ini berasal dari Tiongkok dan tumbuh subur di lingkungan yang sejuk serta tanah yang subur, lembap, tapi tetap punya drainase yang baik. Biasanya banyak ditemukan di lereng gunung atau lahan terbuka yang terkena sinar matahari cukup. Karakteristik/ciri-ciri Di Huang (Rehmannia glutinosa):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Bagian yang paling berharga. Berbentuk umbi akar yang tebal, berdaging, dan warnanya kuning kecokelatan sampai merah tua.
Batang Tumbuh tegak, tidak bercabang, dan seluruh permukaannya ditutupi oleh rambut-rambut halus yang lengket.
Daun Daunnya menumpuk di bagian pangkal (membentuk roset), berbentuk lonjong atau oval dengan tepian yang bergerigi kasar. Tekstur daunnya agak keriput dan juga berambut.
Bunga Bentuknya menyerupai terompet atau lonceng, warnanya cantik kombinasi ungu kemerahan atau agak kekuningan dengan garis-garis ungu di dalamnya.
Buah Dan Biji Buahnya berbentuk kapsul kecil berbentuk telur yang berisi banyak biji-biji berukuran sangat kecil di dalamnya.

III. Manfaat Di Huang

8 Manfaat Di Huang untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis dan Nyeri Sendi

    Ekstrak Rehmannia glutinosa menghambat aktivasi NF-κB dan MAPK, menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, serta sitokin pro-inflamasi TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Senyawa iridoid glikosida seperti katalpol menghambat jalur TLR4/MyD88/NF-κB, mengurangi degradasi proteoglikan pada kondrosit.

    Senyawa Aktif: Katalpol, Rehmanniosida A, Rehmanniosida D
    Tampilkan
  2. Antidiabetes tipe 2

    Katalpol dan rehmanniosida meningkatkan sensitivitas insulin melalui aktivasi jalur PI3K/Akt/GLUT4 pada otot dan jaringan adiposa, serta menghambat α-glukosidase usus. Juga menurunkan glukoneogenesis hepatik dengan menghambat PEPCK dan G6Pase.

    Senyawa Aktif: Katalpol, Rehmanniosida D, Verbaskosida
    Tampilkan
  3. Neuroprotektif pada Penyakit Neurodegeneratif

    Katalpol dan asetosal (acteoside) mengaktifkan jalur Nrf2/ARE, meningkatkan antioksidan endogen (SOD, CAT, GSH) dan menghambat apoptosis mitokondria melalui regulasi Bax/Bcl-2 serta penurunan aktivitas kaspase-3. Juga menghambat agregasi β-amiloid dan fosforilasi tau.

    Senyawa Aktif: Katalpol, Acteoside (Verbascoside), Rehmanniosida A
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Di Huang

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Di Huang.

  1. Catalpol

    Golongan: Iridoid glikosida
    Bagian Tanaman: Rimpang (akar)
    Aktivitas Farmakologis:
    Neuroprotektif, Antidiabetes, Antiinflamasi (berdasarkan Studi In Vitro Dan In Vivo Pada Hewan; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia).
    Tampilkan
  2. Rehmannioside A

    Golongan: Iridoid glikosida
    Bagian Tanaman: Rimpang (akar)
    Aktivitas Farmakologis:
    Hepatoprotektif, Antiosteoporosis (studi In Vivo Pada Hewan; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia).
    Tampilkan
  3. Golongan: Feniletanoid glikosida
    Bagian Tanaman: Rimpang (akar)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antikanker (studi In Vitro; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia).
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Di Huang

Interaksi & Kontraindikasi Di Huang dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan pada penderita Gangguan pencernaan dengan diare kronis atau limpa lemah (spleen deficiency with dampness)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan Rehmannia mentah (Sheng Di Huang) karena sifatnya yang dingin dan lembab dapat memperburuk diare. Gunakan Rehmannia matang (Shu Di Huang) dengan hati-hati atau konsultasikan dengan praktisi TCM.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antikoagulan (warfarin, aspirin, clopidogrel)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Rehmannia dapat menghambat agregasi trombosit dan meningkatkan risiko perdarahan. Pantau waktu protrombin (INR) secara rutin jika dikombinasikan, dan konsultasikan dengan dokter sebelum penggunaan.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat diabetes (insulin, metformin, sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Rehmannia memiliki efek hipoglikemik yang signifikan. Kombinasi dengan obat diabetes dapat menyebabkan hipoglikemia berat. Pantau kadar gula darah secara ketat dan sesuaikan dosis obat di bawah pengawasan medis.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Di Huang

Di Huang (Rehmannia glutinosa), yang merupakan salah satu ramuan penting dalam pengobatan tradisional Tiongkok, umumnya dianggap aman bila digunakan dalam dosis yang tepat. Namun, penggunaan jangka panjang atau dosis yang berlebihan dapat memicu berbagai efek samping pada sistem pencernaan. Keluhan gastrointestinal yang paling sering dilaporkan meliputi mual, muntah, perut kembung, nyeri epigastrik, dan diare ringan. Hal ini disebabkan oleh sifat ramuan yang cenderung 'lengket' dan berat, sehingga dapat membebani fungsi limpa dan lambung (Spleen and Stomach Qi) dalam pandangan medis tradisional, serta sulit dicerna pada individu dengan sistem pencernaan yang sensitif.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Di Huang

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Di Huang.

  1. Rehmannia glutinosa sebagai terapi tambahan untuk diabetes melitus tipe 2: meta-analisis uji klinis acak

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Pemberian Rehmannia glutinosa secara signifikan menurunkan HbA1c, glukosa darah puasa, dan kadar stres oksidatif. Profil lipid pasien juga membaik tanpa dilaporkan efek samping serius.
    Tampilkan
  2. Efek ekstrak Rehmannia glutinosa terhadap kontrol glikemik pada pasien diabetes melitus tipe 2: uji klinis acak tersamar ganda

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak Rehmannia glutinosa menurunkan kadar glukosa darah puasa dan HbA1c setelah 12 minggu. Kadar insulin serum dan sensitivitas insulin meningkat dibandingkan kelompok plasebo.
    Tampilkan
  3. Polisakarida Rehmannia glutinosa memperbaiki nefropati diabetik melalui modulasi mikrobiota usus pada mencit db/db

    Tahun: 2024
    Temuan:
    Pemberian polisakarida Rehmannia glutinosa menurunkan proteinuria dan kadar kreatinin serum. Efek renoprotektif berkaitan dengan perubahan komposisi mikrobiota usus dan penekanan inflamasi ginjal.
    Tampilkan

VIII. FAQ Di Huang

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Di Huang.

Apa manfaat utama Rehmannia glutinosa bagi kesehatan berdasarkan bukti ilmiah?
Rehmannia glutinosa dikenal memiliki aktivitas anti-inflamasi, imunomodulator, dan nefroprotektif. Studi pada tikus menunjukkan ekstrak Rehmannia dapat menurunkan kadar glukosa darah dan meningkatkan sensitivitas insulin melalui jalur metabolik tertentu. Selain itu, khasiat adaptogeniknya membantu mengurangi stres oksidatif dan kelelahan. (Referensi: Zhang et al., Journal of Ethnopharmacology, 2020; Lee et al., Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2018).
Bagaimana cara konsumsi Rehmannia yang aman dan dosis harian yang disarankan?
Rehmannia umumnya dikonsumsi dalam bentuk rebusan akar kering (decoction), ekstrak cair, atau kapsul. Dosis aman untuk dewasa adalah 3–9 gram akar kering per hari, dibagi dalam 2–3 porsi. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan ringan. Sebaiknya konsultasikan dengan praktisi kesehatan sebelum digunakan, terutama jika memiliki kondisi medis tertentu. (Referensi: Pharmacopoeia of China, 2020; Bensky et al., Chinese Herbal Medicine: Materia Medica, 2004).
Apakah Rehmannia aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Keamanan Rehmannia pada ibu hamil dan menyusui belum diteliti secara memadai. Secara tradisional, Rehmannia sering dihindari pada trimester pertama karena sifatnya yang mendinginkan dan dapat mempengaruhi sirkulasi. Tidak ada data klinis yang cukup untuk merekomendasikan penggunaannya. Ibu hamil dan menyusui sebaiknya tidak mengonsumsi Rehmannia tanpa pengawasan tenaga kesehatan profesional. (Referensi: Mills & Bone, The Essential Guide to Herbal Safety, 2005; World Health Organization, Monographs on Selected Medicinal Plants, 2007).
Apa efek samping yang mungkin timbul akibat penggunaan Rehmannia?
Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan, seperti gangguan pencernaan (kembung, diare), mual, atau reaksi alergi pada individu sensitif. Penggunaan jangka panjang dalam dosis tinggi dapat mempengaruhi keseimbangan elektrolit dan fungsi ginjal. Pada pasien dengan gangguan ginjal kronis, risikonya lebih tinggi. Hentikan penggunaan jika muncul gejala tidak nyaman dan konsultasikan dengan dokter. (Referensi: Ernst et al., The Desktop Guide to Complementary and Alternative Medicine, 2008; Ogawa et al., Poisoning and Drug Overdose, 2014).
Bagaimana pengaruh Rehmannia terhadap kadar gula darah dan pasien diabetes?
Beberapa studi in vitro dan pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak Rehmannia meningkatkan sekresi insulin dan menurunkan resistensi insulin, sehingga berpotensi membantu pengelolaan diabetes tipe 2. Namun, efek pada manusia masih perlu penelitian lebih lanjut. Pasien diabetes yang menggunakan obat antidiabetik sebaiknya memonitor gula darah secara ketat karena risiko hipoglikemia. Konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan sebelum mengonsumsinya. (Referensi: Kang et al., Journal of Medicinal Food, 2018; Zhou et al., Planta Medica, 2015).
Apakah Rehmannia aman digunakan pada anak-anak dan bayi?
Keamanan dan dosis Rehmannia pada anak-anak dan bayi belum ditetapkan secara ilmiah. Tradisi pengobatan Tiongkok biasanya tidak merekomendasikan penggunaan untuk anak di bawah usia 2 tahun tanpa pengawasan. Karena sistem metabolisme dan ginjal anak masih berkembang, risiko efek samping lebih besar. Oleh karena itu, penggunaan pada anak-anak hanya boleh dilakukan di bawah bimbingan ahli herbal atau dokter. (Referensi: Chan et al., Pediatric Drugs, 2003; Chinese Herbal Medicine: Pediatrics, 2010).
Apakah Rehmannia dapat berinteraksi dengan obat-obatan konvensional?
Ya, Rehmannia dapat berinteraksi dengan obat antidiabetes, antihipertensi, dan imunosupresan karena efeknya yang menurunkan glukosa darah dan memodulasi sistem imun. Juga berpotensi mempengaruhi metabolisme obat di hati melalui enzim CYP450. Penggunaan bersamaan dengan diuretik atau obat yang mempengaruhi elektrolit sebaiknya dihindari. Selalu informasikan dokter tentang suplemen herbal yang dikonsumsi untuk mencegah interaksi berbahaya. (Referensi: Izzo, Ernst, Drugs, 2009; Colalto, International Journal of Clinical Pharmacology and Therapeutics, 2010).

Akar Manis Cina

Glycyrrhiza uralensis

Jamur Poria

Wolfiporia extensa

Cari: