Celery untuk Hipertensi

Celery (Apium graveolens) untuk Hipertensi, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Seledri terhadap Tekanan Darah: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 uji klinis acak dengan total 510 partisipan (pria dan wanita dewasa dengan hipertensi ringan hingga sedang)
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi antara 100-2000 mg ekstrak seledri per hari selama 4-12 minggu
    Temuan:
    Konsumsi seledri secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik dibandingkan plasebo. Efek penurunan tekanan darah lebih besar pada pasien dengan hipertensi yang tidak terkontrol.
  2. Ekstrak Biji Seledri dalam Pengobatan Hipertensi: Uji Klinis Acak, Tersamar Ganda, Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    30 pasien hipertensi stadium 1 (usia 35-65 tahun, tekanan darah sistolik 140-159 mmHg dan/atau diastolik 90-99 mmHg)
    Dosis/Durasi:
    150 mg ekstrak biji seledri dua kali sehari (total 300 mg/hari) selama 4 minggu
    Temuan:
    Ekstrak biji seledri (150 mg dua kali sehari) selama 4 minggu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  3. Efikasi Ekstrak Seledri terhadap Tekanan Darah dan Beberapa Parameter Biokimia pada Pasien Hipertensi

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    48 pasien hipertensi ringan-sedang (usia 30-70 tahun, tekanan darah sistolik 140-179 mmHg dan/atau diastolik 90-109 mmHg)
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak seledri per hari (dibagi 2 kapsul) selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak seledri (500 mg/hari) selama 8 minggu secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik serta memperbaiki profil lipid. Kadar kalium dan nitrat dalam seledri berperan dalam efek antihipertensi.
  4. Efek Antihipertensi Ekstrak Biji Seledri pada Pasien Hipertensi Stadium I: Uji Klinis Acak, Tersamar Ganda, Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    52 pasien hipertensi stadium I (usia 40-65 tahun, tekanan darah sistolik 140-159 mmHg dan diastolik 90-99 mmHg)
    Dosis/Durasi:
    1.000 mg ekstrak biji seledri per hari (dalam bentuk kapsul) selama 6 minggu
    Temuan:
    Ekstrak biji seledri (1.000 mg/hari) selama 6 minggu menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 8 mmHg dan diastolik 5 mmHg dibandingkan plasebo. Mekanisme yang diusulkan melibatkan peningkatan produksi oksida nitrat dan efek diuretik.
  5. Efek Antihipertensi 3-n-Butylphthalide dari Seledri pada Tikus Hipertensi Spontan

    Tahun:
    2008
    Tipe:
    Studi Eksperimental (Hewan)
    Sampel:
    30 tikus jantan Sprague-Dawley yang diinduksi hipertensi (usia 8-10 minggu, berat 200-250 g)
    Dosis/Durasi:
    10 mg/kgBB 3-n-butylphthalide intraperitoneal setiap hari selama 4 minggu
    Temuan:
    Pemberian 3-n-butylphthalide (10 mg/kgBB) selama 4 minggu menurunkan tekanan darah sistolik secara signifikan pada tikus hipertensi. Senyawa ini bekerja dengan meningkatkan relaksasi pembuluh darah dan mengurangi stres oksidatif.
  6. Seledri dan Tekanan Darah: Tinjauan Sistematis Studi Praklinis dan Klinis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    18 studi (10 studi hewan, 8 studi klinis) dengan total lebih dari 600 subjek
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada keseragaman dosis; studi klinis menggunakan 100-2000 mg/hari ekstrak seledri selama 2-12 minggu
    Temuan:
    Sebagian besar studi melaporkan efek penurunan tekanan darah dari seledri, baik pada hewan maupun manusia. Senyawa aktif utama adalah 3-n-butylphthalide dan flavonoid, yang bekerja melalui vasodilatasi dan efek diuretik.


Cari: