Advertisement
Scutellaria baicalensis, yang dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Huang Qin, adalah tanaman herbal abadi dari famili Lamiaceae. Tanaman ini berasal dari daerah beriklim sedang di Asia Timur, terutama di padang rumput dan lereng berbatu di Tiongkok, Mongolia, dan Siberia. Akar tunggangnya yang tebal berwarna kuning kecokelatan menjadi bagian utama yang digunakan dalam ramuan obat. Secara botani, tanaman ini memiliki batang tegak setinggi 30–120 cm, daun lanset tanpa tangkai, dan bunga berwarna biru-ungu yang tersusun dalam tandan terminal. Kandungan senyawa aktif utamanya adalah flavonoid, terutama baicalin, baicalein, dan wogonin, yang memberikan efek farmakologis signifikan.
Tanaman ini asli dari wilayah Asia Timur seperti Tiongkok, Mongolia, Rusia, dan Korea. Biasanya tumbuh liar di lereng bukit yang kering, padang rumput, serta area berbatu dengan sinar matahari yang cukup. Karakteristik/ciri-ciri Huang Qin (Scutellaria baicalensis):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Berbentuk seperti kerucut dengan warna cokelat kekuningan di luar dan kuning cerah di bagian dalam, teksturnya keras dan berserat. |
| Batang | Tumbuh tegak dengan tinggi sekitar 30-60 cm, bentuknya agak persegi (khas keluarga Lamiaceae), dan sering bercabang banyak. |
| Daun | Daunnya berbentuk lanset (lonjong meruncing) dengan tekstur yang agak tebal, permukaannya halus, dan tersusun berpasangan secara berlawanan. |
| Bunga | Berbentuk seperti bibir atau terompet kecil berwarna ungu kebiruan, muncul di ujung batang atau di sela-sela daun bagian atas. |
| Buah Dan Biji | Buahnya berupa kacang kecil yang tersembunyi di dalam kelopak bunga, berisi biji-biji hitam yang sangat kecil. |
8 Manfaat Huang Qin untuk kesehatan.
Ekstrak Scutellaria baicalensis (kaya baicalein dan baicalin) menghambat aktivitas cyclooxygenase-2 (COX-2), 5-lipoxygenase (5-LOX), dan jalur NF-κB, sehingga menurunkan produksi prostaglandin E2, leukotrien, dan sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6).
Baicalein dan baicalin menghambat replikasi virus dengan mengikat protein permukaan virus (misal: spike SARS-CoV-2), menghambat neuraminidase influenza, serta mengganggu pompa efluks bakteri dan pembentukan biofilm.
Senyawa flavonoid dalam S. baicalensis menangkap radikal bebas (ROS, RNS), mengkelat ion logam transisi, dan mengaktifkan jalur Nrf2/ARE yang menginduksi enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GSH-Px).
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Huang Qin.
Interaksi & Kontraindikasi Huang Qin dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Huang Qin (Scutellaria baicalensis) atau Baikal Skullcap adalah tanaman herbal yang secara luas digunakan dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok untuk mengatasi peradangan, infeksi saluran pernapasan, dan gangguan pencernaan. Meskipun umumnya dianggap aman bila digunakan dalam jangka pendek, penggunaan herbal ini dapat menimbulkan berbagai efek samping, terutama pada sistem pencernaan dan saraf. Efek samping yang paling sering dilaporkan meliputi mual, muntah, hilangnya nafsu makan, dan diare akibat iritasi mukosa lambung. Pada beberapa individu yang sensitif, konsumsi ekstrak Huang Qin dapat memicu reaksi hipersensitivitas berupa ruam kulit, gatal-gatal, dan reaksi alergi sistemik.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Huang Qin.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Huang Qin.