Bawang Putih untuk Hipertensi

Bawang Putih (Allium sativum) untuk Hipertensi, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Bawang Putih terhadap Tekanan Darah: Sebuah Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2008
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    29 uji klinis acak dengan total 1.620 partisipan, termasuk individu dengan hipertensi dan normotensi
    Dosis/Durasi:
    Dosis harian 600–1.500 mg (setara 3,6–9 mg allicin), durasi 8–24 minggu
    Temuan:
    Suplementasi bawang putih secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 5-8 mmHg dan diastolik 2-5 mmHg dibandingkan plasebo. Efek antihipertensi paling nyata pada pasien hipertensi.
  2. Pengaruh Bawang Putih terhadap Tekanan Darah pada Hipertensi Esensial: Sebuah Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    14 uji klinis acak dengan 1.052 pasien hipertensi esensial
    Dosis/Durasi:
    Dosis 600–2.400 mg per hari (berbagai bentuk sediaan), durasi 8–24 minggu
    Temuan:
    Bawang putih menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 7,8 mmHg dan diastolik sebesar 4,4 mmHg secara signifikan. Efeknya setara dengan beberapa obat antihipertensi dosis rendah.
  3. Bawang Putih Menurunkan Tekanan Darah pada Subjek Hipertensi: Sebuah Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2010
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    50 pasien dengan hipertensi ringan hingga sedang (tekanan darah sistolik 140–170 mmHg)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak bawang putih mengandung 1,3% allicin (setara 600 mg), 2 kapsul per hari, durasi 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi bawang putih (allicin murni) menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 8,4 mmHg dan diastolik 5,3 mmHg setelah 12 minggu. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  4. Ekstrak Bawang Putih Tua Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi yang Tidak Terkontrol: Sebuah Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    79 pasien dengan hipertensi tidak terkontrol (tekanan darah sistolik >140 mmHg meski minum obat)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak bawang putih tua 1.200 mg per hari (setara 2,4 mg S-alil-sistein), durasi 12 minggu
    Temuan:
    Ekstrak bawang putih tua (aged garlic extract) menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 10,2 mmHg dan diastolik sebesar 5,6 mmHg setelah 12 minggu. Efek ini menambah manfaat terapi obat yang sudah ada.
  5. Efek Bawang Putih pada Hipertensi: Sebuah Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    13 uji klinis acak dengan total 1.036 partisipan (dewasa dengan hipertensi atau prehipertensi)
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi 600–2.400 mg per hari, durasi 4–24 minggu
    Temuan:
    Sebagian besar studi menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik yang signifikan dengan suplementasi bawang putih. Efek lebih besar pada pasien dengan hipertensi dibandingkan prehipertensi.
  6. Suplementasi Bubuk Bawang Putih dan Tekanan Darah: Sebuah Uji Klinis Acak pada Pasien Hipertensi

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    64 pasien hipertensi ringan hingga sedang (usia 40–70 tahun)
    Dosis/Durasi:
    Bubuk bawang putih 1.200 mg per hari (setara 18 mg allicin), durasi 8 minggu
    Temuan:
    Bubuk bawang putih (allicin 1,5%) menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 6,9 mmHg dan diastolik sebesar 4,1 mmHg setelah 8 minggu. Tidak ada perubahan signifikan pada profil lipid atau kadar gula darah.


Cari: