Lavender untuk Stroke

Lavender (Lavandula angustifolia) untuk Stroke, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Aromaterapi Lavender terhadap Kecemasan dan Kualitas Tidur pada Pasien Stroke Iskemik

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Uji Klinis Acak (RCT)
    Sampel:
    60 pasien stroke iskemik fase subakut (30 kelompok lavender, 30 kontrol)
    Dosis/Durasi:
    Inhalasi 2 tetes minyak esensial lavender 2% selama 30 menit sebelum tidur, setiap hari selama 4 minggu
    Temuan:
    Aromaterapi lavender secara signifikan menurunkan skor kecemasan (HADS-A) dan meningkatkan kualitas tidur (PSQI) dibandingkan kelompok kontrol. Tidak ada efek samping yang dilaporkan.
  2. Mekanisme Neuroprotektif Ekstrak Lavandula angustifolia pada Model Tikus Stroke Iskemik

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental (Pra-klinis)
    Sampel:
    48 tikus Sprague-Dawley jantan yang diinduksi oklusi arteri serebri media (MCAO)
    Dosis/Durasi:
    100 mg/kg berat badan ekstrak etanol lavender diberikan secara oral sekali sehari selama 7 hari sebelum induksi stroke dan 3 hari setelahnya
    Temuan:
    Ekstrak etanol lavender mengurangi volume infark serebral dan memperbaiki skor neurologis (Bederson scale) melalui penekanan stres oksidatif dan inflamasi (penurunan TNF-α, IL-6, dan MDA).
  3. Meta-Analisis Efek Minyak Atsiri Lavender terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi: Implikasi untuk Pencegahan Stroke

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi dengan total 1.024 partisipan hipertensi (berbagai desain RCT dan kuasi-eksperimental)
    Dosis/Durasi:
    Inhalasi 2–4 tetes minyak esensial lavender (konsentrasi 2–5%) selama 15–30 menit, 1–2 kali sehari, dengan rentang durasi 2–8 minggu
    Temuan:
    Inhalasi minyak lavender secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik (rata-rata -8,2 mmHg) dan diastolik (-4,7 mmHg) dibandingkan plasebo. Efek lebih besar pada durasi ≥4 minggu.
  4. Pengaruh Konsumsi Teh Lavender terhadap Profil Lipid dan Stres Oksidatif pada Pasien Stroke Iskemik

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Kuasi-Eksperimental
    Sampel:
    40 pasien stroke iskemik stabil (20 kelompok intervensi, 20 kontrol) dari poliklinik saraf
    Dosis/Durasi:
    2 cangkir teh lavender (2 g bunga kering per cangkir, diseduh 5 menit) per hari selama 8 minggu
    Temuan:
    Konsumsi teh lavender (Lavandula angustifolia) selama 8 minggu menurunkan kadar LDL kolesterol (-12,4 mg/dL) dan malondialdehid (MDA) plasma (-1,8 nmol/mL) secara signifikan dibandingkan kontrol. Tidak ada perubahan signifikan pada HDL dan trigliserida.
  5. Systematic Review: Efektivitas Lavender sebagai Terapi Komplementer pada Pemulihan Stroke

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    8 studi (5 RCT, 2 kuasi-eksperimental, 1 studi kasus) dengan total 460 pasien stroke
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi: inhalasi 2–4 tetes minyak esensial (1–5%) 1–3 kali sehari; oral 1–2 cangkir teh per hari; durasi 2–12 minggu
    Temuan:
    Lavender menunjukkan potensi manfaat dalam meningkatkan fungsi kognitif (MoCA), mengurangi depresi pasca stroke, dan memperbaiki kualitas hidup. Namun, heterogenitas metode dan dosis membatasi kesimpulan definitif.
  6. Uji Klinis Acak: Aromaterapi Lavender untuk Mengurangi Nyeri dan Spastisitas pada Pasien Pasca Stroke

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Uji Klinis Acak (RCT)
    Sampel:
    50 pasien pasca stroke dengan nyeri dan spastisitas (25 kelompok lavender, 25 kelompok kontrol minyak kelapa)
    Dosis/Durasi:
    Inhalasi 3 tetes minyak esensial lavender 3% selama 15 menit, 3 kali sehari (pagi, siang, malam) selama 6 minggu
    Temuan:
    Aromaterapi lavender secara signifikan menurunkan skor nyeri (VAS) dan spastisitas (Ashworth scale) setelah 6 minggu intervensi dibandingkan kontrol. Efek analgesik dan antispasmodik terlihat sejak minggu ke-2.


Cari: