荊芥連翹湯

(Keigairengyoto)

Kategori: Inflammatory / Dermatology


Keigairengyoto adalah formula Kampo yang digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi peradangan, termasuk radang tenggorokan, tonsilitis, jerawat, dan eksim. Formula ini bekerja dengan membersihkan panas dan racun dari tubuh serta mengurangi peradangan.

Indikasi/Manfaat:

Peradangan saluran pernapasan atas, tonsilitis, jerawat, eksim, dan furunkel.

Bahan Herbal dalam Keigairengyoto:

Scutellaria baicalensis
Kulit Phellodendron
Phellodendron amurense
Rimpang Coptis
Coptis japonica
Akar Platycodon
Platycodon grandiflorum
Jeruk Muda
Citrus aurantium
Schizonepeta tenuifolia
Akar Bupleurum
Bupleurum falcatum
Gardenia jasminoides
Rehmannia glutinosa
Paeonia lactiflora
Rimpang Cnidium
Cnidium officinale
Akar Angelica Jepang
Angelica acutiloba
Mentha arvensis
Akar Angelica Dahurica
Angelica dahurica
Saposhnikovia divaricata
Forsythia suspensa
Glycyrrhiza uralensis

Advertisement

Akar Manis Cina / Chinese Licorice

Glycyrrhiza uralensis
Akar Manis Cina

Glycyrrhiza uralensis, yang dikenal luas sebagai Chinese Licorice atau Gan Cao dalam pengobatan tradisional Tiongkok, merupakan tanaman herba tahunan yang termasuk dalam famili Fabaceae. Tanaman ini berasal dari wilayah Asia Timur, terutama Tiongkok, Mongolia, dan Siberia. Akar tunggangnya yang tebal dan berwarna cokelat kekuningan merupakan bagian yang paling bernilai secara medis. Secara morfologi, tanaman ini dapat tumbuh hingga setinggi satu meter, dengan daun majemuk menyirip dan bunga ungu kebiruan yang tersusun dalam tandan. Rasa manis khas dari akar licorice berasal dari senyawa glisirizin yang 50 kali lebih manis daripada gula tebu, menjadikannya salah satu tanaman obat paling ikonik dalam khazanah botanika.

Nama Lain: Gan Cao (China), Kanzo (Japan), Gamcho (South Korea), Ural licorice (Russia), Mongolian licorice (Mongolia)

Di Huang / Chinese Foxglove

Rehmannia glutinosa

Rehmannia glutinosa, yang lebih dikenal sebagai rehmannia atau Chinese foxglove, adalah tanaman herbal tahunan yang berasal dari Tiongkok dan Korea. Habitat aslinya meliputi lereng bukit dan area terbuka di dataran tinggi, di mana ia tumbuh setinggi 30–60 cm dengan akar tunggang yang tebal dan berdaging. Daunnya berbentuk lonjong dengan tepi bergerigi dan permukaan yang sedikit berbulu, sementara bunganya berbentuk lonceng berwarna ungu kemerahan yang menyerupai bunga foxglove. Tanaman ini telah dibudidayakan secara luas di Asia Timur, terutama karena akarnya yang bernilai tinggi dalam pengobatan tradisional Tiongkok, di mana dikenal sebagai di huang atau sheng di huang (akar mentah) dan shu di huang (akar yang diproses).

Nama Lain: Di Huang (China), Jiō (Japan), Jihwang (South Korea), Địa hoàng (Vietnam), Chinese foxglove (United Kingdom)

Huang Qin / Chinese Skullcap

Scutellaria baicalensis

Scutellaria baicalensis, yang dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Huang Qin, adalah tanaman herbal abadi dari famili Lamiaceae. Tanaman ini berasal dari daerah beriklim sedang di Asia Timur, terutama di padang rumput dan lereng berbatu di Tiongkok, Mongolia, dan Siberia. Akar tunggangnya yang tebal berwarna kuning kecokelatan menjadi bagian utama yang digunakan dalam ramuan obat. Secara botani, tanaman ini memiliki batang tegak setinggi 30–120 cm, daun lanset tanpa tangkai, dan bunga berwarna biru-ungu yang tersusun dalam tandan terminal. Kandungan senyawa aktif utamanya adalah flavonoid, terutama baicalin, baicalein, dan wogonin, yang memberikan efek farmakologis signifikan.

Nama Lain: Huang Qin (China), Ougon (Japan), Hwanggeum (South Korea), Baikal skullcap (Russia), Chinese skullcap (United States)

Peony Tiongkok / Chinese Peony

Paeonia lactiflora
Peony Tiongkok

Akar Paeonia lactiflora, yang dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Bai Shao, berasal dari tanaman peoni putih yang termasuk dalam famili Paeoniaceae. Tanaman herba menahun ini tumbuh liar di kawasan Asia Timur, terutama di Tiongkok, Mongolia, dan Siberia. Bagian yang digunakan secara medis adalah akar yang telah dikupas dan dikeringkan. Dalam sistem pengobatan Tionghoa, Bai Shao dikategorikan sebagai ramuan yang bersifat sedikit dingin, berasa asam dan pahit, serta masuk ke meridian hati dan limpa. Khasiat utamanya adalah menyehatkan darah, mengatur sirkulasi energi (qi), dan meredakan nyeri, terutama yang berkaitan dengan ketidakseimbangan fungsi hati dan darah.

Nama Lain: Shakuyaku (Jepang), Jak-yak (Korea), Pivoine blanche (Prancis), Peonía blanca (Spanyol)

Lian Qiao / Weeping Forsythia

Forsythia suspensa
Lian Qiao

Forsythia, yang dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Lian Qiao (Forsythia suspensa), adalah semak berbunga dari famili Oleaceae. Tanaman ini berasal dari Asia Timur, terutama Tiongkok, dan telah dibudidayakan luas sebagai tanaman hias karena bunganya yang kuning cerah mekar di awal musim semi. Secara botani, F. suspensa memiliki cabang-cabang yang merunduk (suspensa berarti "menggantung") dengan daun berbentuk lanset dan buah berbentuk kapsul yang berisi biji bersayap. Buah yang matang dan dikeringkan merupakan bagian yang paling sering digunakan dalam pengobatan herbal.

Nama Lain: Rengyo (Jepang), gaenari (Korea), forsythia pleureur (Prancis), hänge-forsythie (Jerman)

Poko-Poko / Wild Mint

Mentha arvensis

Poko-Poko (Mentha arvensis), yang dikenal juga sebagai daun mint ladang atau mint Jepang, adalah tumbuhan herbal tahunan dari famili Lamiaceae yang banyak tumbuh liar di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Tumbuhan ini memiliki batang basah yang sedikit berbulu, daun berbentuk lonjong dengan tepi bergerigi, serta aroma khas mentol yang kuat. Minyak atsiri yang dihasilkannya mengandung mentol tinggi, menjadikannya salah satu sumber utama penghasil mentol alami di dunia. Di berbagai daerah, Poko-Poko dimanfaatkan sebagai sayuran segar, lalapan, maupun bahan ramuan tradisional.

Nama Lain: Field mint (Inggris), corn mint (Amerika Serikat), Japanese mint (Jepang), pudina (India), yerba buena (Filipina)


Referensi:

  1. Kampo Formulations for Prescription 2024
  2. Kampo medication, ingredient crude drugs, and their Latin names

Kakkontokasenkyushin'i

Kakkonto dengan Cnidium dan Magnolia

Shosaikoto

Shosaikoto

Cari: