Advertisement
Seledri paling suka tumbuh di daerah beriklim sejuk, tanah yang subur, lembap, dan punya drainase yang baik. Tanaman ini biasanya ditanam di dataran tinggi agar pertumbuhannya optimal. Karakteristik/ciri-ciri Celery (Apium graveolens):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Punya sistem perakaran tunggang yang bercabang, tapi akarnya cenderung dangkal dan tidak terlalu dalam. |
| Batang | Batangnya pendek dan beruas-ruas, seringkali tersembunyi di balik pangkal tangkai daun yang tebal dan berair. |
| Daun | Ini bagian paling khas; daunnya majemuk menyirip ganjil, tepinya bergerigi atau berlekuk dalam, warnanya hijau segar, dan aromanya sangat wangi serta khas. |
| Tangkai Daun | Panjang, beralur, dan memiliki tekstur yang renyah serta mengandung banyak air. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil, berwarna putih kehijauan, dan tersusun dalam bentuk payung majemuk (umbel). |
| Buah Dan Biji | Buahnya termasuk jenis buah kendaga (schizocarp) yang sangat kecil, berwarna cokelat, dan bijinya berbentuk bulat telur atau lonjong. |
Seledri (Apium graveolens) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi sebagai makanan, namun konsumsi dalam bentuk suplemen atau ekstrak dosis tinggi dapat menimbulkan beberapa efek samping klinis. Salah satu efek samping yang paling signifikan adalah risiko reaksi alergi. Seledri dikenal mengandung alergen yang tahan terhadap panas dan pencernaan, seperti apigenin dan berbagai protein transfer lipid, yang dapat memicu manifestasi mulai dari urtikaria ringan hingga anafilaksis berat pada individu yang sensitif. Selain itu, seledri mengandung senyawa furokumarin (khususnya psoralen) yang dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar ultraviolet, berpotensi menyebabkan fitofotodermatitis jika kulit yang terpapar getah seledri terkena sinar matahari langsung.