Ashwagandha untuk Stroke

Ashwagandha (Withania somnifera) untuk Stroke, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Efek Neuroprotektif Ashwagandha (Withania somnifera) pada Penyakit Neurologis, Termasuk Stroke

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    15 studi (12 studi hewan, 3 studi manusia) total 450 subjek
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi (hewan: 50-200 mg/kg/hari; manusia: 300-500 mg/hari selama 8-12 minggu)
    Temuan:
    Ashwagandha menunjukkan efek neuroprotektif signifikan dengan mengurangi volume infark dan meningkatkan fungsi neurologis pada model stroke. Meta-analisis mengonfirmasi penurunan stres oksidatif dan inflamasi.
  2. Efek Ashwagandha (Withania somnifera) terhadap Pemulihan Fungsional pada Pasien Stroke Iskemik: Uji Coba Terkontrol Acak

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien stroke iskemik (30 kelompok perlakuan, 30 plasebo), usia 45-70 tahun
    Dosis/Durasi:
    300 mg ekstrak akar Ashwagandha (standar 5% withanolid) dua kali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Kelompok Ashwagandha menunjukkan perbaikan signifikan pada skor NIHSS dan Barthel Index dibandingkan plasebo setelah 12 minggu. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  3. Efek Neuroprotektif Ashwagandha (Withania somnifera) pada Cedera Iskemia-Reperfusi Otak Tikus

    Tahun:
    2012
    Tipe:
    Studi eksperimental hewan
    Sampel:
    40 tikus Sprague-Dawley jantan, dibagi 4 kelompok (10 per kelompok)
    Dosis/Durasi:
    100 mg/kg dan 200 mg/kg ekstrak akar Ashwagandha diberikan oral selama 7 hari sebelum dan 24 jam setelah iskemia
    Temuan:
    Pemberian Ashwagandha sebelum dan sesudah iskemia mengurangi volume infark hingga 45% dan menekan ekspresi TNF-α, IL-6, serta MDA. Aktivitas antioksidan endogen meningkat secara signifikan.
  4. Withaferin A, Senyawa Bioaktif Ashwagandha, Melindungi Otak dari Cedera Iskemia Melalui Aktivasi Jalur Nrf2/ARE

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi eksperimental (in vivo dan in vitro)
    Sampel:
    30 tikus C57BL/6 dan kultur neuron kortikal
    Dosis/Durasi:
    5 mg/kg withaferin A intraperitoneal 30 menit sebelum iskemia
    Temuan:
    Withaferin A meningkatkan ekspresi Nrf2 dan enzim antioksidan, mengurangi apoptosis neuron, serta memperkecil infark serebral. Efek protektif bergantung pada aktivasi jalur Nrf2/ARE.
  5. Ashwagandha (Withania somnifera) dalam Stroke: Tinjauan Komprehensif tentang Neuroproteksi dan Potensi Terapi

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Narrative Review
    Sampel:
    40 artikel yang direview
    Dosis/Durasi:
    Tidak spesifik (bervariasi antar studi)
    Temuan:
    Ashwagandha memiliki multi-target neuroprotektif termasuk anti-inflamasi, antioksidan, dan modulasi apoptosis yang relevan untuk stroke iskemik. Diperlukan lebih banyak uji klinis pada manusia untuk memperkuat bukti.
  6. Pengaruh Ashwagandha terhadap Fungsi Kognitif dan Kualitas Hidup pada Pasien Pasca Stroke: Studi Pilot

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi pilot quasi-eksperimental
    Sampel:
    20 pasien pasca stroke ringan-sedang (usia 55-75 tahun)
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak akar Ashwagandha sekali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Terdapat peningkatan signifikan pada skor Mini-Mental State Examination (MMSE) dan kuesioner kualitas hidup setelah 8 minggu terapi Ashwagandha. Tidak ada perubahan signifikan pada kelompok kontrol.


Cari: