Jahe untuk Gagal Ginjal

Jahe (Zingiber officinale) untuk Gagal Ginjal, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Suplementasi Ekstrak Jahe (Zingiber officinale) terhadap Kadar Kreatinin Serum pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Stadium 3-4

    Tahun: 2021
    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    48 pasien gagal ginjal kronik stadium 3-4 (24 kelompok jahe, 24 plasebo)
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak jahe (setara 2 g jahe segar) dua kali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi jahe selama 12 minggu secara signifikan menurunkan kadar kreatinin serum dan meningkatkan laju filtrasi glomerulus (eGFR) dibandingkan plasebo. Efek nefroprotektif ini diduga terkait dengan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi jahe.
  2. Meta-Analisis Pengaruh Konsumsi Jahe terhadap Fungsi Ginjal pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Nefropati

    Tahun: 2023
    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 studi acak terkontrol dengan total 562 pasien diabetes nefropati
    Dosis/Durasi:
    Rerata dosis 1,5 g jahe segar/hari selama 8-12 minggu (berdasarkan pooled analysis)
    Temuan:
    Jahe secara signifikan menurunkan kadar kreatinin serum, ureum, dan proteinuria, serta meningkatkan eGFR pada pasien nefropati diabetik. Efek ini konsisten pada dosis harian 1-3 g jahe segar selama 8-12 minggu.
  3. Aktivitas Nefroprotektif Ekstrak Jahe (Zingiber officinale) terhadap Kerusakan Ginjal Akibat Cisplatin pada Tikus Wistar

    Tahun: 2018
    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan (5 kelompok: kontrol, cisplatin, cisplatin+jahe dosis 100, 200, 400 mg/kgBB)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak jahe diberikan secara oral 1 jam sebelum injeksi cisplatin, selama 7 hari berturut-turut
    Temuan:
    Pemberian ekstrak jahe dosis 200 dan 400 mg/kgBB secara signifikan menurunkan kadar BUN dan kreatinin serum, serta mengurangi nekrosis tubular ginjal akibat cisplatin. Jahe juga menekan ekspresi TNF-α dan meningkatkan aktivitas superoksida dismutase (SOD).
  4. Systematic Review dan Meta-Analisis: Efek Jahe terhadap Stres Oksidatif pada Penyakit Ginjal Kronik

    Tahun: 2022
    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi (9 RCT, 3 studi hewan) dengan total 1.023 subjek
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi antara 500 mg – 3 g jahe segar/hari selama 4–12 minggu
    Temuan:
    Jahe secara signifikan meningkatkan kapasitas antioksidan total (TAC) dan menurunkan malondialdehid (MDA) pada pasien penyakit ginjal kronik. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan pada dosis yang digunakan.
  5. Pengaruh Jahe terhadap Penanda Inflamasi pada Pasien Hemodialisis: Sebuah Uji Klinis Acak

    Tahun: 2020
    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    40 pasien hemodialisis (20 kelompok jahe, 20 plasebo)
    Dosis/Durasi:
    1.000 mg jahe bubuk (setara 2 g jahe segar) sekali sehari setelah sesi hemodialisis, selama 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi jahe selama 8 minggu menurunkan kadar interleukin-6 (IL-6) dan C-reactive protein (CRP) secara signifikan, serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Jahe juga memperbaiki status anemia ringan pada kelompok perlakuan.
  6. Jahe sebagai Terapi Adjuvan pada Gagal Ginjal Akut: Sebuah Tinjauan Sistematis

    Tahun: 2019
    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    18 studi (14 studi hewan, 4 studi klinis) dari berbagai database
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada dosis tunggal; rentang dosis ekstrak jahe pada studi hewan 100–500 mg/kgBB, studi klinis 500–2000 mg/hari
    Temuan:
    Jahe menunjukkan efek protektif terhadap gagal ginjal akut yang diinduksi oleh obat nefrotoksik (cisplatin, gentamisin) dan iskemia-reperfusi. Mekanisme utama melibatkan penghambatan stres oksidatif, inflamasi, dan apoptosis sel tubular ginjal.

Cari: