Haritaki

Mojokeling | Terminalia chebula
Mojokeling
 
Nama: Haritaki (Mojokeling)
Nama Ilmiah: Terminalia chebula
Family: Combretaceae
Nama Lain: Chebulic Myrobalan

Dosha:
Menyeimbangkan Vata, Pitta, dan Kapha (Tridosha)

Bagian: Buah

Manfaat:

Melancarkan pencernaan, mengatasi konstipasi, detoksifikasi, meningkatkan penyerapan nutrisi

Apa itu Haritaki?

Haritaki (Terminalia chebula) adalah salah satu komponen utama dalam Triphala, formula herbal Ayurveda yang paling terkenal. Buah ini dianggap sebagai "Raja Obat" (King of Medicines) dalam pengobatan tradisional India.

Dalam Ayurveda, Haritaki terkenal karena sifat Anulomana-nya (pencahar ringan yang melancarkan pencernaan tanpa merusak mukosa usus). Tanaman ini memiliki rasa Kashaya (sepat) dengan energi Ushna (hangat) dan efektif menyeimbangkan ketiga dosha (Tridosha).

Buah Haritaki digunakan dalam berbagai bentuk sediaan, mulai dari bubuk (Churna) hingga tablet (Vati), dan telah terbukti secara ilmiah mempercepat waktu transit usus sehingga bermanfaat untuk mengatasi konstipasi.


Kontraindikasi:

Hindari pada diare akut dan kehamilan berlebihan

Tags:

pencernaan, detoksifikasi, konstipasi, triphala, tridosha

Referensi:

  1. Charaka Samhita, Ashtanga Hridaya

Advertisement

Pengolahan:

Buah dikeringkan dan dihaluskan menjadi bubuk, atau direbus sebagai decoction.

Resep Haritaki

5 Resep Tradisional Mengolah Haritaki (Terminalia chebula) dalam Pendekatan Ayurveda.

Resep #1:

Haritaki Churna (Bubuk Buah) dengan Anupana Berbeda

Bentuk bubuk adalah cara paling dasar dan serbaguna. Khasiatnya dapat diarahkan untuk berbagai kondisi dengan mencampurnya dengan 'anupana' (media pembawa) yang tepat.

Persiapan:
Keringkan buah Haritaki matang, lalu giling hingga menjadi bubuk halus. Dosis umum adalah 2-4 gram per hari.
Penggunaan/konsumsi:
Untuk menyeimbangkan Vata, campur dengan guda (gula merah). Untuk Pitta, campur dengan sharkara (gula). Untuk Kapha, campur dengan lavana (garam) atau madu. Untuk efek Rasayana (rejuvenasi), gunakan dengan ghrita (ghee) atau minyak wijen. Konsumsi 2-4 gram bubuk dua kali sehari dengan air hangat.
Resep #2:

Rebusan Haritaki (Kwatha) untuk Pencernaan dan Detoksifikasi

Rebusan akar atau buah digunakan untuk membersihkan saluran pencernaan (Koshtha Shuddhi), mengatasi sembelit, dan sebagai tonik ringan.

Persiapan:
Ambil 5-10 gram bubuk Haritaki atau buah utuh yang dihancurkan. Tambahkan 200 ml air dan rebus hingga air berkurang setengahnya (sekitar 100 ml). Saring cairannya.
Penggunaan/konsumsi:
Minum 50-100 ml rebusan ini hangat-hangat, idealnya di malam hari sebelum tidur, untuk membantu mengatasi sembelit dan membersihkan usus.
Tampilkan Semua Resep (+3)

Note:

Haritaki umumnya aman tetapi harus digunakan dengan hati-hati. Karena sifatnya yang ringan dan kering, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi atau memperburuk kondisi Vata pada individu tertentu. Wanita hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan praktisi Ayurveda sebelum penggunaan. Dosis harus disesuaikan dengan konstutusi individu dan kondisi kesehatan.


Advertisement

Referensi Resep:

  1. Charaka Samhita, Sutrasthana - Klasifikasi Tanaman Obat
  2. Sushruta Samhita, Chikitsasthana - Penggunaan Haritaki
  3. Ashtanga Hridaya, Sutrasthana - Sifat dan Khasiat Haritaki
  4. Bhavaprakasha Nighantu - Monografi Haritaki
  5. Kashyapa Samhita - Formulasi Agastya Haritaki
  6. Sarangadhara Samhita - Metode Pengolahan Churna dan Kwatha
  7. Ayurvedic Pharmacopoeia of India - Standarisasi Haritaki
  8. Sharangadhara Samhita, Madhyama Khanda - Gandharva Haritaki
  9. Charaka Samhita, Kalpasthana - Penggunaan Avaleha dan Guda

Tulsi

Ocimum sanctum

Haridra

Curcuma longa

Cari: