Jahe untuk Osteoporosis

Jahe (Zingiber officinale) untuk Osteoporosis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Ekstrak Jahe (Zingiber officinale) terhadap Kepadatan Tulang pada Tikus Ovariektomi

    Tahun:
    2012
    Tipe:
    Studi eksperimental hewan
    Sampel:
    24 tikus betina Sprague-Dawley, dibagi menjadi 4 kelompok (kontrol, ovariektomi, ovariektomi + dosis rendah jahe, ovariektomi + dosis tinggi jahe)
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kg/hari, 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak jahe dosis 200 mg/kg/hari selama 8 minggu meningkatkan kepadatan tulang femur dan menurunkan kadar TNF-α pada tikus model osteoporosis. Temuan ini menunjukkan potensi jahe dalam mencegah pengeroposan tulang melalui efek anti-inflamasi.
  2. Pengaruh Suplementasi Jahe terhadap Penanda Pergantian Tulang pada Wanita Pascamenopause: Uji Coba Acak Terkontrol

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    RCT (Randomized Controlled Trial)
    Sampel:
    60 wanita pascamenopause usia 50–65 tahun, dibagi secara acak ke dalam kelompok jahe dan plasebo
    Dosis/Durasi:
    1000 mg/hari (kapsul jahe bubuk), 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi jahe 1000 mg/hari selama 12 minggu secara signifikan meningkatkan kadar osteokalsin (penanda pembentukan tulang) dan menurunkan kadar CTX-1 (penanda resorpsi tulang) dibandingkan plasebo. Hasil ini mendukung efek protektif jahe terhadap kesehatan tulang pada wanita pascamenopause.
  3. Tinjauan Sistematis Efek Jahe (Zingiber officinale) pada Kesehatan Tulang

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    12 studi (in vivo dan in vitro) yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi (dosis ekstrak 50–500 mg/kg/hari pada hewan; 1000 mg/hari pada manusia; durasi 4–12 minggu)
    Temuan:
    Jahe dan komponen aktifnya (6-gingerol, 6-shogaol) menunjukkan efek anti-osteoporosis melalui penghambatan diferensiasi osteoklas dan stimulasi aktivitas osteoblas. Namun, uji klinis pada manusia masih terbatas dan diperlukan penelitian lebih lanjut.
  4. 6-Gingerol Menghambat Osteoklastogenesis yang Diinduksi RANKL melalui Aktivasi Nrf2 dalam Kultur Sel

    Tahun:
    2010
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    Sel RAW 264.7 dan sel osteoklas primer dari sumsum tulang tikus
    Dosis/Durasi:
    10–50 µM selama 5–7 hari dalam kultur
    Temuan:
    6-Gingerol pada konsentrasi 10–50 µM secara signifikan menurunkan diferensiasi osteoklas dan aktivitas resorpsi tulang melalui aktivasi jalur Nrf2 dan antioksidan. Temuan ini mengidentifikasi mekanisme molekuler potensial jahe dalam mencegah osteoporosis.
  5. Meta-Analisis Efek Herbal terhadap Kepadatan Mineral Tulang pada Model Hewan Osteoporosis: Fokus pada Jahe

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis (studi hewan)
    Sampel:
    8 studi hewan (tikus dan mencit) dengan model osteoporosis (ovariektomi atau induksi kortikosteroid)
    Dosis/Durasi:
    Rata-rata 150 mg/kg/hari, 8–12 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa pemberian ekstrak jahe secara signifikan meningkatkan kepadatan mineral tulang femur dibandingkan kontrol (effect size SMD = 0,85; p < 0,05). Efek terlihat pada dosis di atas 100 mg/kg/hari dengan durasi minimal 8 minggu.


Cari: