Pegagan untuk Hipertensi

Pegagan (Centella asiatica) untuk Hipertensi, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Ekstrak Etanol Pegagan (Centella asiatica) terhadap Tekanan Darah Tikus Hipertensi yang Diinduksi NaCl dan DOCA

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    30 ekor tikus jantan galur Wistar, dibagi 5 kelompok (kontrol, hipertensi, 3 dosis ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    100, 200, 400 mg/kgBB/hari secara oral selama 28 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak etanol Pegagan dosis 200 mg/kgBB selama 28 hari menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan dibandingkan kelompok hipertensi. Efek antihipertensi diduga melalui peningkatan aktivitas antioksidan dan penghambatan ACE.
  2. Uji Klinis Acak Terkendali Plasebo: Suplementasi Ekstrak Terstandar Centella asiatica pada Pasien Hipertensi Derajat 1

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT (Uji Klinis Acak Terkendali)
    Sampel:
    60 pasien hipertensi derajat 1 (usia 40–65 tahun), dibagi kelompok ekstrak dan plasebo
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak terstandar (mengandung 6% asam asiatat)/hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak Centella asiatica dosis 500 mg/hari selama 12 minggu menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 8,2 mmHg dan diastolik 5,1 mmHg lebih besar dibanding plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  3. Mekanisme Vasodilatasi Ekstrak Centella asiatica pada Aorta Tikus: Peran Jalur Nitric Oxide dan Endotel

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro dan In Vivo
    Sampel:
    Aorta torakal dari 24 tikus jantan Sprague-Dawley
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 0,1–100 µg/mL pada organ bath; in vivo dosis 200 mg/kgBB tunggal
    Temuan:
    Ekstrak Centella asiatica menyebabkan vasodilatasi yang bergantung pada endotel dan dimediasi oleh peningkatan produksi nitric oxide melalui aktivasi eNOS. Efek vasodilatasi ini berkontribusi pada penurunan tekanan darah.
  4. Systematic Review Tanaman Obat Antihipertensi di Indonesia: Fokus pada Pegagan (Centella asiatica)

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 artikel (8 studi hewan, 4 studi in vitro, 3 uji klinis) yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Tidak dirangkum secara kuantitatif (bervariasi antar studi)
    Temuan:
    Centella asiatica konsisten menunjukkan efek antihipertensi pada berbagai model melalui mekanisme antioksidan, penghambatan ACE, dan vasodilatasi. Namun, uji klinis pada manusia masih terbatas dan memerlukan penelitian lebih lanjut dengan desain yang lebih ketat.
  5. Pengaruh Kombinasi Ekstrak Centella asiatica dan Captopril terhadap Tekanan Darah dan Fungsi Endotel pada Tikus Hipertensi Renovaskular

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    32 tikus jantan galur Wistar yang diinduksi hipertensi renovaskular (2K1C), dibagi 4 kelompok
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak 200 mg/kg/hari + captopril 25 mg/kg/hari oral selama 21 hari
    Temuan:
    Kombinasi ekstrak Centella asiatica (200 mg/kg) dan captopril (25 mg/kg) menghasilkan penurunan tekanan darah yang lebih besar serta perbaikan fungsi endotel (peningkatan kadar NO, penurunan ET-1) dibandingkan monoterapi. Efek sinergis ini menunjukkan potensi sebagai terapi adjuvan.
  6. Meta-Analisis Efek Pemberian Centella asiatica terhadap Tekanan Darah pada Model Hewan Hipertensi

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis (Studi Hewan)
    Sampel:
    12 studi hewan (tikus dan mencit) dengan total 240 subjek, dianalisis menggunakan model efek acak
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi: dosis 50–600 mg/kgBB/hari, durasi 7–42 hari
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan pemberian Centella asiatica secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik (efek gabungan -14,3 mmHg, 95% CI: -18,9 hingga -9,7) dan diastolik (-8,1 mmHg, 95% CI: -11,4 hingga -4,8). Efek tergantung dosis dan durasi, dengan dosis optimal sekitar 200–400 mg/kgBB.


Cari: