Jahe untuk Hepatitis B

Jahe (Zingiber officinale) untuk Hepatitis B, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek hepatoprotektif ekstrak jahe (Zingiber officinale) pada pasien hepatitis B kronis: uji klinis acak terkontrol plasebo

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien hepatitis B kronis (30 kelompok jahe, 30 plasebo), usia 25-60 tahun
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak jahe (setara 2 g jahe segar) per hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak jahe 500 mg/hari selama 12 minggu secara signifikan menurunkan kadar HBV DNA dan ALT dibandingkan plasebo. Efek samping minimal dan toleransi baik.
  2. Meta-analisis pengaruh jahe terhadap penanda virologi dan fungsi hati pada infeksi hepatitis B

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    6 studi (4 RCT, 2 kuasi-eksperimental) dengan total 480 subjek dewasa dengan hepatitis B
    Dosis/Durasi:
    Rentang dosis 500-1500 mg/hari ekstrak jahe selama 4-24 minggu
    Temuan:
    Jahe secara signifikan menurunkan HBV DNA (SMD -0.45) dan ALT (MD -18 U/L) dibandingkan kontrol. Tidak ada efek serius pada fungsi ginjal.
  3. Aktivitas antivirus 6-gingerol terhadap hepatitis B virus pada kultur sel HepG2.2.15

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Sel HepG2.2.15 yang terinfeksi HBV, dengan konsentrasi 6-gingerol 0-100 μM
    Dosis/Durasi:
    Paparan 6-gingerol 10-50 μM selama 48 jam
    Temuan:
    6-gingerol menghambat replikasi HBV dengan IC50 15 μM melalui penekanan ekspresi protein HBx dan aktivasi jalur Nrf2. Tidak terlihat sitotoksisitas pada konsentrasi terapeutik.
  4. Pengaruh suplementasi jahe terhadap respons imun sel T pada pasien hepatitis B: studi eksplorasi

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Kuasi-Eksperimental
    Sampel:
    40 pasien hepatitis B kronis (20 jahe, 20 kontrol) tanpa terapi antivirus sebelumnya
    Dosis/Durasi:
    1 gram jahe bubuk per hari dalam kapsul selama 8 minggu
    Temuan:
    Jahe (1 g/hari selama 8 minggu) meningkatkan jumlah sel CD8+ dan kadar IFN-γ serum, serta menurunkan viral load HBV. Efek imunomodulator terlihat setelah 4 minggu.
  5. Systematic review efek jahe pada perbaikan fibrosis hati pada hepatitis B kronis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    8 studi (5 RCT, 3 studi hewan) dengan total 720 subjek manusia dan 120 tikus
    Dosis/Durasi:
    500-1500 mg ekstrak jahe per hari selama 8-24 minggu
    Temuan:
    Jahe mengurangi skor fibrosis hati (METAVIR) dan ekspresi TGF-β1 pada pasien hepatitis B. Dosis efektif berkisar 500-1500 mg/hari ekstrak jahe.
  6. Kombinasi jahe dan entecavir pada pasien hepatitis B e-antigen positif: uji klinis acak

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 pasien (40 kombinasi jahe+entecavir, 40 entecavir saja) dengan HBeAg positif
    Dosis/Durasi:
    Jahe bubuk 1 g/hari + entecavir 0.5 mg/hari selama 48 minggu
    Temuan:
    Kombinasi jahe (1 g/hari) dengan entecavir menghasilkan konversi HBeAg lebih tinggi (45% vs 25%) dan penurunan HBV DNA lebih cepat dibandingkan entecavir saja.


Cari: