Jahe untuk Pneumonia

Jahe (Zingiber officinale) untuk Pneumonia, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Ekstrak Etanol Jahe (Zingiber officinale) terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus pneumoniae secara In Vitro

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Isolat klinis Streptococcus pneumoniae sebanyak 10 strain
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 0,125–4 mg/mL; durasi inkubasi 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak etanol jahe menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap seluruh strain S. pneumoniae dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) berkisar 0,5–1 mg/mL. Efek bakterisida diamati pada konsentrasi 2 mg/mL setelah 24 jam inkubasi.
  2. Suplementasi Jahe sebagai Terapi Tambahan pada Pneumonia Komunitas: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT (Uji Klinis Acak Terkontrol)
    Sampel:
    60 pasien dewasa dengan pneumonia komunitas derajat ringan-sedang (30 kelompok jahe, 30 plasebo)
    Dosis/Durasi:
    Kapsul ekstrak jahe 500 mg dua kali sehari (total 1 g/hari) selama 7 hari
    Temuan:
    Suplementasi jahe (1 g/hari) selama 7 hari sebagai tambahan antibiotik standar mempercepat resolusi gejala demam dan batuk rata-rata 1,5 hari lebih cepat dibanding plasebo. Kadar CRP dan TNF-α menurun signifikan pada kelompok jahe.
  3. Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis: Efek Jahe terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Bawah

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    15 studi (9 uji klinis, 6 studi hewan) dengan total 1.245 partisipan manusia dan 200 hewan model
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi (0,5–3 g/hari ekstrak jahe) selama 5–14 hari
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan suplementasi jahe secara signifikan mengurangi durasi gejala infeksi saluran pernapasan bawah (rata-rata 1,8 hari) dan menurunkan kadar penanda inflamasi (IL-6, CRP). Efek paling nyata terlihat pada pneumonia bakteri dan virus.
  4. Potensi Antiinflamasi Jahe pada Model Mencit Pneumonia yang Diinduksi Lipopolisakarida

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    40 mencit BALB/c jantan dibagi 4 kelompok (kontrol, LPS, LPS+jahe dosis rendah, LPS+jahe dosis tinggi)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak jahe 200 dan 400 mg/kgBB/hari secara oral selama 7 hari sebelum induksi LPS
    Temuan:
    Pemberian ekstrak jahe (200 dan 400 mg/kgBB) secara oral selama 7 hari sebelum induksi LPS menurunkan infiltrasi neutrofil paru dan kadar TNF-α, IL-1β secara signifikan. Dosis tinggi menunjukkan efek protektif setara deksametason.
  5. Studi Eksperimental Ekstrak Jahe terhadap Klebsiella pneumoniae Multiresisten

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro dan In Vivo
    Sampel:
    In vitro: 12 isolat K. pneumoniae resisten terhadap seftriakson; in vivo: 30 mencit Swiss Webster
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak jahe 200 mg/kgBB/hari + seftriakson 50 mg/kgBB/hari, intraperitoneal selama 5 hari
    Temuan:
    Ekstrak jahe menunjukkan sinergisme dengan seftriakson terhadap isolat multiresisten (FICI 0,3–0,5). Pada mencit pneumonia, kombinasi jahe (200 mg/kg) dan seftriakson mengurangi jumlah koloni bakteri paru hingga 3 log dibanding seftriakson saja.


Cari: