Tumisan khas Tiongkok ini mengolah selada air dengan api besar dan bawang putih sehingga teksturnya renyah dan nutrisinya tetap terjaga. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, selada air sering digunakan untuk membantu melegakan tenggorokan dan mendukung daya tahan tubuh.
| 250 g Selada air segar, siangi dan cuci bersih |
| 100 g Jamur shiitake segar, iris tipis |
| 3 siung Bawang putih, cincang halus |
| 1 sdm Minyak zaitun atau minyak kanola |
| 1 sdm Saus tiram rendah sodium |
| 1 sdt Minyak wijen |
| 50 ml Air kaldu sayuran atau air biasa |
| 1/4 sdt Lada hitam bubuk |
Selada air kaya vitamin K, kalsium, dan magnesium, yang berperan dalam menjaga kepadatan tulang. Kombinasi bawang putih dan shiitake menambahkan senyawa aktif antioksidan dan mendukung mikrobioma usus.
Advertisement
1 porsi sayur ±150–200 g per kali makan, 4–5 kali dalam seminggu. Jika menggunakan warfarin, pertahankan jumlah yang sama setiap minggu.
Vitamin K dari selada air dapat menurunkan efektivitas warfarin; karena itu porsi selada air tidak boleh diubah mendadak. Bagi pengguna obat hipertensi, perhatikan asupan natrium dari saus tiram.
Tidak cocok bagi yang alergi jamur, kerang bila saus tiram, atau gluten dari kecap/saus; pilih saus tamari bebas gluten bila perlu. Penderita batu ginjal oksalat sebaiknya berkonsultasi dan tidak mengonsumsi selada air dalam porsi besar.
Resep Herbal: #0298