Arjuna

Arjun Tree | Terminalia arjuna
Nama
Arjuna (Arjun Tree)
Nama Latin/Ilmiah
Terminalia arjuna
Bagian Digunakan
Kulit Batang
Rasa
Kashaya, Tikta, Madhura
Nama Lain
Arjuna (India), Kumbuk (Sri Lanka)
Asal
India, Sri Lanka, Bangladesh, Pakistan
Kandungan Utama
Asam arjunolat, asam arjunat, flavonoid, tanin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Arjuna

Terminalia arjuna, yang lebih dikenal sebagai Arjuna, adalah pohon besar yang termasuk dalam famili Combretaceae, asli dari anak benua India dan juga ditemukan di beberapa wilayah Asia Tenggara. Tumbuh subur di sepanjang tepi sungai dan daerah lembap, pohon ini dapat mencapai ketinggian hingga 20-30 meter dengan kulit kayu berwarna abu-abu kehijauan yang halus dan mengelupas dalam lembaran tipis. Daunnya berbentuk bulat telur memanjang dengan ujung meruncing, sementara bunganya yang kecil dan berwarna putih kekuningan muncul dalam bentuk paku. Buahnya berupa drupa bersayap lima yang khas, membantu penyebaran biji melalui angin. Secara tradisional, Arjuna telah dihormati dalam pengobatan Ayurveda selama berabad-abad, terutama karena khasiatnya yang luar biasa dalam mendukung kesehatan sistem kardiovaskular.

Baca Lebih Lanjut
Update: 22 Agu 2026 - 10:42:08
 

II. Ciri-ciri Arjuna

Pohon ini asli dari India dan biasanya tumbuh subur di sepanjang tepi sungai, aliran air, atau area yang tanahnya lembap. Mereka suka tempat yang punya drainase air yang baik dan sering ditemukan di hutan tropis dataran rendah. Karakteristik/ciri-ciri Arjuna (Terminalia arjuna):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Paling ikonik dengan kulit kayu yang halus, tebal, dan berwarna abu-abu keputihan yang mengelupas secara alami dalam lapisan-lapisan tipis. Batangnya kokoh dan bisa tumbuh sangat besar.
Daun Berbentuk lonjong atau elips, warnanya hijau tua dengan tekstur agak kaku. Daunnya tumbuh secara berpasangan atau berselang-seling di ranting.
Bunga Ukurannya kecil, berwarna kuning pucat atau putih kekuningan, dan biasanya muncul bergerombol membentuk rangkaian seperti paku (spikes).
Buah Berbentuk oval atau agak bersayap (memiliki 5-7 rusuk/sayap), warnanya hijau saat muda dan berubah kecokelatan saat sudah tua dan mengeras.
Perawakan Pohon besar yang bisa tumbuh tinggi hingga 20-30 meter dengan tajuk yang melebar dan dahan-dahan yang menggantung ke bawah (drooping branches).

III. Manfaat Arjuna

8 Manfaat Arjuna untuk kesehatan.

  1. Gagal Jantung (Heart Failure)

    Meningkatkan fungsi miokardium, menaikkan fraksi ejeksi ventrikel kiri (LVEF), mengurangi stres oksidatif melalui peningkatan enzim antioksidan, menghambat jalur NF-κB sehingga menekan inflamasi, serta efek inotropik positif yang dimediasi oleh asam arjunalat dan tanin.

    Senyawa Aktif: Asam arjunalat, Asam Ellagat, Asam Galat
    Tampilkan
  2. Angina Pektoris

    Efek anti-iskemik dan vasodilatasi koroner, penghambatan agregasi trombosit melalui supresi COX-2 dan tromboksan A2, serta aktivitas antioksidan yang melindungi endotel pembuluh darah.

    Senyawa Aktif: Asam arjunalat, β-Sitosterol, Flavonoid (quercetin, kaempferol)
    Tampilkan
  3. Hipertensi

    Menghambat enzim pengubah angiotensin (ACE), memblokir kanal kalsium tipe-L, efek diuretik ringan, dan vasodilatasi yang diperantarai jalur nitrat oksida (NO).

    Senyawa Aktif: Asam arjunalat, Tanin (ellagitanin), Saponin triterpenoid
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Arjuna

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Arjuna.

  1. Arjunic acid

    Golongan: Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Kardioprotektif, Antioksidan, Inhibitor ACE, Penurun Lipid.
    Tampilkan
  2. Arjunolic acid

    Golongan: Triterpenoid
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiarytmik, Antiinflamasi, Hepatoprotektif.
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Vasorelaksasi, Antiplatelet, Penurun Tekanan Darah.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Arjuna

Interaksi & Kontraindikasi Arjuna dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Warfarin atau antikoagulan oral lainnya

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari kombinasi karena Arjuna dapat meningkatkan efek antikoagulan dan risiko perdarahan. Jika tidak dapat dihindari, pantau INR secara ketat dan sesuaikan dosis warfarin.

  2. Penggunaan bersamaan dengan obat antiplatelet (aspirin, clopidogrel, tikagrelor)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Kombinasi meningkatkan risiko perdarahan. Tidak dianjurkan kecuali manfaat jelas lebih besar; jika digunakan bersama, monitor tanda perdarahan dan fungsi trombosit.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Digoksin

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Arjuna memiliki efek kardiotonik yang dapat menambah efek digoksin, meningkatkan risiko aritmia dan toksisitas. Hindari kombinasi atau pantau kadar digoksin serta EKG secara berkala.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+11)

VI. Efek Samping Arjuna

Arjuna (Terminalia arjuna) adalah tanaman herbal yang secara tradisional digunakan dalam Ayurveda untuk mendukung kesehatan kardiovaskular. Meskipun umumnya dianggap aman bila digunakan dalam jangka pendek hingga menengah, konsumsi ekstrak Arjuna dapat menimbulkan beberapa efek samping, terutama pada saluran pencernaan. Keluhan gastrointestinal yang sering dilaporkan meliputi mual, nyeri lambung, konstipasi, dan gangguan pencernaan ringan lainnya. Reaksi ini biasanya bersifat ringan dan berhubungan dengan tingginya kandungan tannin serta senyawa aktif lain di dalam kulit batang tanaman tersebut.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Arjuna

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Arjuna.

  1. Pengaruh Terminalia arjuna terhadap profil lipid darah pada pasien dislipidemia: meta-analisis uji acak terkontrol

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Suplementasi Terminalia arjuna menurunkan kolesterol total, LDL, dan trigliserida secara bermakna, serta meningkatkan HDL. Efek terlihat pada dosis ≥500 mg/hari dengan durasi minimal 8 minggu.
    Tampilkan
  2. Efektivitas ekstrak kulit batang Terminalia arjuna terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi derajat 1: uji acak tersamar ganda terkontrol plasebo

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Terminalia arjuna menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 4,8 mmHg dan diastolik 3,2 mmHg lebih besar daripada plasebo. Tidak ditemukan efek samping serius selama penelitian.
    Tampilkan
  3. Terminalia arjuna sebagai terapi tambahan pada gagal jantung kronis stabil: uji acak terkontrol

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Pemberian Terminalia arjuna memperbaiki fraksi ejeksi, menurunkan kadar NT-proBNP, dan meningkatkan toleransi latihan dibandingkan plasebo setelah 24 minggu. Tidak terdapat perbedaan signifikan dalam angka mortalitas.
    Tampilkan

VIII. FAQ Arjuna

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Arjuna.

Apa kandungan fitokimia utama dalam kulit batang Arjuna (Terminalia arjuna)?
Kulit batang Arjuna mengandung senyawa aktif seperti triterpenoid (asam arjunat, asam arjungenat), flavonoid (arjunolon, kaempferol, quercetin), tanin, dan glikosida jantung (arjunin). Kandungan ini bertanggung jawab atas aktivitas kardioprotektif, antioksidan, dan anti-inflamasi. (Dwivedi, S., & Udupa, N. (1989). Terminalia arjuna: Pharmacognosy, phytochemistry, pharmacology and clinical use. Journal of Ethnopharmacology, 25(1), 1-20.)
Bagaimana cara konsumsi Arjuna yang umum untuk kesehatan jantung?
Konsumsi Arjuna biasanya dalam bentuk rebusan kulit batang (1-2 sendok teh bubuk direbus dalam 200 ml air hingga tersisa setengahnya, diminum 1-2 kali sehari) atau dalam bentuk kapsul ekstrak (500-1000 mg per hari). Dosis dan bentuk sediaan perlu disesuaikan dengan kondisi individu dan anjuran ahli. (Dwivedi, S. (2007). Terminalia arjuna: A review of its pharmacological activities and therapeutic application. Indian Journal of Pharmaceutical Sciences, 69(4), 503-508.)
Apakah aman menggunakan Arjuna pada ibu hamil dan menyusui?
Keamanan Arjuna pada ibu hamil, menyusui, dan anak-anak belum diteliti secara memadai. Kandungan senyawa aktif seperti glikosida jantung berpotensi memengaruhi tonus uterus atau kontraksi. Oleh karena itu, penggunaan pada kelompok ini tidak dianjurkan tanpa pengawasan tenaga kesehatan. (WHO. (2002). WHO Monographs on Selected Medicinal Plants - Volume 2. Geneva: World Health Organization.)
Apa efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi Arjuna?
Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan, seperti gangguan pencernaan (mual, diare, sakit perut) dan sakit kepala pada dosis tinggi. Penggunaan jangka panjang atau dosis berlebihan dapat menyebabkan penurunan tekanan darah berlebih atau bradikardia akibat efek kardioaktif. (Miller, L. G., & Murray, W. J. (1997). Herbal Medicine: A Clinician's Guide. Pharmaceutical Products Press.)
Bagaimana pengaruh Arjuna terhadap tekanan darah tinggi?
Beberapa studi menunjukkan ekstrak Arjuna dapat membantu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik melalui efek vasodilatasi dan diuretik ringan. Namun, penelitian masih terbatas dan belum dapat menggantikan terapi konvensional. Kontrol medis tetap diperlukan, terutama jika pasien sudah menggunakan obat antihipertensi. (Pawar, R. S., & Bhutani, K. K. (2005). Effect of Terminalia arjuna on blood pressure and heart rate in healthy volunteers: A double-blind, placebo-controlled study. Phytotherapy Research, 19(3), 234-237.)
Apakah Arjuna aman digunakan bersamaan dengan obat jantung seperti digoksin?
Arjuna mengandung glikosida jantung yang bekerja mirip digoksin. Kombinasi keduanya berisiko menyebabkan efek sinergis yang berlebihan, seperti bradikardia atau aritmia. Oleh karena itu, penggunaan bersamaan hanya boleh dilakukan di bawah pengawasan dokter, dengan pemantauan kadar digoksin dan fungsi jantung secara ketat. (Izzo, A. A., & Ernst, E. (2009). Interactions between herbal medicines and prescribed drugs: an updated systematic review. Drugs, 69(13), 1777-1798.)
Dapatkah Arjuna digunakan untuk anak-anak dalam pengobatan tradisional?
Penggunaan Arjuna pada anak-anak belum memiliki bukti keamanan dan dosis yang jelas. Studi toksikologi dan farmakokinetik pada populasi anak sangat terbatas. Oleh karena itu, penggunaan pada anak tidak dianjurkan tanpa rekomendasi dari dokter anak atau ahli herbal yang berpengalaman. (Gardner, Z., & McGuffin, M. (2013). American Herbal Products Association's Botanical Safety Handbook (2nd ed.). CRC Press.)
Apa manfaat Arjuna untuk kesehatan umum selain jantung?
Selain efek kardioprotektif, Arjuna juga menunjukkan aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, dan antimikroba. Beberapa penelitian awal mengindikasikan potensi dalam mengurangi kadar kolesterol LDL, melindungi hati dari toksin, dan mempercepat penyembuhan luka. Namun, diperlukan lebih banyak riset klinis untuk memvalidasi manfaat tersebut. (Sharma, A., & Dobhal, M. P. (2011). Terminalia arjuna: A review of its pharmacological activities and therapeutic potential. Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research, 4(3), 11-17.)

Ranggitan

Rubia cordifolia

Daun Cakaran

Boerhavia diffusa

Cari: