Temulawak untuk Hipertensi

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) untuk Hipertensi, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Ekstrak Etanol Temulawak terhadap Tekanan Darah pada Tikus Hipertensi yang Diinduksi NaCl

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi eksperimental
    Sampel:
    30 tikus jantan galur Sprague-Dawley
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kg BB/hari, 4 minggu
    Temuan:
    Ekstrak temulawak dosis 200 mg/kg BB menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan (p<0.05) dibandingkan kontrol. Efek ini terkait dengan peningkatan aktivitas antioksidan dan penurunan stres oksidatif.
  2. Pengaruh Xanthorrhizol Isolat Temulawak terhadap Fungsi Endotel dan Tekanan Darah pada Tikus Spontan Hipertensi

    Tahun:
    2012
    Tipe:
    Studi eksperimental
    Sampel:
    24 tikus spontan hipertensi (SHR) jantan
    Dosis/Durasi:
    10 mg/kg BB intraperitoneal, 2 minggu
    Temuan:
    Xanthorrhizol 10 mg/kg BB memperbaiki relaksasi endotel dan menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 15 mmHg. Mekanisme melibatkan peningkatan bioavailabilitas oksida nitrat.
  3. Uji Klinis Suplementasi Temulawak pada Subjek Prehipertensi: Studi Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 subjek (usia 35–60 tahun) dengan prehipertensi
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak kering/hari, 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak temulawak 500 mg/hari selama 8 minggu menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 5 mmHg dan diastolik 3 mmHg dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  4. Efek Anti-hipertensi Temulawak pada Pasien Hipertensi Ringan: Sebuah Studi Pilot

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi quasi-eksperimental
    Sampel:
    40 pasien hipertensi derajat 1 (usia 40–65 tahun)
    Dosis/Durasi:
    500 mg/hari, 12 minggu
    Temuan:
    Pemberian 2 kapsul (masing-masing 250 mg) ekstrak temulawak per hari selama 12 minggu menurunkan tekanan darah sistolik 8 mmHg dan diastolik 4 mmHg, serta menurunkan kadar renin plasma. Efek ini bermakna secara statistik.
  5. Efek Kurkuminoid terhadap Tekanan Darah: Sebuah Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    10 studi acak terkontrol dengan total 650 partisipan (termasuk subjek normotensi dan hipertensi)
    Dosis/Durasi:
    Variasi 80–500 mg/hari, 4–12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi kurkuminoid (dari Curcuma termasuk temulawak) secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik (MD -2,3 mmHg) dan diastolik (MD -1,5 mmHg), terutama pada subjek dengan tekanan darah tinggi. Efek lebih besar pada dosis lebih tinggi dan durasi lebih lama.
  6. Mekanisme Vasodilatasi Ekstrak Temulawak pada Pembuluh Darah Tikus: Studi In Vitro

    Tahun:
    2013
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    -
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 10–100 µg/mL, diamati dalam 30 menit
    Temuan:
    Ekstrak temulawak menginduksi vasodilatasi yang bergantung pada endotel melalui jalur NO/sGC dan juga efek langsung pada otot polos pembuluh darah. Konsentrasi 10–100 µg/mL menunjukkan efek relaksasi maksimal.


Cari: