Kasifikasi ilmiah Bratawali (Tinospora cordifolia)
Author: (Willd.) Miers
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Magnoliidae |
| Ordo: | Ranunculales |
| Famili: | Menispermaceae |
| Subfamili: | Menispermoideae |
| Tribus: | Tinosporeae |
| Genus: | Tinospora |
| Spesies: | Tinospora cordifolia |
Tinospora cordifolia, yang sering dikenal sebagai brotowali, adalah tanaman merambat yang punya sejarah panjang dalam pengobatan tradisional. Batangnya yang berasa sangat pahit ini sering dimanfaatkan masyarakat sebagai obat herbal untuk menurunkan demam, mengatasi diabetes, hingga meningkatkan sistem imun tubuh. Tanaman ini tumbuh dengan subur di daerah tropis dan punya ciri khas batang berbenjol-benjol serta daun berbentuk hati yang cantik.
Selain manfaat medisnya, tanaman ini juga sangat tangguh dan mudah ditemukan di pekarangan atau hutan sekunder. Meskipun rasanya sangat getir, banyak orang yang tetap setia mengonsumsinya baik dalam bentuk rebusan air batangnya maupun suplemen bubuk. Karena sifat adaptogenik dan kandungan antioksidannya, brotowali tetap menjadi primadona dalam dunia pengobatan alami di banyak negara Asia.
Advertisement