Bratawali

Heart-Leaved Moonseed | Tinospora cordifolia
Bratawali
Nama
Bratawali (Heart-Leaved Moonseed)
Nama Latin/Ilmiah
Tinospora cordifolia
Bagian Digunakan
Batang, Daun, Akar
Rasa
Tikta, Madhura

Nama Lain
Amrita (India), Gulbel (Pakistan), Gulancha (Bangladesh), Gurjo (Nepal), Rasakinda (Sri Lanka)
Asal
India, Sri Lanka, Myanmar
Kandungan Utama
Berberin, palmatin, tinosporin, tinocordisida

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Bratawali

Guduchi atau Giloy (Tinospora cordifolia) adalah tanaman merambat semak yang termasuk dalam famili Menispermaceae, banyak ditemukan di wilayah tropis India, Sri Lanka, dan Asia Tenggara. Tanaman ini dikenal dalam pengobatan Ayurveda sebagai "Amrita" atau "nektar keabadian" karena kemampuannya yang luar biasa dalam meningkatkan vitalitas dan daya tahan tubuh. Batangnya yang berdaging dan berdaun hijau berbentuk hati sering dimanfaatkan sebagai bahan herbal, terutama bagian batang dan akarnya. Kandungan senyawa aktif seperti alkaloid (misalnya berberin), glikosida, steroid, polisakarida, dan flavonoid menjadikan Tinospora cordifolia sebagai adaptogen, imunomodulator, dan antioksidan alami yang kuat.

Baca Lebih Lanjut
Update: 22 Agu 2026 - 06:41:20
 

II. Ciri-ciri Bratawali

Tanaman ini jenis tumbuhan merambat yang suka banget tumbuh di area hutan tropis, semak belukar, atau daerah dataran rendah. Dia tahan banting dan bisa tumbuh subur di berbagai jenis tanah, asalkan dapat sinar matahari yang cukup. Karakteristik/ciri-ciri Bratawali (Tinospora cordifolia):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Batangnya bentuknya bulat, berkayu, dan punya tekstur kulit yang agak kasar atau berbenjol-benjol. Warnanya cokelat kehijauan, dan kalau sudah tua, kulit batangnya bisa terkelupas tipis.
Daun Bentuk daunnya unik, mirip hati atau jantung (cordate). Warnanya hijau cerah dengan permukaan yang halus dan bertulang daun menjari.
Bunga Bunganya kecil-kecil, warnanya kuning kehijauan, dan muncul dalam bentuk tandan yang menggantung di ketiak daun.
Buah Buahnya bentuknya seperti telur atau bulat kecil. Kalau masih muda warnanya hijau, tapi kalau sudah matang berubah jadi merah terang.
Akar Punya sistem perakaran yang kuat, seringkali muncul akar gantung dari batang yang menjalar untuk membantu tanaman merambat lebih tinggi.

III. Manfaat Bratawali

8 Manfaat Bratawali untuk kesehatan.

  1. Imunomodulator (peningkatan respons imun)

    Mengaktivasi makrofag dan sel NK melalui peningkatan sitokin pro-inflamasi (IL-2, IFN-γ) dan fagositosis; memodulasi jalur TLR-4/NF-κB serta meningkatkan aktivitas limfosit T dan B.

    Senyawa Aktif: Tinocordiside, Cordifolioside A, Berberin
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi pada osteoarthritis lutut

    Menghambat aktivitas COX-2 dan lipoksigenase, menurunkan produksi TNF-α dan IL-1β, serta memblokir jalur NF-κB sehingga mengurangi degradasi kartilago dan nyeri sendi.

    Senyawa Aktif: Tinocordifolin, Tinosporin, Giloin
    Tampilkan
  3. Antidiabetes (diabetes tipe 2)

    Meningkatkan sekresi insulin dari sel β pankreas, meningkatkan sensitivitas insulin melalui aktivasi jalur PPAR-γ dan AMPK, serta menghambat enzim α-glukosidase dan α-amilase di usus.

    Senyawa Aktif: Palmatine, Jateorrhizine, Tinosporin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Bratawali

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Bratawali.

  1. Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antidiabetes, Antimikroba, Antiinflamasi, Imunomodulator, Hepatoprotektif.
    Tampilkan
  2. Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Hepatoprotektif, Antihipertensi, Antimikroba.
    Tampilkan
  3. Tinosporin

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Imunomodulator, Antialergi, Antiinflamasi.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Bratawali

Interaksi & Kontraindikasi Bratawali dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan pada anak-anak (tanpa pengawasan medis)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Keamanan dan dosis pada anak belum ditetapkan. Konsultasikan dengan dokter anak sebelum penggunaan.

  2. Kombinasi dengan herbal imunomodulator lain (misalnya Echinacea, Astragalus)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Efek sinergis mungkin terjadi, namun umumnya aman. Pantau reaksi imun berlebihan jika ada riwayat autoimun.

  3. Kehamilan dan menyusui

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan karena belum ada data keamanan yang memadai. Potensi efek stimulasi imun dapat mempengaruhi janin atau bayi.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+5)

VI. Efek Samping Bratawali

Bratawali (Tinospora cordifolia) adalah tanaman herbal yang secara tradisional sering digunakan untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan seperti demam, diabetes, dan peradangan. Meskipun memiliki potensi terapeutik, konsumsi ekstrak bratawali, terutama dalam dosis tinggi atau jangka panjang, dapat memicu berbagai efek samping yang signifikan. Beberapa laporan kasus klinis telah mengaitkan penggunaan bratawali dengan toksisitas hati (hepatotoksisitas), yang ditandai dengan peningkatan enzim hati, ikterus (kulit dan mata menguning), serta nyeri pada perut bagian kanan atas. Senyawa aktif alkaloid dan glikosida bitter di dalam tanaman ini dapat memberikan beban metabolik yang berat pada organ hati jika tidak dikonsumsi dengan pengawasan yang tepat.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Bratawali

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Bratawali.

  1. Efektivitas Tinospora cordifolia terhadap kontrol glikemik pada diabetes melitus tipe 2: tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Tinospora cordifolia secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah puasa dan HbA1c dibandingkan plasebo. Efek samping yang dilaporkan relatif ringan dan dapat ditoleransi dengan baik.
    Tampilkan
  2. Tinjauan sistematis: peran imunomodulator Tinospora cordifolia pada infeksi virus

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Tinospora cordifolia meningkatkan aktivitas sel pembunuh alami, proliferasi limfosit, dan produksi sitokin antivirus. Tinjauan ini mendukung potensinya sebagai terapi adjuvan pada infeksi virus.
    Tampilkan
  3. Pengaruh Tinospora cordifolia sebagai adjuvan terhadap perbaikan klinis pasien COVID-19: uji acak terkontrol

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Penambahan ekstrak Tinospora cordifolia mempercepat perbaikan gejala dan menurunkan biomarker inflamasi CRP. Tidak ditemukan efek samping serius selama penelitian.
    Tampilkan

VIII. FAQ Bratawali

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Bratawali.

Apa itu Guduchi/Giloy (Tinospora cordifolia) dan apa kandungan fitokimia utamanya?
Guduchi, dikenal juga sebagai Giloy, adalah tanaman herbal yang banyak digunakan dalam pengobatan Ayurveda. Kandungan fitokimia utamanya meliputi alkaloid (seperti berberin, tinokordifolin), glikosida, steroid (misalnya β-sitosterol), polisakarida, dan senyawa fenolik. Senyawa-senyawa ini berkontribusi pada aktivitas imunomodulator, antioksidan, antiinflamasi, dan hepatoprotektif. (Sharma et al., 2012; Jagetia & Rao, 2006)
Bagaimana cara konsumsi sehari-hari yang aman untuk dewasa?
Konsumsi harian yang umum adalah dalam bentuk ekstrak batang, kapsul, atau jus segar. Untuk dewasa, dosis yang sering digunakan adalah 500–1000 mg ekstrak kering per hari, atau 1–2 sendok teh jus segar yang diencerkan dengan air, diminum 1–2 kali sehari. Sebaiknya dikonsumsi setelah makan untuk mengurangi risiko iritasi lambung. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum memulai suplemen. (Upadhyay et al., 2010)
Apa manfaat kesehatan umum yang didukung bukti ilmiah?
Beberapa manfaat yang didukung penelitian meliputi: meningkatkan imunitas (imunomodulator), menurunkan demam (antipiretik), membantu mengontrol kadar gula darah (antidiabetes), melindungi hati (hepatoprotektif), dan memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. Studi klinis juga menunjukkan potensi dalam mengurangi gejala alergi dan stres oksidatif. (Prince & Menon, 2000; Singh et al., 2003)
Apakah ada efek samping atau interaksi obat yang perlu diwaspadai?
Pada dosis yang dianjurkan, efek samping jarang terjadi, tetapi beberapa orang melaporkan gangguan pencernaan ringan, mual, atau sakit kepala. Interaksi obat terutama terjadi dengan obat penekan imun (seperti siklosporin) karena efek imunostimulan Giloy, serta dengan obat diabetes dan hipertensi karena dapat mempotensiasi efeknya. Hindari penggunaan pada pasien dengan penyakit autoimun tanpa pengawasan medis. (Chintalwar et al., 2017; Patel et al., 2015)
Apakah Giloy aman untuk bayi dan anak-anak?
Keamanan pada bayi dan anak-anak belum diteliti secara memadai. Beberapa sumber Ayurveda menggunakannya dalam dosis sangat kecil untuk demam atau gangguan pencernaan, namun bukti klinis terbatas. Secara umum, tidak dianjurkan untuk anak di bawah 2 tahun tanpa konsultasi dokter. Pada anak yang lebih besar, penggunaan jangka pendek dengan dosis rendah mungkin dapat dipertimbangkan di bawah pengawasan ahli herbal atau dokter. (Joshi et al., 2014)
Apakah aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Keamanan selama kehamilan dan menyusui belum cukup diteliti. Beberapa studi pada hewan menunjukkan efek abortifasien pada dosis tinggi, sehingga penggunaan pada ibu hamil tidak dianjurkan kecuali di bawah pengawasan medis. Pada ibu menyusui, belum ada data tentang ekskresi dalam ASI. Sebaiknya hindari penggunaan selama kehamilan dan menyusui karena kurangnya bukti keamanan. (Sharma et al., 2012; Jagetia & Rao, 2006)
Berapa dosis yang dianjurkan untuk dewasa berdasarkan penelitian?
Dosis yang umum digunakan dalam penelitian klinis adalah: ekstrak batang 500–1000 mg per hari (dibagi 2 dosis), atau jus batang segar 10–20 ml per hari. Untuk tujuan imunomodulator, dosis hingga 1,5 g/hari pernah digunakan dalam studi jangka pendek. Penting untuk menyesuaikan dosis dengan kondisi individu dan memulai dari dosis rendah. (Upadhyay et al., 2010; Singh et al., 2003)
Apakah Giloy dapat meningkatkan imunitas dan membantu melawan infeksi seperti COVID-19?
Penelitian in vitro dan in vivo menunjukkan Giloy memiliki efek imunostimulan, seperti meningkatkan aktivitas fagositosis dan produksi sel T. Beberapa studi observasional di India melaporkan potensi sebagai terapi adjuvant pada COVID-19, namun bukti klinis yang kuat masih terbatas. Penggunaan sebagai pencegahan atau pengobatan COVID-19 belum disetujui oleh organisasi kesehatan resmi. Diperlukan lebih banyak uji klinis acak terkontrol. (Patel et al., 2015; Kaur et al., 2021)

Bahera

Terminalia bellirica

Ranggitan

Rubia cordifolia

Cari: