Jamur Reishi

Reishi Mushroom | Ganoderma lucidum
Jamur Reishi
Nama
Jamur Reishi (Reishi Mushroom)
Nama Latin/Ilmiah
Ganoderma lucidum
Bagian Digunakan
Tubuh Buah, Miselium
Rasa
Pahit

Nama Lain
Lingzhi (China), Mannentake (Jepang), Yeongji (Korea), Linh chi (Vietnam), Reishi (Amerika Serikat)
Asal
Cina, Jepang, Korea
Kandungan Utama
Triterpenoid, polisakarida, beta-glukan, asam ganoderat, sterol

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Jamur Reishi

Jamur Reishi / Lingzhi, atau yang dikenal secara ilmiah sebagai Ganoderma lucidum, adalah salah satu jamur obat yang paling dihormati dalam pengobatan tradisional Asia, terutama di Tiongkok dan Jepang, selama ribuan tahun. Berbeda dengan jamur konsumsi pada umumnya, Reishi memiliki tekstur keras dan rasa pahit, sehingga jarang dimakan langsung. Dalam pengobatan tradisional, jamur ini sering diseduh sebagai teh atau diekstrak menjadi suplemen. Secara morfologis, Ganoderma lucidum memiliki ciri khas tudung berbentuk ginjal atau kipas dengan permukaan mengilap seperti lak, berwarna merah kecokelatan hingga oranye, serta batang lateral yang pendek. Tumbuhnya umumnya di batang pohon kayu keras yang mati atau sekarat, tersebar di berbagai wilayah beriklim subtropis dan tropis.

Baca Lebih Lanjut
Update: 18 Agu 2026 - 12:40:37
 

II. Ciri-ciri Jamur Reishi

Jamur ini biasanya tumbuh menempel pada batang pohon yang sudah lapuk atau tunggul kayu, terutama pohon berdaun lebar (hardwood) seperti ek atau mapel. Ia menyukai lingkungan yang lembap dan teduh di kawasan hutan tropis maupun iklim sedang. Karakteristik/ciri-ciri Jamur Reishi (Ganoderma lucidum):

Bagian Ciri-Ciri
Bentuk Tubuh Buah Berbentuk seperti kipas atau ginjal, terkadang agak bulat.
Tekstur Permukaan Permukaannya keras, mengilap seperti dipernis (varnished), dan bergelombang.
Warna Gradasi warna dari merah tua, cokelat kemerahan, hingga kuning atau putih di bagian pinggirnya.
Tangkai Stipe Memiliki tangkai yang kokoh, biasanya menempel di sisi samping tubuh buah (lateral), warnanya senada dengan tutup jamur.
Pori Pori Bawah Bagian bawah jamur terdiri dari ribuan pori-pori halus berwarna putih atau krem, tempat spora dilepaskan.
Daging Jamur Teksturnya sangat keras dan kayu (woody), tidak lunak seperti jamur konsumsi pada umumnya.

III. Manfaat Jamur Reishi

8 Manfaat Jamur Reishi untuk kesehatan.

  1. Modulasi Imun dan Peningkatan Respons Imun

    Polisakarida, terutama β-glukan, berikatan dengan reseptor Dectin-1 dan TLR-2/4 pada makrofag dan sel dendritik, mengaktifkan jalur sinyal NF-κB dan MAPK, meningkatkan produksi sitokin pro-inflamasi (IL-1β, TNF-α, IFN-γ) dan aktivasi sel NK serta sel T sitotoksik.

    Senyawa Aktif: β-glukan (polisakarida), Ganoderan (glikopeptida), Ling Zhi-8 (protein imunomodulator)
    Tampilkan
  2. Terapi Adjuvan pada Kanker

    Ganoderic acid menghambat jalur PI3K/Akt/mTOR dan menginduksi apoptosis melalui aktivasi caspases. Polisakarida meningkatkan imunitas antitumor dengan memodulasi mikroenvironment tumor dan menghambat angiogenesis via VEGF downregulation.

    Senyawa Aktif: Asam ganoderat A, B, D, β-glukan (Polisakarida-K), Ling Zhi-8
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi pada Osteoartritis dan Kondisi Inflamasi Kronis

    Asam ganoderat menghambat jalur NF-κB dan COX-2, menurunkan produksi PGE2, NO, dan sitokin pro-inflamasi (IL-6, TNF-α). Juga memodulasi aktivasi inflammasome NLRP3.

    Senyawa Aktif: Asam ganoderat A, C, Ganoderiol F, Polisakarida (β-glukan)
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Jamur Reishi

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Jamur Reishi.

  1. Asam Ganoderat A (Ganoderic Acid A)

    Golongan: Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Tubuh buah (fruiting body)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Hepatoprotektif, Dan Penghambat Enzim HMG-CoA Reduktase (menurunkan Kolesterol)..
    Tampilkan
  2. Asam Ganosporat E (Ganosporeric Acid E)

    Golongan: Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Spora
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Kuat, Sitotoksik Terhadap Sel Kanker Hepatoma (in Vitro), Dan Imunomodulator..
    Tampilkan
  3. Asam Lusidenat A (Lucidenic Acid A)

    Golongan: Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Tubuh buah
    Aktivitas Farmakologis:
    Anti Proliferasi Sel Kanker Paru Dan Payudara (in Vitro), Serta Aktivitas Antiinflamasi Melalui Inhibisi NF-κB..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Jamur Reishi

Interaksi & Kontraindikasi Jamur Reishi dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat antikoagulan (warfarin, aspirin, heparin, clopidogrel)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Reishi memiliki efek antiplatelet dan antikoagulan. Penggunaan bersamaan dapat meningkatkan risiko perdarahan. Pantau INR secara ketat atau hindari kombinasi.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (ACE inhibitor, beta blocker, diuretik, CCB)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Reishi dapat menurunkan tekanan darah. Kombinasi dengan obat antihipertensi dapat menyebabkan hipotensi. Pantau tekanan darah secara rutin.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antidiabetes (insulin, sulfonilurea, metformin, DPP-4 inhibitor)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Reishi dapat menurunkan kadar gula darah. Risiko hipoglikemia meningkat. Pantau gula darah dan waspadai gejala hipoglikemia.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Jamur Reishi

Jamur Reishi (Ganoderma lucidum) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jangka pendek, namun penggunaan jangka panjang atau dalam dosis tinggi dapat menimbulkan berbagai efek samping ringan hingga sedang. Beberapa keluhan yang paling sering dilaporkan oleh pengguna meliputi gangguan pencernaan seperti mual, sakit perut, diare, serta kekeringan pada mulut, tenggorokan, dan hidung yang kadang disertai mimisan atau pendarahan ringan pada gusi. Reaksi alergi kulit seperti gatal-gatal dan ruam juga dapat terjadi pada individu yang sensitif terhadap komponen bioaktif di dalam jamur ini.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Jamur Reishi

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Jamur Reishi.

  1. Efek Suplemen Ganoderma lucidum terhadap Kadar Glukosa Darah pada Penderita Diabetes Tipe 2: Meta-Analisis Uji Klinis Acak Terkontrol

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Suplementasi Ganoderma lucidum secara signifikan menurunkan kadar HbA1c dan glukosa darah puasa dibandingkan plasebo. Efek ini lebih nyata pada pemberian durasi minimal 12 minggu.
    Tampilkan
  2. Ganoderma lucidum sebagai Terapi Adjuvan pada Pasien Kanker Payudara: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Konsumsi Ganoderma lucidum dikaitkan dengan peningkatan kualitas hidup dan penurunan kelelahan terkait kemoterapi. Namun, tidak ditemukan efek langsung terhadap ukuran tumor atau kelangsungan hidup keseluruhan.
    Tampilkan
  3. Pengaruh Ekstrak Ganoderma lucidum terhadap Kualitas Tidur pada Dewasa Muda: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Ganoderma lucidum selama 6 minggu meningkatkan skor kualitas tidur (PSQI) dan menurunkan latensi tidur. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
    Tampilkan

VIII. FAQ Jamur Reishi

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Jamur Reishi.

Apa saja kandungan fitokimia utama dalam Reishi (Ganoderma lucidum)?
Reishi mengandung lebih dari 200 senyawa bioaktif, terutama polisakarida (seperti beta-glukan) dan triterpenoid (seperti asam ganoderat). Polisakarida memiliki efek imunomodulator, sedangkan triterpenoid menunjukkan aktivitas anti-inflamasi dan antioksidan. Studi oleh Bao et al., 2019 mengidentifikasi asam ganoderat A, B, D, dan F sebagai komponen kunci. Selain itu, terdapat juga peptida, sterol, dan nukleotida yang berkontribusi pada manfaat kesehatan.
Bagaimana cara konsumsi Reishi yang benar untuk kesehatan umum?
Konsumsi Reishi umumnya dalam bentuk ekstrak kapsul, bubuk, atau teh. Dosis harian yang dianjurkan untuk dewasa adalah 1.5–9 gram jamur kering atau 1–2 gram ekstrak standar (mengandung 10–20% polisakarida). Disarankan memulai dengan dosis rendah dan meningkat secara bertahap. Untuk teh, rebus 1–2 gram irisan Reishi dalam 500 ml air selama 15–20 menit. Studi oleh Chen et al., 2020 menunjukkan bahwa konsumsi bersama makanan dapat meningkatkan penyerapan. Hindari konsumsi berlebihan tanpa konsultasi tenaga kesehatan.
Apa manfaat kesehatan Reishi yang didukung bukti ilmiah?
Bukti ilmiah menunjukkan Reishi memiliki efek imunomodulator, anti-inflamasi, antioksidan, dan potensi antikanker. Sebuah metaanalisis Wang et al., 2018 melaporkan peningkatan aktivitas sel NK dan sel T pada pasien kanker yang mengonsumsi ekstrak Reishi. Selain itu, studi klinis Gao et al., 2003 menemukan bahwa Reishi dapat meningkatkan kualitas hidup pasien kanker paru. Efek lain yang didukung adalah penurunan tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol pada uji praklinis. Namun, sebagian besar bukti masih terbatas pada studi skala kecil.
Apakah Reishi aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Keamanan Reishi pada ibu hamil dan menyusui belum diteliti secara memadai. Secara teoritis, aktivitas imunomodulator dan antikoagulan Reishi dapat menimbulkan risiko, seperti gangguan perdarahan atau kontraksi rahim. National Institutes of Health (NIH) merekomendasikan untuk menghindari penggunaan selama kehamilan dan menyusui karena kurangnya data keamanan. Seekor studi pada hewan Yuen et al., 2012 menunjukkan toksisitas pada dosis tinggi, namun tidak ada uji klinis pada manusia. Konsultasi dengan dokter sangat disarankan sebelum penggunaan.
Apakah Reishi aman untuk anak-anak dan bayi?
Penggunaan Reishi pada anak-anak dan bayi tidak dianjurkan tanpa pengawasan medis. Sistem imun dan metabolisme anak masih berkembang, sehingga efek imunomodulator Reishi dapat menyebabkan reaksi yang tidak terduga. Sebuah laporan kasus Lee et al., 2015 mencatat efek samping seperti ruam dan gangguan pencernaan pada anak yang mengonsumsi suplemen Reishi. Tidak ada penelitian yang memadai untuk dosis aman pada populasi ini. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak sebelum memberikan Reishi pada anak di bawah 12 tahun.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi Reishi?
Efek samping yang umum relatif ringan, seperti mulut kering, pusing, gatal, dan gangguan pencernaan (mual, diare). Pada dosis tinggi atau penggunaan jangka panjang, risiko perdarahan meningkat karena efek antiagregasi trombosit. Wan et al., 2020 melaporkan kasus hepatitis akibat suplemen Reishi pada pasien dengan gangguan hati. Reaksi alergi juga mungkin terjadi. Disarankan untuk menghentikan konsumsi dua minggu sebelum operasi. Efek samping serius jarang terjadi, tetapi perlu diwaspadai pada individu dengan kondisi medis tertentu.
Apakah Reishi berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Reishi dapat berinteraksi dengan obat antikoagulan (seperti warfarin), antiplatelet (aspirin, klopidogrel), dan obat imunosupresan. Mekanisme melalui efek penghambatan agregasi trombosit dan modulasi enzim CYP450. Sebuah studi Li et al., 2017 menunjukkan ekstrak Reishi meningkatkan efek warfarin pada tikus, meningkatkan risiko perdarahan. Juga dapat memengaruhi metabolisme obat antihipertensi dan antidiabetes. Pasien yang menggunakan obat-obatan tersebut harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi Reishi. Hindari penggunaan bersamaan dengan NSAID dosis tinggi.

Dong Quai

Angelica sinensis

Jamur Cordyceps

Ophiocordyceps sinensis

Cari: