Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pengaruh Terminalia arjuna terhadap profil lipid darah pada pasien dislipidemia: meta-analisis uji acak terkontrol

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    6 studi RCT dengan total 412 pasien dislipidemia ringan-sedang
    Dosis/Durasi:
    500–1000 mg ekstrak kulit batang per hari selama 8–24 minggu
    Temuan:
    Suplementasi Terminalia arjuna menurunkan kolesterol total, LDL, dan trigliserida secara bermakna, serta meningkatkan HDL. Efek terlihat pada dosis ≥500 mg/hari dengan durasi minimal 8 minggu.
  2. Efektivitas ekstrak kulit batang Terminalia arjuna terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi derajat 1: uji acak tersamar ganda terkontrol plasebo

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    64 pasien hipertensi derajat 1 berusia 35–60 tahun
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak kulit batang dua kali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Terminalia arjuna menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 4,8 mmHg dan diastolik 3,2 mmHg lebih besar daripada plasebo. Tidak ditemukan efek samping serius selama penelitian.
  3. Terminalia arjuna sebagai terapi tambahan pada gagal jantung kronis stabil: uji acak terkontrol

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    110 pasien gagal jantung kronis NYHA II–III dengan fraksi ejeksi ≤45%
    Dosis/Durasi:
    750 mg ekstrak kulit batang dua kali sehari selama 24 minggu
    Temuan:
    Pemberian Terminalia arjuna memperbaiki fraksi ejeksi, menurunkan kadar NT-proBNP, dan meningkatkan toleransi latihan dibandingkan plasebo setelah 24 minggu. Tidak terdapat perbedaan signifikan dalam angka mortalitas.
  4. Terminalia arjuna dalam manajemen angina stabil: tinjauan sistematis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    5 studi klinis dengan total 278 pasien angina stabil
    Dosis/Durasi:
    500 mg tiga kali sehari selama 3–6 bulan, bervariasi antar studi
    Temuan:
    Terminalia arjuna menunjukkan pengurangan frekuensi serangan angina dan kebutuhan nitrat sublingual. Kualitas studi tergolong sedang dengan durasi tindak lanjut yang pendek.
  5. Ekstrak kulit Terminalia arjuna melindungi jantung dari kardiotoksisitas doksorubisin melalui jalur antioksidan pada tikus

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Praklinis
    Sampel:
    36 tikus Sprague-Dawley jantan yang diinduksi doksorubisin 15 mg/kg
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kg BB ekstrak hidroalkohol per oral selama 14 hari
    Temuan:
    Terminalia arjuna menurunkan biomarker kerusakan jantung CK-MB, LDH, dan malondialdehid, serta meningkatkan aktivitas SOD dan katalase. Gambaran histologis menunjukkan pengurangan kerusakan miokard.
  6. Peran Terminalia arjuna pada diabetes melitus tipe 2: tinjauan sistematis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    8 studi (3 RCT, 3 studi praklinis, 2 studi observasional) dengan total 412 subjek
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak dua kali sehari selama 8–12 minggu pada studi klinis
    Temuan:
    Terminalia arjuna menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c, serta memperbaiki profil lipid pada pasien diabetes tipe 2. Aktivitas antidiabetes diduga melalui penghambatan α-glukosidase dan efek antioksidan.
  7. Efek kardioprotektif Terminalia arjuna: tinjauan mekanisme molekuler

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Narrative Review
    Sampel:
    45 artikel penelitian praklinis dan klinis
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan (tinjauan naratif)
    Temuan:
    Aktivitas kardioprotektif Terminalia arjuna melalui mekanisme antioksidan, anti-inflamasi, perbaikan fungsi endotel, dan modulasi metabolisme kardiak. Senyawa aktif utama meliputi arjunolic acid, arjungenin, dan asam galat.
  8. Pengaruh Terminalia arjuna terhadap tekanan darah: meta-analisis uji acak terkontrol

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    5 RCT dengan total 348 subjek yang memiliki hipertensi atau risiko kardiovaskular
    Dosis/Durasi:
    500–1000 mg/hari selama 8–24 minggu
    Temuan:
    Terminalia arjuna menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan dibandingkan plasebo. Efek antihipertensi lebih besar terlihat pada dosis ≥1000 mg/hari.

Advertisement


Cari: