Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Scutellaria baicalensis Georgi: Tinjauan Sistematis mengenai Fitokimia, Farmakologi, dan Aplikasi Klinis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    N/A (analisis literatur dari basis data PubMed, Scopus, dan Cochrane Library)
    Dosis/Durasi:
    Tidak ditentukan (studi literatur).
    Temuan:
    Scutellaria baicalensis memiliki berbagai aktivitas biologis antara lain antiinflamasi, antioksidan, antivirus, dan hepatoprotektif. Baicalin serta baicalein adalah senyawa aktif utama yang bertanggung jawab atas sebagian besar efek farmakologis tersebut.
  2. Identifikasi Baicalin sebagai Inhibitor Protease 3CL yang Poten dan Aktivitas Antivirusnya terhadap SARS-CoV-2 secara In Vitro

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel Vero E6 dan enzim 3CLpro rekombinan SARS-CoV-2
    Dosis/Durasi:
    In vitro: 2,5–20 µM selama 24–48 jam.
    Temuan:
    Baicalin menghambat aktivitas protease 3CLpro SARS-CoV-2 secara langsung dan menekan replikasi virus pada sel Vero E6. Efek ini menjadikan baicalin sebagai kandidat terapi adjuvan untuk COVID-19.
  3. Baicalin Memperbaiki Kolitis Ulseratif dengan Menghambat Ferroptosis melalui Aktivasi Nrf2/HO-1 pada Mencit

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    36 mencit C57BL/6 yang diinduksi DSS 3%
    Dosis/Durasi:
    100 mg/kg per oral sekali sehari selama 7 hari.
    Temuan:
    Pemberian baicalin menurunkan skor aktivitas penyakit dan kerusakan histologis usus besar pada kolitis akibat DSS. Baicalin menghambat ferroptosis epitel usus melalui peningkatan jalur sinyal Nrf2/HO-1.
  4. Ekstrak Scutellaria baicalensis Memodulasi Mikrobiota Usus dan Memperbaiki Penyakit Perlemakan Hati Non-Alkoholik pada Tikus

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    32 tikus Sprague-Dawley jantan dengan diet tinggi lemak selama 8 minggu
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kg/hari per oral selama 8 minggu.
    Temuan:
    Ekstrak S. baicalensis mengurangi steatosis hati dan menurunkan kadar ALT, AST, serta trigliserida. Efek protektif ini berkaitan dengan perubahan komposisi mikrobiota usus dan peningkatan asam lemak rantai pendek.
  5. Efektivitas dan Keamanan Scutellaria baicalensis sebagai Terapi Tambahan pada Infeksi Saluran Napas Akut: Meta-Analisis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 uji klinis acak terkontrol (total 1.024 pasien dengan infeksi saluran napas akut)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak kering 3–6 g per hari, dibagi dalam 2–3 dosis, selama 5–14 hari.
    Temuan:
    Penambahan S. baicalensis pada terapi standar memperpendek durasi demam dan batuk serta meningkatkan proporsi kesembuhan. Tidak terdapat perbedaan signifikan dalam insidens efek samping dibandingkan kelompok kontrol.
  6. Baicalin Menunjukkan Efek Antidepresan pada Mencit melalui Peningkatan Sinyal BDNF dan Kadar Monoamin

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    40 mencit ICR jantan yang mendapat stres ringan kronis tak terduga (CUMS)
    Dosis/Durasi:
    25 dan 50 mg/kg intraperitoneal sekali sehari selama 4 minggu.
    Temuan:
    Baicalin mengurangi perilaku seperti depresi pada uji renang paksa dan uji suspensi ekor. Kadar BDNF, serotonin, dan dopamin di hipokampus meningkat secara signifikan setelah pemberian baicalin.
  7. Baicalein Mengurangi Patologi Amiloid dan Neuroinflamasi pada Model Mencit Alzheimer

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    24 mencit transgenik APP/PS1
    Dosis/Durasi:
    25 mg/kg intraperitoneal setiap hari selama 4 minggu.
    Temuan:
    Baicalein menurunkan penumpukan plak β-amiloid dan reaksi mikroglia di otak mencit APP/PS1. Kinerja kognitif pada uji Morris water maze meningkat dibandingkan kelompok kontrol.

Advertisement


Cari: