Advertisement
Rumput Kebar (Biophytum petersianum) adalah herba kecil dari keluarga Oxalidaceae yang tumbuh di daerah tropis, termasuk Papua dan kawasan Pasifik. Tanaman ini biasanya berbatang pendek, berdaun majemuk menyirip dengan anak daun kecil yang dapat melipat saat disentuh atau pada malam hari, serta menghasilkan bunga mungil di ujung tangkai. Habitatnya berupa tempat lembap dan ternaungi, seperti pekarangan, tepi jalan, padang rumput, dan lantai hutan terbuka. Karena ukurannya kecil dan sering dianggap gulma, keberadaannya mudah terabaikan meskipun menyimpan nilai etnobotani penting.
Rumput ini biasanya tumbuh di area terbuka yang lembap, seperti padang rumput, pinggiran hutan, atau lahan pertanian. Sangat suka dengan paparan sinar matahari yang cukup dan tanah yang tidak tergenang air. Karakteristik/ciri-ciri Rumput Kebar (Biophytum petersianum):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tumbuhan | Tumbuhan herba tahunan yang ukurannya tergolong mini atau kerdil. |
| Batang | Batangnya pendek, tegak, dan biasanya tidak bercabang, mirip seperti miniatur pohon palem. |
| Daun | Daunnya majemuk menyirip yang tumbuh melingkar di ujung batang (seperti roset). Uniknya, daun ini bisa menutup (tidur) kalau disentuh atau saat matahari mulai tenggelam. |
| Bunga | Bunga berukuran kecil dengan warna yang biasanya putih atau merah muda kekuningan, muncul dari bagian tengah roset daun. |
| Buah | Berbentuk kapsul kecil yang akan pecah saat sudah matang untuk menyebarkan biji-bijinya. |
| Akar | Memiliki sistem perakaran tunggang yang tidak terlalu dalam, menyesuaikan dengan ukuran tubuhnya yang kecil. |
Rumput Kebar (Biophytum petersianum) adalah tanaman herbal yang secara tradisional sering digunakan di Papua untuk meningkatkan kesuburan wanita dan mempercepat pemulihan setelah melahirkan. Namun, penggunaan tanaman ini secara tidak terkontrol dapat memicu berbagai efek samping yang merugikan. Berdasarkan kajian fitokimia dan farmakologis, tanaman ini mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid yang dalam dosis tinggi dapat bersifat toksik bagi organ internal, terutama hati dan ginjal. Konsumsi ekstrak Rumput Kebar yang berlebihan berpotensi menyebabkan gangguan gastrointestinal seperti mual, muntah, dan nyeri perut akibat iritasi pada mukosa lambung.