Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Suplementasi Selada Air terhadap Profil Lipid: Meta-Analisis Uji Klinik Acak

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    7 studi RCT terindeks Scopus (n=402 pasien dengan dislipidemia)
    Dosis/Durasi:
    250–1000 mg ekstrak per hari; durasi 8–16 minggu
    Temuan:
    Suplementasi selada air secara signifikan menurunkan kolesterol total, trigliserida, dan LDL, serta meningkatkan HDL. Efek paling nyata teramati pada dosis setara ≥500 mg ekstrak per hari selama minimal 8 minggu.
  2. Suplementasi Selada Air dan Tekanan Darah pada Dewasa dengan Prehipertensi

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    42 dewasa usia 30–60 tahun dengan tekanan darah normal-tinggi
    Dosis/Durasi:
    100 g selada air segar per hari selama 4 minggu
    Temuan:
    Konsumsi selada air menurunkan tekanan darah sistolik secara signifikan dan memperbaiki dilatasi arteri brakialis. Efek ini berkaitan dengan kandungan nitrat dan senyawa isothiocyanate dari selada air.
  3. Pengaruh Ekstrak Selada Air terhadap Kadar Glukosa Darah dan HbA1c pada Pasien Diabetes Tipe 2

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien diabetes tipe 2 usia 40–70 tahun
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak air-etanol dua kali sehari; 12 minggu
    Temuan:
    Ekstrak selada air dengan dosis 500 mg dua kali sehari selama 12 minggu menurunkan glukosa puasa dan HbA1c secara signifikan. Efek ini diduga melalui aktivitas antioksidan dan penghambatan enzim alfa-glukosidase.
  4. Efek Antioksidan Ekstrak Selada Air terhadap Stres Oksidatif pada Individu dengan Berat Badan Berlebih

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT Crossover
    Sampel:
    36 orang dewasa dengan indeks massa tubuh 25–34,9 kg/m²
    Dosis/Durasi:
    300 mg ekstrak selada air per hari; 6 minggu
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak selada air meningkatkan kapasitas antioksidan total plasma dan menurunkan kadar malondialdehid. Kerusakan DNA limfosit juga berkurang, menunjukkan potensi sebagai antioksidan diet pada populasi berisiko metabolik.
  5. Kajian Sistematis Efek Nasturtium officinale terhadap Sindrom Metabolik

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    14 studi (9 studi hewan dan 5 uji klinis manusia)
    Dosis/Durasi:
    Beragam: 50–150 g selada air segar/hari atau 250–1000 mg ekstrak/hari; 4–16 minggu
    Temuan:
    Selada air memperbaiki tekanan darah, glukosa darah, dan profil lipid pada mayoritas studi. Efek antioksidan dan antiinflamasi merupakan mekanisme utama, namun variasi dosis dan durasi membatasi rekomendasi klinis.
  6. Suplementasi Ekstrak Selada Air untuk Pengurangan Inflamasi pada Pasien Osteoartritis Lutut

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    50 pasien osteoartritis lutut ringan-sedang usia 50–75 tahun
    Dosis/Durasi:
    250 mg ekstrak selada air tiga kali sehari; 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak selada air menurunkan kadar C-reactive protein dan skor nyeri setelah 8 minggu intervensi. Efek ini disertai perbaikan fungsi sendi yang dinilai secara klinis.
  7. Efek Konsumsi Selada Air terhadap Penanda Stres Oksidatif: Meta-Analisis Uji Terkendali

    Tahun:
    2025
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 uji terkendali acak (n=560 subjek sehat dan berisiko metabolik)
    Dosis/Durasi:
    Setara 100–150 g selada air segar/hari atau 300–600 mg ekstrak/hari; 4–12 minggu
    Temuan:
    Konsumsi selada air secara signifikan meningkatkan status antioksidan total dan menurunkan malondialdehid. Efek moderat juga ditemukan terhadap penurunan biomarker kerusakan DNA 8-OhdG.

Advertisement


Cari: