Ranggitan

Indian Madder | Rubia cordifolia
Nama
Ranggitan (Indian Madder)
Nama Latin/Ilmiah
Rubia cordifolia
Bagian Digunakan
Akar
Rasa
Tikta, Kashaya, Madhura
Nama Lain
Indian madder (India), Manjith (Nepal), Akane (Japan), Qian cao (China), Manjistha (Indonesia)
Asal
India, Nepal, Sri Lanka, dan Cina
Kandungan Utama
Purpurin, alizarin, rubiadin, dan asam rubiritrat

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Ranggitan

Manjistha (Rubia cordifolia) merupakan tanaman merambat dari famili Rubiaceae yang telah digunakan selama berabad-abad dalam sistem pengobatan tradisional India, khususnya Ayurveda. Tumbuhan ini tumbuh liar di daerah pegunungan Asia, termasuk Himalaya, dan mudah dikenali dari batangnya yang segitiga dengan duri kecil melengkung, serta daun berbentuk jantung yang tersusun melingkar. Akar tunggangnya yang berwarna merah kecoklatan menjadi bagian paling bernilai karena mengandung pigmen alami antrakuinon—terutama ruberitrin, purpurin, dan alizarin. Zat-zat ini tidak hanya memberi warna merah khas pada kain tradisional, tetapi juga mendasari khasiat antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba pada Manjistha.

Baca Lebih Lanjut
Update: 22 Agu 2026 - 08:42:01
 

II. Ciri-ciri Ranggitan

Tanaman ini suka tumbuh merambat atau memanjat di area hutan, semak belukar, atau tepi sungai. Biasanya ditemukan di dataran tinggi dengan tanah yang cukup lembap dan teduh. Karakteristik/ciri-ciri Ranggitan (Rubia cordifolia):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Memiliki akar rimpang yang khas dengan warna merah atau jingga terang, sering dijadikan sumber pewarna alami.
Batang Batangnya berbentuk segi empat, teksturnya agak kasar, dan memiliki kemampuan untuk memanjat dengan bantuan duri-duri kecil yang melengkung.
Daun Daunnya berbentuk seperti jantung (cordata) dengan ujung yang runcing, tumbuh secara melingkar (whorled) di setiap ruas batang, dan memiliki tulang daun yang menonjol.
Bunga Bunganya berukuran kecil, berwarna putih kekuningan, dan biasanya muncul bergerombol di ujung batang atau ketiak daun.
Buah Buahnya berbentuk bulat kecil, berdaging, dan saat matang akan berubah warna dari hijau menjadi hitam atau ungu gelap.

III. Manfaat Ranggitan

8 Manfaat Ranggitan untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan Nyeri Sendi (Osteoarthritis)

    Menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX), mengurangi produksi prostaglandin dan leukotrien. Menekan jalur sinyal NF-κB sehingga menurunkan ekspresi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Ekstrak juga memodulasi aktivitas makrofag dan sel limfosit.

    Senyawa Aktif: Purpurin, Alizarin, Rubiadin
    Tampilkan
  2. Antimikroba (Antibakteri dan Antifungi)

    Mengganggu integritas membran sel mikroba melalui interaksi dengan fosfolipid, meningkatkan permeabilitas dan kebocoran ion. Menghambat sintesis asam nukleat dan protein, serta mengganggu pembentukan biofilm bakteri. Efek sinergis dengan antibiotik konvensional.

    Senyawa Aktif: Purpurin, Munjistin, Rubiadin-1-metil eter
    Tampilkan
  3. Antioksidan dan Perlindungan Sel

    Menangkal radikal bebas (DPPH, ABTS, hidroksil) melalui kemampuan donasi elektron dari gugus hidroksil pada antrakuinon. Mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan glutation peroksidase. Melindungi mitokondria dari stres oksidatif.

    Senyawa Aktif: Purpurin, Alizarin, Quercetin (flavonoid dalam ekstrak)
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Ranggitan

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Ranggitan.

  1. Alizarin

    Golongan: Antrakuinon
    Bagian Tanaman: Akar dan rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antioksidan, Antimikroba, Dan Penghambat Enzim Tirosinase.
    Tampilkan
  2. Purpurin

    Golongan: Antrakuinon
    Bagian Tanaman: Akar dan rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba, Antikanker, Antiinflamasi, Dan Penghambat Agregasi Platelet.
    Tampilkan
  3. Rubiadin

    Golongan: Antrakuinon
    Bagian Tanaman: Akar dan rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Hepatoprotektif, Antiinflamasi, Dan Antimikroba.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Ranggitan

Interaksi & Kontraindikasi Ranggitan dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kehamilan

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan karena efek abortifasien dan stimulasi kontraksi rahim yang telah dilaporkan dalam literatur Ayurveda dan penelitian pada hewan.

  2. Menyusui

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Tidak dianjurkan tanpa pengawasan medis karena belum ada data keamanan yang memadai; senyawa aktif dapat diekskresikan ke dalam ASI.

  3. Penggunaan Antikoagulan (warfarin, heparin, aspirin)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Manjistha mengandung antrakuinon yang dapat menghambat agregasi trombosit dan memperpanjang waktu perdarahan. Hindari kombinasi atau pantau INR secara ketat.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Ranggitan

Ranggitan (Rubia cordifolia) adalah tanaman herbal yang secara tradisional digunakan dalam pengobatan Ayurveda dan Asia karena sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan antimikrobanya. Namun, konsumsi ekstrak tanaman ini dapat menimbulkan beberapa efek samping, terutama pada penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi. Salah satu efek samping yang paling menonjol dan sering diamati adalah perubahan warna pada cairan tubuh, seperti urin, keringat, dan ASI, menjadi kemerahan atau kecoklatan. Perubahan ini bersifat jinak dan disebabkan oleh pigmen alami (antrakuinon) yang terkandung di dalam akar tanaman tersebut, namun seringkali memicu kekhawatiran bagi individu yang tidak mengetahuinya.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Ranggitan

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Ranggitan.

  1. Tinjauan Sistematis: Fitokimia dan Aktivitas Farmakologi Akar Ranggitan (Rubia cordifolia L.)

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Ranggitan kaya akan antrakuinon seperti alizarin, purpurin, dan rubiadin yang berkontribusi pada aktivitas antioksidan, antiinflamasi, hepatoprotektif, dan antikanker. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa ekstrak akar Ranggitan berpotensi dikembangkan sebagai fitofarmaka untuk penyakit peradangan dan degeneratif.
    Tampilkan
  2. Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Akar Ranggitan pada Tikus yang Mengalami Artritis

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Ekstrak Ranggitan menurunkan edema kaki dan kadar sitokin proinflamasi TNF-α serta IL-6 secara signifikan. Efek antiinflamasinya sebanding dengan indometasin, terutama pada dosis 400 mg/kg.
    Tampilkan
  3. Efektivitas dan Keamanan Krim Ekstrak Ranggitan pada Pasien Psoriasis Plak: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Krim yang mengandung 2% ekstrak Ranggitan memperbaiki skor PASI dan kualitas hidup pasien psoriasis secara bermakna dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan efek samping serius selama 12 minggu penggunaan.
    Tampilkan

VIII. FAQ Ranggitan

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Ranggitan.

Apa itu Manjistha (Rubia cordifolia) dan bagaimana cara penggunaannya sehari-hari?
Manjistha adalah tanaman herbal yang dikenal dengan nama ilmiah Rubia cordifolia, sering digunakan dalam pengobatan tradisional Ayurveda. Secara fitokimia, tanaman ini mengandung antrakuinon seperti rubiadin, purpurin, dan kuinizarin yang memiliki aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi. Penggunaan sehari-hari biasanya dalam bentuk serbuk kering (1-3 gram per hari), kapsul (250-500 mg dua kali sehari), atau rebusan akar (satu sendok teh akar kering direbus dalam 200 ml air). Dianjurkan untuk dikonsumsi bersama makanan untuk mengurangi risiko iritasi lambung. (Khare, 2007)
Apakah Manjistha aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Tidak disarankan. Manjistha mengandung antrakuinon yang dapat merangsang kontraksi rahim dan berpotensi menyebabkan keguguran pada ibu hamil. Pada ibu menyusui, belum ada data keamanan yang memadai, dan senyawa aktifnya dapat masuk ke dalam ASI sehingga sebaiknya dihindari. Studi toksisitas pada hewan menunjukkan efek kontraktil pada uterus. (Prasad & Singh, 2014)
Bolehkah Manjistha diberikan kepada bayi atau anak-anak?
Tidak dianjurkan untuk bayi di bawah usia 2 tahun karena sistem metabolisme mereka belum matang. Untuk anak-anak di atas 2 tahun, hanya boleh digunakan dalam dosis sangat rendah di bawah pengawasan ahli herbal, karena risiko efek samping seperti iritasi lambung dan gangguan elektrolit. Penelitian pada anak-anak masih sangat terbatas, dan senyawa antrakuinon dapat menyebabkan diare atau kram perut. (Kumar et al., 2015)
Apa efek samping yang mungkin terjadi dari konsumsi Manjistha?
Efek samping yang dilaporkan antara lain gangguan pencernaan ringan seperti mual, diare, atau kram perut, terutama jika dikonsumsi dalam dosis tinggi (>5 gram/hari). Pada beberapa individu, dapat terjadi reaksi alergi seperti ruam kulit. Senyawa antrakuinon juga bersifat nefrotoksik pada dosis sangat tinggi sehingga dikontraindikasikan pada pasien gangguan ginjal. Penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan dapat menyebabkan perubahan warna urin menjadi merah (tidak berbahaya) dan iritasi mukosa usus. (Sharma et al., 2018)
Bagaimana Manjistha digunakan untuk pengobatan umum seperti detoksifikasi darah?
Dalam Ayurveda, Manjistha dikenal sebagai 'rakta shodhaka' (pembersih darah). Secara fitokimia, senyawa antrakuinon dan flavonoidnya membantu meningkatkan sirkulasi dan mendukung fungsi hati, sehingga dianggap membantu mengeluarkan racun melalui urin. Penggunaan untuk detoksifikasi umum adalah dengan mengonsumsi rebusan akar (5-10 gram akar kering direbus dalam 500 ml air hingga tersisa 200 ml) diminum dua kali sehari. Namun, klaim detoksifikasi ini belum didukung uji klinis yang kuat pada manusia, meskipun studi in vitro menunjukkan aktivitas antioksidan. (Mishra et al., 2013)
Apakah Manjistha dapat berinteraksi dengan obat-obatan dari dokter?
Ya, potensi interaksi ada. Manjistha dapat meningkatkan efek antikoagulan (warfarin) karena memiliki aktivitas antiplatelet ringan. Selain itu, karena efek diuretik ringannya, dapat memengaruhi kerja obat diuretik atau obat hipertensi. Juga dapat mengganggu penyerapan obat-obatan oral karena kandungan serat dan tanin. Konsultasi dengan dokter diperlukan jika sedang menggunakan obat pengencer darah atau obat diabetes. (Chopra et al., 2016)
Apa kandungan fitokimia utama dalam Manjistha dan manfaatnya bagi kesehatan?
Kandungan fitokimia utama meliputi antrakuinon (rubiadin, purpurin, kuinizarin) yang bersifat antioksidan, antimikroba, dan anti-inflamasi; triterpenoid seperti asam ursolat yang mendukung kesehatan kulit; serta flavonoid yang berkhasiat sebagai imunomodulator. Berdasarkan studi in vitro dan hewan, Manjistha menunjukkan potensi dalam mengurangi peradangan, mempercepat penyembuhan luka, serta melindungi sel hati dari kerusakan oksidatif. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian klinis untuk memvalidasi manfaatnya secara pasti. (Patil et al., 2014)

Bratawali

Tinospora cordifolia

Arjuna

Terminalia arjuna

Cari: