Jahe untuk Melanoma

Jahe (Zingiber officinale) untuk Melanoma, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Antiproliferatif Ekstrak Etanol Jahe (Zingiber officinale) pada Sel Melanoma Manusia SK-MEL-2

    Tahun:
    2014
    Tipe:
    In vitro
    Sampel:
    Kultur sel melanoma SK-MEL-2
    Dosis/Durasi:
    25–100 µg/mL selama 48 jam
    Temuan:
    Ekstrak etanol jahe menghambat proliferasi sel SK-MEL-2 secara signifikan dan menginduksi apoptosis melalui peningkatan ekspresi caspase-3.
  2. Penghambatan Metastasis Melanoma oleh 6-Shogaol pada Model Mencit C57BL/6

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    In vivo (animal study)
    Sampel:
    40 mencit C57BL/6 yang diinduksi melanoma B16F10
    Dosis/Durasi:
    20 mg/kg BB intraperitoneal 3 kali seminggu selama 4 minggu
    Temuan:
    Pemberian 6-shogaol secara signifikan mengurangi jumlah metastasis paru dan menghambat pertumbuhan tumor primer melalui penekanan jalur NF-κB.
  3. Systematic Review Peran Jahe (Zingiber officinale) dan Senyawa Aktifnya dalam Pengobatan Melanoma

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    18 artikel (in vitro, in vivo, dan studi klinis)
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan (review)
    Temuan:
    Review sistematis menunjukkan bukti kuat bahwa jahe dan senyawa aktifnya (6-gingerol, 6-shogaol) memiliki efek antimelanoma melalui apoptosis, anti-inflamasi, dan anti-angiogenesis.
  4. Kombinasi 6-Gingerol dan Doksorubisin Meningkatkan Sitotoksisitas pada Sel Melanoma yang Resisten

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    In vitro
    Sampel:
    Sel melanoma resisten doxorubisin (A375-R)
    Dosis/Durasi:
    6-gingerol 5–20 µM + doxorubisin 0,1–1 µM selama 72 jam
    Temuan:
    Kombinasi 6-gingerol dan doxorubisin menunjukkan efek sinergis dalam menurunkan viabilitas sel dan mengatasi resistensi dengan menghambat pompa efluks P-glikoprotein.
  5. Mekanisme Molekuler Ekstrak Jahe dalam Menekan Pertumbuhan Melanoma melalui Jalur PI3K/Akt/mTOR

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    In vitro dan in vivo
    Sampel:
    Sel melanoma B16F10 dan mencit C57BL/6 (n=30)
    Dosis/Durasi:
    In vitro: 50–200 µg/mL selama 24 jam; in vivo: 100 mg/kg BB oral setiap hari selama 3 minggu
    Temuan:
    Ekstrak jahe menghambat fosforilasi Akt dan mTOR, menginduksi autophagy, serta menekan pertumbuhan tumor in vivo tanpa toksisitas signifikan.
  6. Meta-Analisis Efek Jahe terhadap Kanker Kulit: Fokus pada Melanoma

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analysis
    Sampel:
    12 studi (in vitro, in vivo, dan satu uji klinis fase I)
    Dosis/Durasi:
    Tidak spesifik (bervariasi antar studi)
    Temuan:
    Meta-analisis mengkonfirmasi bahwa jahe secara signifikan menurunkan viabilitas sel melanoma dan ukuran tumor pada hewan, dengan profil keamanan yang baik pada dosis terapeutik.


Cari: