Advertisement
Rehmannia glutinosa, yang lebih dikenal sebagai rehmannia atau Chinese foxglove, adalah tanaman herbal tahunan yang berasal dari Tiongkok dan Korea. Habitat aslinya meliputi lereng bukit dan area terbuka di dataran tinggi, di mana ia tumbuh setinggi 30–60 cm dengan akar tunggang yang tebal dan berdaging. Daunnya berbentuk lonjong dengan tepi bergerigi dan permukaan yang sedikit berbulu, sementara bunganya berbentuk lonceng berwarna ungu kemerahan yang menyerupai bunga foxglove. Tanaman ini telah dibudidayakan secara luas di Asia Timur, terutama karena akarnya yang bernilai tinggi dalam pengobatan tradisional Tiongkok, di mana dikenal sebagai di huang atau sheng di huang (akar mentah) dan shu di huang (akar yang diproses).
Tanaman ini berasal dari Tiongkok dan tumbuh subur di lingkungan yang sejuk serta tanah yang subur, lembap, tapi tetap punya drainase yang baik. Biasanya banyak ditemukan di lereng gunung atau lahan terbuka yang terkena sinar matahari cukup. Karakteristik/ciri-ciri Di Huang (Rehmannia glutinosa):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Bagian yang paling berharga. Berbentuk umbi akar yang tebal, berdaging, dan warnanya kuning kecokelatan sampai merah tua. |
| Batang | Tumbuh tegak, tidak bercabang, dan seluruh permukaannya ditutupi oleh rambut-rambut halus yang lengket. |
| Daun | Daunnya menumpuk di bagian pangkal (membentuk roset), berbentuk lonjong atau oval dengan tepian yang bergerigi kasar. Tekstur daunnya agak keriput dan juga berambut. |
| Bunga | Bentuknya menyerupai terompet atau lonceng, warnanya cantik kombinasi ungu kemerahan atau agak kekuningan dengan garis-garis ungu di dalamnya. |
| Buah Dan Biji | Buahnya berbentuk kapsul kecil berbentuk telur yang berisi banyak biji-biji berukuran sangat kecil di dalamnya. |
8 Manfaat Di Huang untuk kesehatan.
Ekstrak Rehmannia glutinosa menghambat aktivasi NF-κB dan MAPK, menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, serta sitokin pro-inflamasi TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Senyawa iridoid glikosida seperti katalpol menghambat jalur TLR4/MyD88/NF-κB, mengurangi degradasi proteoglikan pada kondrosit.
Katalpol dan rehmanniosida meningkatkan sensitivitas insulin melalui aktivasi jalur PI3K/Akt/GLUT4 pada otot dan jaringan adiposa, serta menghambat α-glukosidase usus. Juga menurunkan glukoneogenesis hepatik dengan menghambat PEPCK dan G6Pase.
Katalpol dan asetosal (acteoside) mengaktifkan jalur Nrf2/ARE, meningkatkan antioksidan endogen (SOD, CAT, GSH) dan menghambat apoptosis mitokondria melalui regulasi Bax/Bcl-2 serta penurunan aktivitas kaspase-3. Juga menghambat agregasi β-amiloid dan fosforilasi tau.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Di Huang.
Interaksi & Kontraindikasi Di Huang dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Di Huang (Rehmannia glutinosa), yang merupakan salah satu ramuan penting dalam pengobatan tradisional Tiongkok, umumnya dianggap aman bila digunakan dalam dosis yang tepat. Namun, penggunaan jangka panjang atau dosis yang berlebihan dapat memicu berbagai efek samping pada sistem pencernaan. Keluhan gastrointestinal yang paling sering dilaporkan meliputi mual, muntah, perut kembung, nyeri epigastrik, dan diare ringan. Hal ini disebabkan oleh sifat ramuan yang cenderung 'lengket' dan berat, sehingga dapat membebani fungsi limpa dan lambung (Spleen and Stomach Qi) dalam pandangan medis tradisional, serta sulit dicerna pada individu dengan sistem pencernaan yang sensitif.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Di Huang.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Di Huang.