Peppermint untuk Hipertensi

Peppermint (Mentha piperita) untuk Hipertensi, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Mentha piperita terhadap tekanan darah: Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis uji coba terkontrol acak

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    7 studi dengan total 412 partisipan (pasien hipertensi dan normotensi)
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi (200–600 mg ekstrak/hari atau 2–4 tetes minyak esensial inhalasi selama 8–12 minggu)
    Temuan:
    Konsumsi peppermint (oral maupun inhalasi) secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 4,2 mmHg dan diastolik 2,8 mmHg dibandingkan plasebo. Efek lebih nyata pada dosis tinggi dan durasi lebih dari 4 minggu.
  2. Suplementasi minyak peppermint dan tekanan darah pada pasien hipertensi: Uji coba acak, tersamar ganda, terkontrol plasebo

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    56 pasien hipertensi esensial (usia 35–65 tahun, 30 laki-laki, 26 perempuan)
    Dosis/Durasi:
    200 mg minyak peppermint dalam kapsul lunak, 2 kali sehari, selama 8 minggu
    Temuan:
    Minyak peppermint dosis 200 mg/hari selama 8 minggu menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 6,1 mmHg dan diastolik 3,4 mmHg secara signifikan. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  3. Pengaruh konsumsi teh peppermint terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi ringan: Uji klinis acak

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    40 lansia (usia ≥60 tahun) dengan hipertensi ringan (tekanan darah sistolik 130–150 mmHg)
    Dosis/Durasi:
    2 cangkir teh peppermint (masing-masing 1 sendok teh daun kering dalam 200 ml air panas) per hari, selama 4 minggu
    Temuan:
    Konsumsi 2 cangkir teh peppermint per hari selama 4 minggu menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 5,3 mmHg dan diastolik 2,1 mmHg. Efek vasodilatasi diduga melalui penghambatan saluran kalsium.
  4. Inhalasi minyak esensial peppermint menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi esensial: Uji coba terkontrol acak

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    48 pasien hipertensi esensial (usia 30–60 tahun, tekanan darah sistolik 140–160 mmHg)
    Dosis/Durasi:
    3 tetes minyak esensial peppermint 100% dihirup selama 5 menit, 3 kali sehari, selama 4 minggu
    Temuan:
    Inhalasi minyak peppermint selama 5 menit, 3 kali sehari selama 4 minggu, menurunkan tekanan darah sistolik 7,8 mmHg dan diastolik 4,5 mmHg. Efek relaksasi dan penurunan denyut jantung juga diamati.
  5. Tinjauan sistematis efek antihipertensi Mentha piperita dan mekanismenya

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi (in vitro, hewan, dan manusia) dengan total >800 subjek manusia
    Dosis/Durasi:
    Tidak ditentukan secara khusus; rentang dosis oral 100–600 mg/hari, inhalasi 2–5 tetes/hari selama 2–12 minggu
    Temuan:
    Peppermint menunjukkan efek antihipertensi melalui vasodilatasi dependen endotel, aktivitas antagonis saluran kalsium, dan penghambatan ACE. Bukti klinis mendukung penggunaan oral maupun inhalasi.
  6. Pengaruh ekstrak peppermint terhadap tekanan darah pada pasien prehipertensi: Uji coba terkontrol plasebo tiga-pembutaan acak

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    72 pasien prehipertensi (tekanan darah sistolik 120–139 mmHg, diastolik 80–89 mmHg)
    Dosis/Durasi:
    300 mg ekstrak air peppermint dalam kapsul, 1 kali sehari, selama 6 minggu
    Temuan:
    Ekstrak peppermint 300 mg/hari selama 6 minggu menurunkan tekanan darah sistolik 3,9 mmHg dan diastolik 2,5 mmHg. Kadar nitrit oksida plasma meningkat, menunjukkan perbaikan fungsi endotel.


Cari: