Kasifikasi ilmiah Jamur Cordyceps (Ophiocordyceps sinensis)
Author: (Berk.) G.H. Sung, J.M. Sung, Hywel-Jones & Spatafora
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Fungi |
| Subkerajaan: | Dikarya |
| Infrakerajaan: | Ascomycota |
| Superdivisi: | Ascomycota |
| Divisi: | Ascomycota |
| Subdivisi: | Pezizomycotina |
| Kelas: | Sordariomycetes |
| Subkelas: | Hypocreomycetidae |
| Ordo: | Hypocreales |
| Famili: | Ophiocordycipitaceae |
| Subfamili: | Ophiocordycipoideae |
| Tribus: | Ophiocordycipiteae |
| Genus: | Ophiocordyceps |
| Spesies: | Ophiocordyceps sinensis |
Ophiocordyceps sinensis adalah sejenis jamur unik yang dikenal sebagai parasit pada larva serangga, khususnya ulat bulu dari genus Thitarodes yang hidup di dataran tinggi Himalaya. Jamur ini mulai menginfeksi inangnya di bawah tanah, perlahan-lahan mengonsumsi jaringan tubuh serangga tersebut hingga akhirnya tumbuh menembus kepala larva ke permukaan tanah saat musim semi tiba.
Dikenal luas dalam dunia pengobatan tradisional sebagai 'emas dari pegunungan', jamur ini sangat dicari karena khasiatnya yang dianggap mampu meningkatkan energi, stamina, dan sistem imun tubuh. Karena siklus hidupnya yang sangat spesifik di lingkungan pegunungan yang ekstrem dan sulit dibudidayakan secara massal, harga Ophiocordyceps sinensis menjadi sangat mahal di pasar global.
Advertisement